Oleh: islam feminis | Januari 24, 2014

“KENAPA SAYA SELALU DIUJI?”

Saya seorang ibu rumah tangga, ketika sudah menikah saya berharap dapat hidup bahagia dan keluar dari kesulitan yang selama ini selalu saya alami dalam hidup. Sejak kecil saya hidup sulit. Ternyata, setelah menikah pun berbagai masalah dan musibah datang silih berganti. Entah dari sikap suami sendiri, atau masalah ekonomi. Terkadang saya bertanya dalam hati, “Kenapa saya selalu diuji? Apakah dosa saya?”

 

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 14, 2014

Hijab, Etika Pergaulan Islami dan Kebebasan

Masalah hijab berkaitan erat dengan etika pergaulan seorang wanita muslimah dengan laki-laki non muhrim. Pasalnya, bila di dalam rumah, dan tidak ada laki-laki non muhrim, maka wanita tidak wajib berhijab.

 

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 29, 2009

Singgasana Para Pengantin; Ketegaran yang Berbuah Kebahagian

Dalam dunia kehidupan rumah tangga, bila pihak suami maupun istri bertindak tak ubahnya seorang majikan yang suka memerintah pembantunya, maka tak ada pilihan lain bagi pasangannya kecuali bersikap taat dan berserah diri. Kita seringkali menemui seorang suami yang memperlakukan istrinya seperti pelayan atau budak yang tidak punya pilihan selain ketaatan. Ini tercermin dari pertanyaan-pertanyaan sinis sang suami kepada istrinya seperti; mengapa engkau tidak mengerjakan ini, mengapa tidak engkau hidangkan makanan ini, mengapa dan mengapa. Seperti celoteh interogatif jaksa penuntut dihadapan terdakwa.

Baca Lanjutannya…

Tidak sedikit kalangan agamawan yang mencoba memberikan solusi. Alih-alih memberikan solusi, malah sebaliknya menambah kerumitan persoalan. Maka, mengikuti kelaziman, mempercayakan persoalan ini kepada nara sumber yang memiliki kapasitas dalam menguraikan kerumitan sumber hukum, didukung sikap jujur terhadap pandangannya. Imam Khomeini (ra) adalah salah satu sosok yang layak untuk diangkat. Tidak sedikit pernyataan beliau berkaitan dengan persoalan perempuan, baik yang disampaikan dalam berbagai kongres perempuan, hari ibu ataupun pertemuan-pertemuan lainnya. Dengan mengamati berbagai pernyataan Imam tersebut, kita akan mencoba memahami bagaimana sebenarnya pemikiran Imam, terutama berkaitan dengan peran perempuan di masyarakat.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 29, 2009

Hak Hak Wanita dalam Perspektif Imam Khomeini [ra]

Salah satu koresponden Jerman bertemu dan mewancarai Imam. Di bertanya, “Kami mendengar kalau Tasyayyu’ (baca: Syiah) menolak pola yang tidak sesuai dengan pola keberagamaan ?”. Imam menjawab, “Tasyayyu’ adalah aliran revolusioner dan penerus agama Muhammad saww, begitu pula pengikutnya yang selalu menjadi bahan (obyek) teror para pengecut dan penjajah. Tasyayyu’ bukan hanya tidak menolak peranan wanita dalam bidang-bidang kehidupan bahkan dalam kehidupan sosial politik selalu memposisikan wanita pada tempat yang tinggi. Kami menerima kemajuan Barat tapi tidak untuk kejahatan yang mereka sendiri teriakkan untuk itu”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 29, 2009

Perempuan dalam Perspektif Agama Samawi

Dalam ajaran Injil ulangan 25: 11-12 yang memerintahkan kita untuk memotong tangan perempuan yang menolong suaminya. Sementara dalam “Keluaran 21:7. Anda akan mendapat informasi bahwa seorang laki-laki dapat menjual anak perempuannya” . Sehingga Marthin Luther pendiri Mazhab Protestan berpesan agar menjauhkan perempuan dari tempat pelajaran, sebab tidak ada gunanya mendidik perempuan. Akhirnya Paus Cregorius VII memberi keputusan,“Para padri Kristen dilarang keras beristri, karena meraba tubuh perempan itu najis”. Dan dalam ajaran Yahudi, martabat wanita sama dengan pembantu. Ayah berhak menjual anak perempuan kalau ia tidak mempunyai saudara laki-laki. Ajaran mereka menganggap wanita sebagai sumber laknat karena dialah yang membuat Adam terusir dari Surga.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 3, 2009

Feminisme dan Kesalahan Paradigma

Feminisme dan Kesalahan Paradigma

Oleh: Dina Y. Sulaeman*

Dulu, sekitar bulan Oktober tahun 2004, masyarakat Indonesia diramaikan oleh kontroversi Draft Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang disusun oleh Departemen Agama RI dalam tim khusus bernama Tim Pengarusutamaan Jender. Tim yang dibiayai oleh The Asia Foundation (yang konon punya link dengan Zionisme Internasional) ini menawarkan rumusan baru fiqih Islam yang diselaraskan dengan karakteristik demokrasi dan pluralisme. Di antara pasal-pasal “pembaharuan” yang mereka susun adalah: asas perkawinan adalah monogami (pasal 3 ayat 1), perempuan bisa menjadi saksi sebagaimana laki-laki (pasal 11), calon istri bisa memberikan mahar (pasal 16), perkawinan beda agama diperbolehkan (pasal 54), bagian warisan untuk anak laki-laki dan anak perempuan sama (pasal 8 ayat 3), dan anak di luar nikah (zina) yang diketahui secara pasti ayah biologisnya tetap mendapatkan hak warisan dari ayahnya (pasal 16 ayat 2). Meskipun pelaksanaan dari draft KHI rancangan Depag ini terjegal oleh kritikan keras dari berbagai ormas-ormas Islam, namun kasus ini seolah menjadi bukti bahwa isu-isu jender dan feminisme memang tak akan berhenti dibicarakan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Desember 1, 2008

Cut Nyak Dhien Juga Cerdas di Bidang Agama

Sudah waktunya kebiasaan kurang baik ditinggalkan dan diganti dengan kebiasaan bernilai multi dalam kehidupan ini. Orang cerdas tidak akan memelihara kebiasaan tanpa multi makna dalam mencapai suatu tujuan. Sebaliknya pemikiran cerdas dimanfaatkan untuk melangkah bersama. Kini, di era globalisasi yang sarat informasi kiranya dapat dikaji nilai bernuansa Islam untuk mewujudkan keberhasilan bersama dalam kehidupan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 2, 2008

Zainab Al-Ghazali, Tokoh Pembela Perempuan

Zainab al-Ghazali adalah wanita luar biasa. Seperti Aisha Abd al-Rahman, tokoh asal Mesir ini begitu gigih memperjuangkan persamaan hak kaum perempuan berdasarkan keyakinannya, sesuai doktrin ajaran Islam yang benar. Oleh karenanya, sejarah mencatat Zainab lebih dikenal sebagai aktivis Islam ketimbang cendekiawan Islam.

Saat menginjak usia remaja, Zainab aktif di organisasi Persatuan Kelompok Feminis Mesir yang dibentuk oleh Huda Al-Sharawi tahun 1923. Namun tak lama dia mengundurkan diri dari organisasi itu karena bersebarangan pendapat mengenai perjuangan menuntut kesetaraan.

Dia tidak setuju dengan ide-ide sekular tentang gerakan pembebasan perempuan. Meski demikian, Al-Ghazali tetap menghormati Sharawi dan menyebutnya sebagai seorang wanita yang memiliki komitmen dan keimanan yang baik. Saat usianya 18 tahun (1936), dia mendirikan Asosiasi Wanita Muslim untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan kaum perempuan yang sesuai norma-norma Islam dan ditujukan untuk kepentingan-kepentingan Islam.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 31, 2008

Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan…!

Rasulullah SAWW berkhutbah dengan panjang lebar, menjelaskan tentang keutamaan bulan suci tersebut dan amalan-amalan yang selayaknya dilakukan. Di sini, kita akan menyimak isi khutbah tersebut sebagai bekal dan persiapan untuk memasuki bulan suci tersebut, dengan harapan semoga kita dapat menjadi tamu yang baik bagi Pengundang kita, Pemilik bulan suci nan mulia ini, Allah SWT.

  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 26, 2008

Ma, Tuhan Berada dimana Sich?

 

“Mama Allah ada di mana?”, kami jawab: “Ada di mana-mana”. Ketika ia mendengar jawaban saya secara spontan ia bertanya kembali: “Berarti kalau gitu Tuhan itu banyak dong, khan katanya ada di mana-mana?!”, ujarnya dengan penuh percaya diri …

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 18, 2008

‘Pengkhianatan terhadap Wanita’

‘Pengkhianatan terhadap Wanita’

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah…”. [At-Taghabun : 14]

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juni 21, 2008

‘Hijab Prosedurer’

Suami berperan memimpin keluarga dan tanggung jawabnya dalam menjaga kesucian istri dan keluarga merupakan masalah yang cukup serius. Suami yang tidak cemburu kepada istrinya adalah orang yang telah mengalami metamorfosa nilai-nilai insani, telah kehilangan fitrah dan akan mendapat laknat dari Allah karena mereka tidak menjaga keluarganya dari pandangan tak senonoh pria lain.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Maret 3, 2008

Arti Berbagai Nama dan Julukan Sayidah Fathimah Zahra AS

035.jpg

Imam Shadiq AS bersabda: “Beliau dinamakan Fathimah karena tidak ada keburukan dan kejahatan pada dirinya. Apabila tidak ada Ali AS, maka sampai hari Kiamat tidak akan ada seorangpun yang sepadan dengannya (untuk menjadi pasangannya)”.

Para Imam Ahlu-Bayt AS sangat memuliakan pemilik nama Fathimah tersebut. Salah satu pengikut Imam Jakfar as-Shadiq AS telah dikaruniai seorang anak perempuan, kemudian beliau bertanya kepadanya: “Engkau telah memberikan nama apa kepadanya?”. Ia menjawab: “Fathimah”. Mendengar itu Imam AS bersabda: “Fathimah, salam sejahtera atas Fathimah. Karena engkau telah menamainya Fathimah maka hati-hatilah. Jangan sampai engkau memukulnya, mengucapkan perkataan buruk kepadanya, dan muliakanlah ia.”

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Februari 25, 2008

Aku Bangga kepada-mu Sayang…!

2040052954_d02f4f70e7_m.jpg

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-Ruum:21)

Rasulullah bersabda: “Tidak ada bangunan dalam Islam yang lebih aku cintai dan lebih aku muliakan dari pernikahan . ” (Muntakhab Mizanul-Hikmah halaman 252)

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Februari 16, 2008

Sejarah Ringkas : Masjid al-Mukaddas Jamkaran

masjid-jamkaran.jpg

Sudah selayaknya para penziarah mendatangani tempat suci ini untuk mengambil berkah dan manfaatnya. Ketika kita berziarah ke tempat yang dimuliakan oleh Allah (swt) tersebut, kita harus menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak diridhoi Allah (swt). Karena hal itu, akan menyebabkan Imam Mahdi (af) mengabaikan kehadiran kita.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 21, 2008

Peran Perempuan dalam Tragedi Asyuro (bag-III)

asyura1.jpg

Syahidnya Imam Husain as merupakan detik-detik yang paling tragis dan sangat menyayat hati manusia manapun, khususnya bagi orang-orang yang menyaksikan langsung pembantaian dan perlakuan tidak manusiawi Umar bin Sa’ad serta bala tentaranya terhadap Imam Husain as dan para pembelanya. Bagaimana tidak, Imam Husain as yang merupakan manusia suci, cucu manusia termulia dan tersempurna di seluruh alam semesta ini—Rasulullah saw—dibunuh bak hewan najis. Kebiadaban para manusia durjana itu tidak cukup sampai di situ. Mereka menyerang kemah-kemah dan membakarnya. Busana dan perhiasan para perempuan dan laki-laki yang tersisa dari keluarga Imam Husain as dirampas secara paksa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 17, 2008

Peran Perempuan dalam Tragedi Asyuro (Bag-II)

 karbala2.jpg

Ummu Wahab, istri Abdullah bin Umair, mengambil tiang kemah dan diberikan kepada suaminya seraya berkata:”Wahai yang jiwaku sebagai tebusannya, berperanglah untuk membela keluarga Rasul”. Setelah suaminya syahid, ia meletakkan jenazah suami di pangkuannya. Syimr bin Dzil Zausyan–-laknat Allah SWT atasnya—memerintahkan budaknya untuk memukul kepala Ummu Wahab dengan tiang kemah tadi sampai akhirnya Ummu Wahab pun turut meneguk cawan kesyahidan sesuai impiannya. Ia adalah perempuan pertama yang syahid dalam membela Imam Husain as.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 10, 2008

Peran Perempuan dalam Tragedi Asyuro (bag I)

v_zeinab_9.jpg

Nyawa manusia memang terhormat dan harus dijaga. Namun ketika bahaya menyerang agama, pada saat itu agama harus lebih diutamakan kendati nyawa akan melayang. Itulah yang dilakukan Imam Husain as di Karbala. Tapi yang menjadi pertanyaan ialah; Apakah Asyuro cukup sampai di sini? Siapakah duta-duta di balik tragedi Asyuro yang harus menyampaikan pesan Asyuro? Bagaimanakah peranan perempuan dalam hal ini?

Baca Lanjutannya…

Perempuan yang mempunyai kebiasaan waktu dan jumlah, jika ia melihat darah keluar pada waktu kebiasaannya, atau tiga hari lebih maju, atau tiga hari lebih mundur, sehingga dikatakan waktu haidnya terkadang maju atau mundur, meskipun darah tersebut tidak mempunyai ciri-ciri haid, maka ia harus tetap berprilaku sebagai orang haid. Adapun kalau setelahnya ia mengetahui ternyata bukan haid, seperti sebelum tiga hari sudah suci, maka ibadah yang ia tinggalkan harus ia qadha

Baca Lanjutannya…

usa-setan.jpg

Tidak dapat dipungkiri bahwa pornografi dan pornoaksi makin marak mewarnai kehidupan zaman sekarang ini, baik yang berskala nasional maupun internasional. Dan fenomena seperti ini telah membuat khawatir para orang tua, yang merupakan salah satu efek negatif zaman globalisasi…

Baca Lanjutannya…

khamenei.jpg

Beliau mengisyaratkan bahwa; “Kebebasan berpikir dan berpendapat haruslah tetap terjaga dan membudaya di kalangan Hauzah Ilmiah. Karena itu merupakan ciri khas Hauzah Ilmiah mazhab Syi’ah yang memberikan kebebasan berpikir dan berpendapat, kepada murid dan guru, selama masih tetap berada pada koridor adab Islam. Sebab dengan kebebasan berpikirlah ilmu akan semakin berkembang sehingga menelorkan pemikiran-pemikiran cemerlang baru”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 20, 2007

Makna Esoteris Haji

kabah.jpg

Dalam banyak hadis disebutkan, al-Quran memiliki makna zahir dan batin. Sehingga dari situ dapat dipastikan bahwa semua ayat-ayat yang tercantum di dalamnya pun terkandung muatan zahir dan batin pula. Lantaran hukum haji juga tertera dalam beberapa ayat-ayat al-Quran, oleh karenanya, dapat diambil konklusi bahwa sebagaimana haji memiliki tata cara zahir yang jelas -seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah saww- haji pun memiliki pemaknaan batin yang sangat berpengaruh pada kesempurnaan batin manusia.

  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 17, 2007

Terima Kasih Sayang, Engkau memang sangat Baik…!

buanga-ku.jpg

Hal ini pun hendaknya dilakukan dihadapan anak-anaknya sehingga mereka pun dapat belajar dari kedua orangtuanya dalam memberi penghargaan dan penghormatan kepada orang yang berbuat baik dan bekerja keras. Sehingga kita tidak perlu repot-repot mengajarkan memberikan penghargaan kepada orang lain kepada anak-anak kita. Karena mereka telah melihat pelajaran tersebut secara praktis, bukan hanya sekedar anjuran teoritis dan doktrinal belaka.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 12, 2007

Selamat, Hari ini Hari-mu wahai Putri-ku!

888420_daffodils.jpg

Mungkin di beberapa kawasan, masih terdapat budaya salah, yaitu memiliki anak perempuan tidak sebahagia ketika memiliki anak laki-laki. Hal ini, masih terjadi di beberapa negara Timur-Tengah. Walaupun budaya tersebut akarnya kembali ke budaya Arab Jahiliyah yang menomorduakan anak perempuan, bukan dari Islam. Dan tidak semua budaya yang berada di negara-negara Arab mesti berasal dari Islam. Oleh karenanya, Arab tidak selalu identik dengan Islam. Islam datang dan telah berupaya mengikis budaya salah tersebut dengan menganugerahkan manusia terkasih-Nya (Muhammad Rasulullah SAWW) seorang puteri, Fathimah az-Zahra AS.

  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Oktober 19, 2007

Hijab dalam Pandangan Irfan (Tasawuf)

aktifis-muslimah.jpg

Semakin kuat seorang perempuan menjaga cintanya kepada Allah maka ia akan semakin berhati-hati menjaga hijab dirinya dari segala sesuatu yang dapat meruntuhkan nilai iffah (penjagaan) dan kehormatan dirinya di hadapan Allah. Ia akan menyadari bahwa hijab adalah salah satu penggalan cintanya kepada Allah dan merupakan jalan untuk meraih cinta Allah.

Baca Lanjutannya…

Perempuan yang selama dua bulan berturut-turut pada waktu tertentu keluar haid, tapi setelah tiga hari atau lebih darah tersebut berhenti, sementara jumlah secara keseluruhan baik hari yang keluar haid maupun yang terhenti adalah tidak lebih dari sepuluh hari.

Baca Lanjutannya…

haji-kecil.jpg

Beginilah akhir kehidupan pemimpin para kaum mukmin dan ahli takwa ini. Ali bin Abi Thalib AS yang selama ini selalu dipropagandakan oleh Muawiyah bin Abi Shofyan di wilayah Syam sebagai manusia keji dan pelaku dosa, dengan cara meninggal yang indah (yaitu dalam keadaan sujud di hadapan kekasih sejatinya) dan di tempat yang indah (yaitu masjid tempat mengungkapkan kecintaan hamba kepada kekasih sejatinya, Allah) menyebabkan keheranan banyak penduduk Syam dan tersingkapnya kebohongan berita-berita buruk yang selama ini dibikin oleh Muawiyah bin Abi Sofyan terhadap pribadi suci Ali bin Abi Thalib AS.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Oktober 2, 2007

Ma, Apa itu Lailatul-Qadr?!

al-quran-turun.jpg

Setelah itu ia bilang ingin membaca al-Qur’an lebih dari biasanya, “Mama, malam ini aku ingin membaca al-Qur’an lebih dari biasanya, kalau biasanya sehari hanya baca 1 halaman, malam ini aku pengen baca al-Qur’an sebanyak 2 halaman biar dapat hadiah lebih banyak nanti di surga”, ujarnya dengan mata berbinar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 26, 2007

Betapa Sensitifnya Masa Kehamilan…!

891523_water_lilly.jpg

“Apa rahasianya bu, kok anaknya doyan makan dan gemuk seperti ini?”. “Rahasianya ialah karena ketika saya sedang mengandungnya, saya selalu melaksanakan solat Tahajud agar anak saya suka makan”, jawabnya dengan penuh semangat. “Oh itu rahasianya”, gumanku pelan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 24, 2007

Andai Mereka Tahu Keutamaan Bulan Ramadhan

ramadhan.jpg

“Andaikan seorang hamba mengetahui keutamaan bulan Ramadhan maka ia akan selalu mengharapkan dalam setahun seluruhnya ialah bulan Ramadhan”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 22, 2007

Hawa Penyebab Keluarnya Adam dari Sorga? (Bag-2)

 crystalquran.jpg

Ketika saya membuka-buka kembali kitab suci al-Quran, mata saya tertuju pada surat al-A’raf ayat 27 dimana dengan sangat gamblang menjelaskan tentang hal ini. Dalam ayat ini, Allah swt mengatakan bahwa Setan-lah yang telah mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 19, 2007

Biografi Singkat Sayidah Fathimah Maksumah as

makam-sayidah-fathimah-maksumah.jpg   kubah-emas-maksumah.jpg

Sayidah Maksumah as merupakan salah satu putri Imam Kazim as dan saudari Imam Ridho as. Beliau terkenal dengan kemuliaan, terpuji, ahli ibadah, memiliki kedudukan tinggi dan sangat bertakwa. Penulis kitab ‘Nasikh-Tawarikh’ dalam menggambar kedudukan beliau mengatakan bahwasanya beliau sebagai kekasih Allah swt (waliyatullah), manusia suci, ahli ibadah, seorang yang zuhud dan sangat bertakwa. Beliau memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah swt. Abul-Qasim dalam karyanya mengatakan bahwa di antara para putri Imam Kazim as hanyalah Sayidah Fathimah yang bergelar Maksumah (suci dari dosa dan kesalahan). Begitupula Syeikh Abbas Qummi dalam salah satu karyanya menyatakan bahwa berdasarkan sumber yang sampai kepada kita, Sayidah Maksumah merupakan putri termulia di antara para putri Imam Kazim as.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 18, 2007

Pengelompokan Perempuan Haid

Pemilik kebiasaan waktu dan jumlah (‘adah adadiyah wa waqtiyah) yaitu perempuan yang selama dua bulan berturut-turut waktu (hari) dan jumlah (masa haid) adalah sama, contoh: seorang perempuan selama dua bulan berturut-turut selalu keluar haid dari tanggal satu sampai tanggal tujuh.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 12, 2007

Hijab; sebuah Telaah Umum

polwan-iran.gif

Menggunakan hijab merupakan suatu permasalahan yang berhubungan dengan hukum dan aturan kehidupan manusia, baik hubungan manusia dengan Khaliq-nya, diri sendiri maupun orang lain. Di satu sisi, hijab merupakan aturan Ilahi. Di sisi lain ia juga merupakan aturan manusia dan juga merupakan kebutuhan dirinya. Alangkah baiknya jika sang pengguna hijab mengetahui dengan benar alasan penggunaan hijab. Mengetahui faedah, kemuliaan dan kewajiban hijab akan mendorong sang pengguna untuk berpegang teguh dalam menjaga hijabnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 7, 2007

Hukum-Hukum bagi Perempuan Haid

Jima’ pada hari-hari haid perempuan kategori ‘haidnya tidak tentu’ (lihat Bab III Pengelompokan Perempuan Haid, bagian 4) yang menurut syari’at harus ditetapkan sebagai haid, hukumnya adalah haram. Oleh karena itu, perempuan yang keluar darah lebih dari sepuluh hari dan berdasarkan ketentuan (yang nanti akan dijelaskan) harus ditetapkan sebagai haid, pada waktu itu suaminya tidak dapat berhubungan dengannya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 28, 2007

Hijab; Menuju Keshalihan Sosial

gadis-gadis-berjilbab.jpg

Islam, memandang masyarakat sebagai jalinan kuat antara satu individu dengan individu lainnya. Pria maupun wanita sebagai bagian dari komponen masyarakat, saling bekerjasama dalam mewujudkan keseimbangan sosial di antaranya dengan cara menerapkan mekanisme hijab. Sehingga hijab tidak hanya dipahami sebagai kewajiban individu, tetapi sebuah kesadaran publik yang akan menghantarkan pada keshalihan sosial.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 9, 2007

16 Nasehat Imam Khomeini untuk Membina Pribadi Muslim

imam-berdoa.jpg

  1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis.
  2. Shalat lima waktu tepat pada waktunya, dan berusahalah shalat Tahajjud.
  3. Kurangilah waktu tidur, dan perbanyaklah membaca Al-Qur’an.
  4. Perhatikan dan tepatilah sungguh-sungguh janji Anda.
  5. Berinfaklah kepada fakir-miskin.
  6. Hindarilah tempat-tempat maksiat.
  7. Hindarilah tempat-tempat pesta pora, dan janganlah mengadakannya.
  8. Berpakaianlah secara sederhana.
  9. Janganlah banyak bicara dan seringlah berdo’a, khususnya hari Selasa.
  10. Berolahragalah (senam, marathon, mendaki gunung dan lain-lain).
  11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku (agama, sosial, politik, sains, falsafah, sejarah, sastra dan lain-lain).
  12. Pelajarilah ilmu-ilmu tehnik yang dibutuhkan negara Islam.
  13. Pelajarilah ilmu Tajwid dan Bahasa Arab, serta perdalamlah.
  14. Lupakan pekerjaan-pekerjaan baik Anda, dan ingatlah dosa-dosa Anda yang lalu.
  15. Pandanglah fakir-miskin dari segi material, dan ulama dari segi spiritual.
  16. Ikuti perkembangan umat Islam.
Oleh: islam feminis | Agustus 4, 2007

Hijab dalam Syariat Islam

muslimah.jpg

Hijab adalah sebuah proteksi yang dapat menjaga seorang wanita dari pelecehan.. Hanya saja ungkapan semacam ini cakupannya sempit dan hanya akan dimengerti dan diamalkan oleh mereka yang meyakini Islam. Sedang bagi yang tidak meyakininya, terlebih mereka yang senantiasa mengusung panji feminisme dan atribut-atribut semisalnya akan sangat sulit menerima ungkapan di atas. Karena secara emosional penjagaan memberikan konotasi defensif, sebuah perlawanan yang terpaksa dilakukan. Ini jelas sulit diterima oleh kelompok-kelompok tadi yang selalu meneriakkan yel-yel kebebasan (menurut asumsi mereka).

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 1, 2007

Hijab sebagai Pilar Keluarga

jilbab-pembebasan.jpg

Hijab bukan dimaksudkan untuk menghalangi perempuan keluar dari rumahnya tapi kewajiban hijab bagi perempuan adalah untuk melindungi diri di dalam masyarakat  ketika ia berada di antara laki-laki asing (non muhrim) dan menghalangi perempuan dari memamerkan keindahan dirinya. Ketika aturan hijab ini dilaksanakan maka ia menjadi tolok ukur kemuliaan perempuan dalam Islam.

Baca Lanjutannya…

892220_flower_4.jpg

Terdapat tiga sifat terpuji jika dimiliki oleh perempuan dan buruk jika dimiliki oleh laki-laki …

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 25, 2007

Cara Mendeteksi Darah Keperawanan dan Darah Haid

Jika seorang perempuan melihat darah keluar dan ia tidak mengetahui, darah haidkah atau darah keperawanan, maka ia harus menelitinya dengan cara memasukkan kapas secukupnya

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 22, 2007

Permata itu adalah Wanita Muslimah

wanita-muslimah.jpg

Selayaknya batu mulia, intan dan permata akan dikenal nilai dan harganya saat ‘dipamerkan’, bukan dikunci rapat-rapat dalam lemari besi. Akan tetapi, walau dipamerkan, namun harus tetap diletakkan di kotak yang tertutup, sehingga orang-orang yang melihatnya tidak dapat dengan sembarangan menjamah dan mengusiknya. Wanita muslim bagaikan intan dan permat. Namun bukan berarti lantas ia harus dikurung dan dipenjara dalam rumah saja. Artinya, ia boleh beraktifitas di luar, namun dalam beraktifitas ia harus selalu ‘menjaga penampilan’ sesuai yang dianjurkan agama. Bukan memamerkan tubuhnya dengan murah di depan khalayak.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 22, 2007

Awas! Televisi Rusak Anak-Anak

setan-perusak.jpg

Dalam tayangan sinetron remaja, acapkali seks bebas dan berbagai bentuk kenalakan remaja dipertontontan. Itu disuguhkan seolah sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat kita.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 21, 2007

“Tapi Perempuan itu telah Dirajam”

890499_roses_1.jpg

Kemudian dia mendatanginya dan bertanya, ‘apa yang engkau lakukan?’ Usman menjawab, ‘Dia melahirkan setelah enam bulan pernikahannya. Apakah ini lazim?’ …

Baca Lanjutannya…

Pemerintah harus mendorong terpenuhinya kuota 30 persen perempuan di legislatif karena tugas pemerintah adalah untuk menjamin perlakuan adil dan tidak diskriminatif terhadap perempuan…

Baca Lanjutannya…

ya-allah.jpg

Dan muliakan kami dengan petunjuk dan istiqomah

Dan tutuplah lisan kami dengan (kata-kata) yang benar dan hikmah

Dan penuhilah hati kami dengan ilmu dan makrifat

Dan sucikan perut-perut kami dari perkara haram dan syubhat

Baca Lanjutannya…

bunga-ku.jpg

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya akan menjadi penguasa yang adil dari para penguasa dan atau akan menjadi salah seorang ulama dari para ulama”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 14, 2007

“Aku Membenci Kebenaran dan Menyukai Fitnah”

“Bagaimana engkau menginginkanku pagi hari ini? Pagi ini, demi Allah, aku membenci kebenaran, menyukai fitnah, bersaksi dengan apa yang tidak aku lihat, menghafal selain makhluk, bershalat tanpa wudhu, di bumi aku memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Allah.”

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 13, 2007

Cara Mendeteksi Darah Haid dan Bisul

Jika seorang perempuan melihat darah yang jumlahnya tidak kurang dari tiga hari dan tidak lebih dari sepuluh hari dan ia tidak tahu apakah darah tersebut darah haid atau darah bisul, dan ia pun tidak tahu bisul di sebelah kanan ataukah di sebelah kiri kalau memungkinkan maka masukkanlah kapas secukupnya

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 12, 2007

Ya Tuhanku…!

Ya Tuhanku…!

Betapa hatiku tertutup (dosa),

Jiwaku penuh cacat (kesalahan),

Akal pikiranku telah terkalahkan (hawa nafsu),

Hawa nafsuku telah menguasai (diri) ku,

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 11, 2007

Panduan Hubungan (Biologis) Suami-Istri (bag-3)

kuncup-kembar.jpg

Seorang suami atau istri tidak selayaknya ketika sedang melakukan hubungan biologis membayangkan laki-laki atau perempuan lain dengan syahwat. Karena hal itu, selain berdosa bagi pelakunya, juga sedikit banyaknya akan memberikan dampak negatif pada kepribadian anak yang dilahirkan dari cara hubungan seperti ini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 8, 2007

Hukum Haid; Jumlah Hari

Pada tiga hari pertama, darah haid harus keluar secara berturut-turut (tidak boleh berhenti). Oleh karena itu, kalau seseorang melihat darah keluar selama dua hari, kemudian hari ketiga berhenti dan lalu keluar kembali, maka dihukumi bukan darah haid.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 4, 2007

Az-Zahra (as) Suri Tauladan Umat Manusia

azzahraa.jpg

Ketaatan kepada Allah, pengorbanan, kesabaran, menjaga hak dan kehormatan merupakan sifat yang disandang oleh az-Zahra, bahkan lebih dari itu az-Zahra adalah lambang kehormatan, wanita pilihan, ibu rumah tangga, istri yang selalu menjaga hak dan kewajibannya, wanita yang malam-malam harinya selalu diisi dengan dzikir dan taqarrub kepada Allah swt. Rasul saww bersabda: “Sesungguhnya Fatimah as penghulu para wanita alam semesta”.

Baca Lanjutannya…

fathimah-zahra-as.jpg

Wanita merupakan substansi yang dengan kekuatannya mampu menghancurkan kekuatan Setan…Wahai para wanita yang terhormat! Janganlah kalian terperdaya oleh rayuan Setan. Mereka hendak menjerumuskan kalian ke jurang kehinaan. Mereka senantiasa mencari tipu daya…

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 4, 2007

Hukum Haid; Definisi, Sifat dan Batasan Haid

Ketika seorang perempuan ragu, apakah ia sudah menginjak usia menopause (sudah berusia 50 bagi yang bukan syarifah / sayyidah atau 60 bagi syarifah tahun) atau belum, bila ia melihat darah dan ia tidak tahu apakah darah haid atau bukan, darah itu dihukumi sebagai darah haid dan dia dianggap belum menopause.

  Baca Lanjutannya…

Dan Allah telah menjadikan iman bagimu sebagai penyuci kesyirikan,
Dan Allah telah menjadikan shalat bagimu sebagai pembersih kesombongan,
Dan Allah telah menjadikan zakat untuk pensucian jiwa dan menambah rejeki,
Dan Allah telah menjadikan puasa sebagai pengokoh keikhlasan,

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juni 30, 2007

Perempuan Penghuni Surga

mawar-suci.jpg

Perempuan berkata: “Itu bukan diriku, mungkin perempuan lain yang namanya sama denganku, karena saya tidak memiliki kelayakan untuk itu”. Nabi Daud as bersabda: “Perempuan itu adalah engkau”. Perempuan berkata: “Sumpah demi Tuhan, saya tidak merasa melakukan perbuatan yang membuatku mencapai derajat tinggi seperti ini”. Nabi Daud as kembali bersabda: “Coba anda ceritakan sekilas tentang kehidupanmu padaku!”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juni 29, 2007

Dilema; Karier atau Keluarga?

jilbab-dan-kreatifitas.jpg

Bilal pergi menghadap Rasulullah dan mengutarakan pertanyaan para perempuan tersebut. Sekembalinya dari menemui Rasulullah, kemudian Bilal berkata: “Rasulullah telah bersabda: “Dengan profesi baru tersebut, kalian telah mendapatkan dua pahala; pertama pahala karena berinfak di jalan Allah swt. Kedua pahala karena membantu keluarga (suami dan anak) yang merupakan salah satu perwujudan silaturahmi”.

Baca Lanjutannya…

main-dengan-cucu.jpg

Aku melihat Imam sedang menyiapkan alas untuk makan, itu pun ketika salah satu anggota rumah melihat bahwa istri Imam telah datang. Istri Imam  berkata kepada Imam; “Kami baru tiba, apakah engkau sudah makan?”. Dengan lembut dan penuh penghormatan Imam menjawab, “Engkau tidak mengatakan kalau tidak akan pulang secepatnya. Kalau tidak, kami pasti sudah makan, kami menunggumu”. Imam yang lantas berkata kepada Sayyid Ahmad; “Sekarang belum waktunya makan siang”, meskipun hanya kurang satu menit. Namun kali itu beliau tidak makan walaupun terlambat sampai setengah jam, karena menunggu kedatangan istrinya.

Baca Lanjutannya…

Seorang ibu yang cerdas akan berusaha mencari tahu bagaimana cara agar anaknya mencintai ibadah, suka menolong sesama, tidak egois, dan sikap-sikap mulia lainnya. Jika seorang ibu melakukan kesalahan dalam mendidik anak, bukannya kecintaan yang akan tumbuh, melainkan kebencian. Dengan kata lain, walaupun bertujuannya baik, namun bila cara yang ditempuh adalah cara yang salah, tujuan benar itu tidak akan tercapai.

Baca Lanjutannya…

kanak-kanak-berjilbab.jpg

Seorang ibu yang merupakan pendidik pertama dan utama, seharusnya memahami hal ini karena masa kanak-kanak merupakan masa pembentukan kepribadian manusia. Seorang ibu berperan dalam langkah awal untuk menghasilkan generasi yang berkembang dari sisi tubuh, intektualitas, kecerdasan sosial, maupun religiusitasnya, sehingga tidak lahir ‘generasi kartun’.

Baca Lanjutannya…

bocah-bocah-berjilbab.jpg

Sebuah hal yang aksioma bahwa eksistensi perempuan merupakan segmen yang urgen dari sebuah masyarakat. Dengan demikian, kita tidak akan dapat menutup mata dari peran penting yang dimainkan oleh perempuan. Bukan zamannya lagi perempuan hanya dianggap sebagai alat reproduksi untuk keberlangsungan komunitas manusia. Hal ini pun telah dibuktikan sendiri oleh perempuan dengan menunjukkan kredibilitasnya dalam ranah sosial, politik, ekonomi, sains, dan lain-lain.

Baca Lanjutannya…

Fungsi minimal hijab ialah tidak mengizinkan kepada pihak lain untuk menikmati dirinya secara tidak sah dan ini akan membuat manusia selalu mencari kelezatan rasionalis. Mari kita lihat negara-negara Eropa yang tidak memiliki hijab dan lebih buka-bukaan, di sana kelezatan seks tidak lagi memiliki arti. Pada akhirnya timbullah kelompok homoseksual atau lesbi dan ini dikarenakan adanya overdosis dalam masalah seks. Karena bosan dengan lawan jenis, akhirnya ingin mencoba sesama jenis. Inilah ciri khas kelezatan materi yang tidak akan pernah terpuaskan dan selalu menginginkan variasi, begitu juga masalah seksual. Jika anda telah merasakan kelezatan sampai puncaknya maka anda akan menginginkan bentuk dan model lainnya.

Baca Lanjutannya…

Pengetahuan masyarakat dunia tentang perempuan muslim sangat minim sekali. Bahkan dapat dikatakan pengetahuan mereka hanya sebatas tentang perempuan Arab, dan hak-hak wanita dalam fikih Ahli Sunnah. Sementara mereka tidak tahu tentang hak-hak perempuan di negara Islam lainnya khususnya di Iran. Bisa dikatakan bahwa pengetahuan mereka tentang hak-hak wanita dalam persfektif Syi’ah adalah nol. Contohnya ketika kami mendatangi pusat penelitian di dua universitas California yang begitu besar, kami hanya menemukan sumber seputar hak-hak wanita dalam persfektif Sunni. Tidak ada satu pun sumber yang mengulas tentang hak-hak perempuan dalam perspektif Syi’ah. Itulah sebabnya mengapa mereka tidak dapat mengenal kondisi seluruh wanita yang berada di negara Islam khususnya di Iran yang bermazhabkan Syi’ah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juni 7, 2007

Wow Hebat Sekali…! Al-Qur’an Berjalan

Laki-laki bertanya; “Apakah anda jin atau manusia?”.

Ia menjawab: “Ya bani Adam khuzduu zinatakum”; “ Hai anak Adam, pakailah pakainmu yang indah”. [al-A’raf: 31] Maksudnya, ia adalah manusia.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juni 5, 2007

Dibalik Keagungan Imam Khomaeni; Surat Cinta Imam

 

momong-cucu.gif

 

 

 

 

Sejujurnya, ketiadaanmu di sisiku membuat perjalanan ini menjadi sepi. Dengan hanya melihat kota dan laut yang ada merupakan pemandangan yang sedap dipandang mata. Aku tak dapat menghitung betapa besar keharuanku ketika mengingat kekasihku tidak di sisiku menemaniku menatap pemandangan indah yang meresap di kalbu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juni 4, 2007

Beginilah Majikan Ideal…!

assalamu-alaiki-ya-fathimah-zahra-as2.jpg

Salman al-Farisi (salah satu sahabat Rasulullah yang berasal dari Persia) berkata: “Saya telah menyaksikan Fathimah Zahra sedang menumbuk gandum. Kemudian saya menghampiri dan berkata kepadanya; “Wahai putri Rasulullah, kenapa merepotkan diri anda sendiri, sementara pembantumu Fidhah Hindi sedang berdiri di sampingmu? Kenapa tidak pembantumu saja yang mengerjakannya?”.

Baca Lanjutannya…

 

ya-zahra.jpg

“Apabila ia tidak dapat melihat-ku (buta), namun saya dapat melihat-nya (tidak buta) dan ia dapat mencium aroma-ku”.

Baca Lanjutannya…

ya-zahraas.jpg

“Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang paling ramah dalam berhadapan dengan yang lainnya. Dan sebaik-baiknya kalian adalah orang-orang yang memuliakan para istrinya”.

Baca Lanjutannya…

Beliau yang merupakan wanita paling mulia dan tergolong manusia pilihan kenapa di akhir hayatnya berwasiat seperti itu? Jawaban dari pertanyaan ini akan dapat menyingkap berbagai hakekat akan kebenaran agama Allah yang diturunkan kepada manusia suci Muhammad bin Abdillah saww.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 25, 2007

Sungguh Ajaib…!, Perempuan Malaikat

mawar-salju.jpg

Tuhan mewahyukan kepada Nabi Uzair as akan menurunkan azab bagi kaumnya. Nabi Uzair as menyampaikan kabar tersebut kepada kaumnya. Kaumnya meminta kepadanya, untuk memohonkan kepada Tuhan agar menangguhkan azab-Nya. Tuhan mewahyukan kepada Nabi Uzair as bahwa azab tersebut tidak dapat ditangguhkan kecuali mereka dimaafkan oleh salah satu hamba-Nya yang tinggal di sebuah pulau. Kemudian mereka pergi ke pulau tersebut dan mereka menemui seorang perempuan yang wajahnya sangat bercahaya dan memiliki kharisma yang selalu terpancar darinya.

Baca Lanjutannya…

kitab-suciku-al-quran.gif

Dalam kesempatan ini saya berusaha untuk menganalisa kembali tentang ‘apakah benar bahwa Hawa sebagai penyebab terusirnnya Nabi Adam dari surga?”, dengan mengadakan perbandingan antara dua kitab suci yaitu al-Qur’an dan Perjanjian Lama (Taurat)

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 22, 2007

Selamat! Hari ini, Hari Perawat

Hari ini ialah tanggal 5 Jumadil-Awal dalam tanggalan Hijriyah Qomariyah. Lantas apa hubungannya antara “hari perawat” dengan tanggalan ini? Pada hari ini telah lahir seorang wanita besar dan agung yang patut menjadi contoh bagi para wanita pada khususnya dan bagi kaum pria pada umumnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 20, 2007

Panduan Hubungan (Biologis) Suami-Istri (2)

mawar-sejoli.jpg

Berkaitan dengan hal ini Rasulullah saww bersabda: “Janganlah kalian berhubungan biologis dalam keadaan berdiri karena itu merupakan prilaku keledai. Dan jika bayi terlahir darinya maka ia akan kencingan (ketika tidur ia akan kencingan) diranjang, ia tidak dapat menahan kencingnya seperti keledai yang kencingan disemua tempat”.

Baca Lanjutannya…

s_hijab15.jpg

Bila kembali kita cermati ayat al-Qur’an tentang hijab, wanita muslimah diperintahkan untuk mengenakan busana muslimah ketika ia hendak keluar rumah dan berhadapan dengan lelaki non mahram. Karena jika ia berada di dalam rumah dan tidak ada laki-laki non mahram ia tidak perlu mengenakan busana muslimah. Ini berarti al-Qur’an berkata: beraktifitaslah wahai pemakai busana muslimah!

Hak asasi dan kebebasan yang telah dikeluarkan dari kantongnya sendiri. Jika salah seorang dari mereka terbunuh oleh seorang muslim, mereka langsung akan berteriak dan turun tangan untuk menanganinya dengan alasan pembunuhan bertentangan dengan hak-hak asasi manusia. Namun ketika berjuta-juta muslim di Palestina, Afaganistan … dibunuh secara massal oleh tentara Israel, Amerika dan sekutu-sekutunya, mereka yang selalu menggembor-gemborkan hak-hak asasi manusia diam seribu bahasa. Apakah mereka yang terbunuh bukan manusia? Ini semua menunjukkan terjadinya diskriminasi hak-hak asasi manusia. Saat ini, tidak selayaknya lagi digunakan istilah “hak-hak asasi manusia”, namun yang lebih tepat digunakan adalah “hak-hak asasi sebagian manusia”.

Baca Lanjutannya…

“Sebagian hadis menunjukkan bahwa Rasulullah tidak menikah dengan seorang gadispun kecuali Aisyah. Dalam beberapa riwayat lain menjelaskan bahwa Sy. Khadijah sebelum menikah dengan Nabi Muhamad saww telah menikah sebanyak 2 kali. Namun kami meragukan keshahihan riwayat-riwayat tersebut. Karena pertama, Ibnu Syahr Asyub berkata: “Ahmad Biladzari, Abu al-Qasim Kufi, Sayyid Murtadha dalam Syafi dan Abu Jakfar dalam Talkhis meriwayatkan bahwa Nabi Muhamad saww telah menikah dengan Sy. Khadijah sementara beliau dalam keadaan gadis”. Kedua, tidak jauh kemungkinan pada jangka lama ini beliau tidak menikah dengan siapapun, karena ayahnya telah meninggal di perang Fijar. Dan wali beliau tidak memiliki kekuasaan dalam memaksa beliau untuk menikah. Beliau telah menolak lamaran beberapa pembesar, sampai akhirnya beliau menemukan suami yang diidamkannya yang memiliki sifat-sifat mulia dan kepribadian yang agung. Begitupula, berkaitan dengan usia pernikahan Sy. Khadijah terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama. Meskipun berdasarkan pendapat termasyhur yang beliau menikah dengan Nabi Muhamad saww pada usia pada 40 tahun namun sebagian mengatakan beliau menikah pada usia 25, 28, 30, 35 bahkan ada yang mengatakan pada usia 45 tahun”. 

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 15, 2007

Dibalik Keagungan Imam Khomaeni (2)

imam-khomeini.jpg

Pada suatu hari, saya duduk di samping ibu mertuaku (istri Imam Khomaeni). Imam Khomaeni berkata: “Khonum (yang dalam bahasa Indonesia artinya ialah ibu) sudah minum obat? Atau jika belum saya ambilkan air untuk minum obat. Sekarang sudah waktunya minum obat”. “Belum, saya belum minum obat. Biar saya sendiri yang mengambil air untuk minum obat” kata ibu mertuaku.

Baca Lanjutannya…

s_hijab19.jpg

Islam tidak menerima kebebasan tanpa batas karena kebebasan hanyalah sebuah sarana, bukan tujuan. Berbeda dengan ucapan Lord yang mengatakan bahwa kebebasan adalah sebuah tujuan yang berarti manusia dapat melakukan apa saja demi tercapainya tujuan berupa kebebasan. Islam tidak menerima kebebasan mutlak karena fitrah, akal dan agama telah membatasi kebebasan. Manusia sendiri adalah obyek yang terbatas sehingga tidak mungkin memiliki kebebasan tanpa batas .

Baca Lanjutannya…

Syeihk Abbas Qumi berkata: “Salah satu nama dari pada ibu Imam Mahdi aj adalah Shaqil, nama ini diberikan karena diwaktu cahaya, wujud janin beliau diletakaan dalam rahim Bunda yang mulia ini, cahaya kemilau memancar meliputi seluruh badannya. Karena ia dinamai Shaqil yang berarti “pemberi kecemerlangan”. Nama-nama lain Bunda Nargis ialah; Raihanah dan Susan.

Baca Lanjutannya…

s_hijab20.jpg

Dalam konsep kebebasan terdapat tiga pertanyaan yang harus dijawab: Siapakah subjek kebebasan? Apa penghalang kebebasan? Apa tujuan kebebasan? Berdasarkan ketiga ini, dapat diambil kesimpulan bahwa kebebasan berarti bebas atau terlepasnya seseorang atau sekelompok orang dari kekangan orang atau hal lainnya untuk melakukan sebuah pekerjaan atau untuk berprilaku tertentu. Secara simbolis dapat dikatan bahwa si A terlepas dari B untuk berprilaku C. Pengertian ini sesuai dengan pernyataan Mack.C yang berbunyi: “X is free from Y to do or be Z” dengan X = subjek, Y = penghalang dan Z = tujuan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 11, 2007

Karena Allah swt

Pada keesokan harinya, para pembangun masjid sangat marah sewaktu menyaksikan tulisan ‘Masjid Buhlul’ di atas masjid. Kemudian mereka mencari Buhlul. ketika mereka menemukan Buhlul, lalu mereka memukulinya seraya bertanya kepadanya: “Kenapa engkau telah menyia-nyiakan kerja keras kami dan menamai masjid dengan namamu?”.

Baca Lanjutannya…

hijab-dan-kebebasan.jpg

Penganut liberalisme selalu berusaha mengagung-agungkan masalah kebebasan. Segala sesuatu yang membatasi kebebasan mereka anggap bertentangan dengan hak asasi manusia. Salah satu hal yang dianggap bertentangan dengan kebebasan adalah hijab (jilbab). Perintah mengenakan busana muslimah kepada perempuan muslimah dianggap bertentangan dengan kebebasan dan hak asasi wanita. Mengapa pakaian perempuan muslimah harus dibatasi? Bukankah ia bebas untuk berbusana apapun? Bukankah jilbab membatasi aktifitasnya?

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 7, 2007

“Wah Matching Banget Penampilanmu, Sayang?!”

Hasan bin Jaham berkata: “Imam Kazim (Imam ke-7) as telah mewarnai rambutnya (dengan pacar) dan merias (menyisir dan merapihkan penampilan) dirinya, lantas aku berkata: “Wahai yang jiwaku sebagai tebusannya, apakah tuan juga mewarnai rambut (dengan pacar)? Beliau menjawab: “Ya, karena penampilan rapih suami akan menyebabkan kehormatan dan keterjagaan (Iffah) para istri. Ketidakterjagaan (penyelewengan) para istri dikarenakan penampilan yang tidak terawat para suami.”Imam melanjutkan; “Apakah engkau senang melihat istrimu tampil tidak rapih dan cantik (berias)? Aku menjawab: “Tidak, wahai junjunganku”. Imam as kembali berkata: “Istrimu juga seperti itu, tidak senang melihatmu dalam keadaan tidak rapih.”

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 5, 2007

Kunci Kesuksesan ‘Murthadha Muthahari’

motahhari.jpg

“Salah satu kunci kesuksesan beliau yang sangat menarik, sejak usia 15 tahun beliau selalu mencatat semua yang telah dibaca (poin-poin penting dan garis besar pembahasan), sampai-sampai beliau memiliki buku catatan berdasarkan Abjad. Bahkan beliau selalu menyarankan kepada kita ketika ingin membaca sebuah buku maka bacalah sebanyak tiga kali: Pertama, bacalah! Kedua, pahamilah! Dan ketiga, perdalamilah. Sampai beliau menghapal setiap buku yang beliau baca”, Lanjutnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 2, 2007

‘Super-Women’

Ummu Sulaim berkata: “Beberapa waktu lalu engkau telah diberi amanat oleh seseorang. Sekarang telah aku kembalikan amanat tersebut kepada pemiliknya. Engkau tidak merasa khawatir khan?”. “Kenapa aku harus merasa khawatir, memang sudah semestinya sebuah amanat harus dikembalikan kepada pemiliknya”, jawab Thalhah. Mendengar hal itu lantas Ummu Sulaim melanjutkan ucapannya; “Allah swt telah menitipkan kepada kita amanat berupa seorang anak. Dan sekarang, amanat tersebut telah diambil kembali oleh Pemiliknya”.
  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Mei 1, 2007

Perempuan dan Syarat Keunggulan Masyarakat

Mengingat begitu fundamentalnya peranan wanita dalam membentuk karakter pribadi sebuah bangsa, ia pun sanggup menjadikan bangsa tersebut unggul atau hancur. Kenapa demikian? Karena sebuah bangsa atau masyarakat adalah komunitas yang terbentuk dari pribadi-pribadi, sedangkan yang membentuk karakter pribadi adalah keluarga. Mustahil ada sebuah masyarakat kalau di sana tak ada keluarga. Lantas siapa yang lebih banyak berperan dalam sebuah keluarga? Tentu wanita, yaitu tatkala ia berperan sebagai seorang ibu. Dalam hal ini Imam Khomaeni berkata; “Dalam pangkuan seorang wanita, lelaki dapat mencapai mi’raj (perjalanan langit)”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 29, 2007

Menanggapi Tulisan ‘Blog SangOtak’ tentang Perempuan

perempuan-terpelajar.jpg

Menanggapi tulisan SangOtak yang menyatakan: “Dan tentu saja jika pertanyaan ini terlontarkan apakah benar “Wanita tercipta untuk Lelaki ?” pasti mereka akan menolak mentah-mentah. Padahal tidak ada yang membenarkan bahwa Wanita itu tercipta untuk Lelaki. Seperti pepatah mengatakan “Wanita itu terbuat dari tulang rusuk laki – laki”. Dilihat dari karakteristik tulang rusuk adalah bengkok, jika diluruskan akan patah akan tetapi jika dibiarkan akan tetap bengkok “Kasihan”. Inilah salah satu tugas para Lelaki untuk meluruskan tulang rusuknya yang bengkok tanpa harus mematahkannya”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 27, 2007

Balasan Sedekah

“Wahai hamba Allah, relakah anda, suapan ini (anaknya hampir saja jadi santapan srigala) sebagai gantinya suapan itu (suapannya yang telah diberikan kepada seorang pengemis)?”

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 27, 2007

Wanita dalam Perspektif Fathimah az-Zahra as

ya-zahra.jpg

Fathimah az-Zahra as telah sampai kepada tingkat ubudiyyah yang tinggi di mana manusia paling ‘abid (penghamba) selainnya hanyalah Rasulullah saww dan Imam Ali as. Ketika malam tiba, beliau selalu sibuk dan asyik memuja Allah swt di mihrabnya hingga fajar menjelang, sampai-sampai kakinya bengkak. Beliau pulalah yang beruntung dengan penyucian yang diberikan Allah seperti yang terekam di dalam ayat Thathhir. Imam Ali as sendiri, sang suami, ketika ditanya Rasulullah saww tentang az-Zahra, menggambarkannya sebagai penolong paling baik dalam ketaatan kepada Allah SWT. Imam Khomeini ra berkata: “Seandainya Fathimah as itu laki-laki, maka dia akan menjadi Nabi dan seandainya dia laki-laki, dia akan berada di posisi Rasulullah saww”.

Baca Lanjutannya…

2037620558_74b23d9331_m.jpg

Dalam artikel ini, akan dibahas tentang adab islami (panduan Islam) berkaitan dengan hubungan biologis suami istri. Meskipun sebelumnya saya merasa hal yang sangat privasi dan mungkin hal yang tabu, tetapi ketika melihat ternyata pengetahuan yang benar sesuai dengan anjuran Islam tentang hal ini akan dapat memberikan pengaruh kepada anak yang akan dididik maka saya kira sebaiknya hal ini kita singgung juga

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 25, 2007

Kebebasan, yang Membikin Gila

Dalam menjawab pertanyaanya ia berujar: “Saya selalu mencari kebebasan, saya senantiasa berkelana mencari sesuatu yang serasa hilang dariku. Kucari kebebasan, ku jelajahi beberapa Negara Eropa (beliau telah menjelajahi beberapa Negara Eropa, seperti Inggris, belanda, Jerman, Prancis, …dsb) untuk mencari kebebasan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 24, 2007

Jilbab, Yang Membebaskan

belajar 

Nong Darol Mahamada memulai tulisannya dengan pertanyaan “Benarkah jilbab itu adalah syariat Islam?” Kemudian, dengan menelaah buku “Kritik Atas Jilbab” karya Muhammad Said Al-Asymawi yang diterbitkan oleh JIL bulan April 2003, Nong Darol menemukan jawabannya, yaitu sebagai berikut.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 24, 2007

20 Tahun Sebelum Kelahiran …

Ia menjawab: “20 tahun sebelum kelahirannya. Jika tidak berhasil, maka harus dimulai lebih cepat dari itu”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 22, 2007

‘Hak Tuhan Berada di atas Hak Suami’

Ia memahami maksud pertanyaanku, seusai menarik nafas lantas ia berujar: “Suamiku telah melarangku mengenakan jilbab, dan memerintahkanku untuk menanggalkannya. Ia tidak menyukai aku berbusana muslimah. Sebenarnya, aku ingin sekali memakai busana muslimah, tapi bagaimana lagi seorang istri harus mentaati perintah suaminya”.  

Baca Lanjutannya…

Bahkan dalam beberapa riwayat, dijelaskan pula tentang pahala dan balasan atas pelayanan yang dilakukan istri untuk suaminya, ataupun suami untuk istrinya, yang bukan merupakan kewajibannya. Tetapi mereka lakukan karena Allah, dan karena rasa kasih dan sayang yang terjalin antara satu sama lainnya. Dan pasangan tersebut, tidak mengatakan lagi di antara keduanya aku dan engkau. Tapi, selalu mengatakan kita, seakan-akan sudah menjadi satu jiwa dan satu nafas.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 22, 2007

Tidaklah Sia-Sia Persembahan-ku!?

rasulullah.jpg 

Tolong khabari aku bagaimana keadaannya? Setelah melihat ketegaran perempuan tersebut lalu anak muda menjawab pertanyaannya, seraya berkata: “Alhamdulillah Nabi Muhamad saww selamat”. Wajah perempuan menjadi cerah ceria sewaktu mendengar perihal keadaan Nabi Muhamad saww. Kemudian ia berkata: “Persembahan kami tidaklah sia-sia”.

Baca Lanjutannya…

Pemenuhan kebutuhan ibu dari para anak bukan hanya bersifat wajib saja, bahkan lebih dari itu, tolok ukurnya adalah ma’ruf. Kata “ma’ruf”, yang banyak digunakan dalam ajaran agama Islam, memiliki arti yang lebih luas dari ungkapan “sesuai dengan undang-undang dan keadilan”. Karena ia pun mencakup segala perbuatan yang memiliki nilai moral maupun insani. Oleh karenanya, jika dikatakan “berlaku adillah dengan wanita”, artinya berikanlah hak-haknya dan berlaku secara adil dengannya. Namun, jika dikatakan “berlaku ma’ruf terhadapnya”, maksudnya selain berlaku adil dan memberikan hak-hak wanita ia juga hendaknya berlaku sesuai dengan tuntutan nilai insani dan islami.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 20, 2007

Katakan, “Aku Cinta Padamu”

cinta-suci.jpg

Pasangan suami istri sudah sewajarnya ingin mengetahui hal ini, terkhusus istri yang akan merasa senang disaat yang dicintainya menunjukkan kecintaan kepadanya. Islam telah memberikan tips agar tetap mesra dan harmonis, meskipun usia perkawinan telah lama. Salah satu trik untuk menunjukkan rasa cinta kepada pasangan kita ialah dengan mengucapkan, “aku cinta padamu”. Ungkapan “aku cinta padamu” suami kepada istrinya tidak akan menurunkan kewibawaan suami.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 19, 2007

Bincang dengan Putri Imam Khomaeni (DR. Zahro Mustafawi)

“Ringkas saja, saya ingin mengetahui bagaimana Anda dapat mencapai kesuksesan seperti ini?”. Sejenak beliau tersenyum, dengan rendah hati beliau menjawab: “Kesuksesan apa? Mungkin dari segi keilmuan saya dapat dikatakan sukses”. Lantas beliau menjelasakan bahwa, dalam masalah piritual dan keimanan kita semua senantiasa memerlukan bimbingan-Nya. Tidak ada seorang pun yang berani mengatakan: “Saya sukses dalam spiritual dan keimanan”.

Baca Lanjutannya…

Setelah mereka menjadi pasangan suami-istri, maka terdapat hak-hak dan kewajiban masing-masing yang harus dihormati dan dilaksanakan. Sebagaimana seorang istri mempunyai hak dan kewajiban, begitu pula seorang suami. Jika pihak suami ataupun istri melalaikan kewajiban tersebut, maka dalam bahasa fikih dan al-Quran dianggap istri atau suami nusyuzd.[3] Walaupun penerapan kata ini sering digunakan untuk pihak perempuan, akan tetapi juga dapat dipraktekkan untuk pihak lelaki. Dalam al-Qur’an dengan jelas menyebutkan bahwa istilah ini juga digunakan untuk kedua belah pihak, baik suami maupun istri.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 18, 2007

Perempuan Iran

pasdaran-perempuan.jpg

Sebagaimana umumnya perempuan Melayu, saya biasanya memendam kekesalan dengan diam atau menangis. Melihat ada perempuan lain dengan gagah berani menampar lelaki kurang ajar membuat saya merasa terwakili. Meskipun sebenarnya pengalaman saya beberapa kali kena colek lelaki kurang ajar terjadi di negeri saya sendiri, bukan di Iran.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 17, 2007

Cinta Sejati (3)

Tiba giliran anak terkecil yaitu balita menyusui. Ia bersabar sewaktu anak-anak lainnya dilempar ke dalam tungku api. Namun hatinya teriris di saat menyaksikan bayinya akan dilempar ke dalam tungku api. Fir’aun berkata: “Jika tetap beriman kepada Tuhanmu, maka bayi ini akan aku lemparkan ke dalam tungku”. Hampir saja ia hendak berkata, tiba-tiba bayinya berkata: “Bersabarlah, engkau benar wahai ibuku!”. Akhirnya Fir’aun melemparkan bayinya ke dalam tungku. Terakhir Fir’aun melemparkan perias tersebut ke dalam tungku api, sampai akhirnya mati syahid dan menemui Kekasih sejatinya..

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 17, 2007

Mengenal Keutamaan Sayyidah Fathimah Az-Zahra as (2)

mawar-ilahi.jpg

Pada malam Jumat, aku melihat ibuku sedang beribadah sepanjang malam. Beliau berdiri, ruku’ dan sujud sampai menjelang matahari terbit. Aku mendengar beliau menyebutkan satu persatu nama-nama orang mukmin baik laki-laki maupun perempuan dan mendoakan mereka semua. Sementara beliau tidak berdoa untuk dirinya sendiri. Setelah itu aku bertanya kepadanya, Ibu! Mengapa kau berdoa hanya untuk orang lain? Sementara engkau tidak berdoa untuk dirimu sendiri?. Beliau menjawab, Anakku! Pertama tetangga, kemudian keluarga

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 17, 2007

Kami Ingin Memiliki Anak yang Saleh

 safiah-mujtahidah.jpg

Dalam berbagai sistem pendidikan -baik formal maupun informal- pemenuhan kebutuhan materi dan non materi manusia haruslah dipenuhi secara seimbang. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ketiga hadis di atas. Nama baik yang diberikan orang tua akan berpengaruh pada kepribadian anak. Membaca al-Qur’an dan menulis mengisyaratkann pada perkembangan intelektual anak. Berenang dan memanah mengisyaratkan akan perkembangan jasmani anak. Mencintai Nabi dan keluarganya, membaca al-Quran mengiyaratkan pada perkembangan religius dan sepiritual anak.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 16, 2007

Yang Dimintai Pertanggungjawaban dari Kedua Orang Tua

ama-adik-icut.jpg 

Anak merupakan bagian dari keluarga. Dan berdasarkan ayat di atas orang tua berkewajiban untuk menjaganya dari api neraka. Lantas bagaimana menjaga keluarga terkhusus anak dari api neraka? Ialah dengan cara mendidik dan mengajarkan kepadanya untuk meninggalkan hal-hal yang membuatnya terjerumus ke dalam api neraka. 

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 16, 2007

Untuk-mu Ya Fathimah Zahra as

Kini kutahu siapakah dirimu

Engkau jelmaan cahaya Tuhan

Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan

Engkau lambang kebesaran Tuhan Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 16, 2007

Pesan Seorang Dokter Spesialis Kandungan

10gadis2_s.jpg 

Oleh karenanya salah satu penghambat kebebasan berbusana muslimah untuk berkarier, maju dan beraktifitas hanyalah lingkungannya yang kurang sehat, bukanlah busana. “Busana muslimah bukan hanya merupakan symbol keislaman, namun lebih dari itu, ia perwujudan dari penjagaan jati diri insani perempuan. Busana muslimah bukan bentuk pemenjaraan perempuan, namun pembebasan. Di balik busana muslimah, perempuan dikenal siapa jati dirinya, bukan tubuhnya”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 16, 2007

Mengenal Keutamaan Sayyidah Fathimah Az-Zahra as

895735_rose.jpg

Pada suatu hari ummul mukminin Aisyah berkata: “Rasulullah (pada waktu ajalnya sudah mendekat) berkata:“Wahai Fathimah! Apakah engkau tidak bahagia sebagai penghulu para wanita dua alam dan penghulu para wanita beriman?

Baca Lanjutannya…

Sebagian orang kadang terjerumus dalam kesalahan di saat mendefinisikan kata adil dengan mengartikan dan mengidentikkannya dengan persamaan, padahal tidak ada konsekuensi antara keadilan dengan persamaan. Memang sebagian keadilan mempunyai arti persamaan tapi tidak semua persamaan itu berarti keadilan. Oleh karena itu, definisi yang tepat untuk keadilan ialah “memberikan hak kepada pemiliknya” atau “menempatkan sesuatu pada tempatnya”. Berdasarkan definisi di atas, Islam telah berlaku adil dengan memberikan hak dan menempatkan perempuan pada tempatnya sesuai dengan kodrat yang ia miliki. 

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 15, 2007

Perempuan Buta, Tuli, Bisu dan Lumpuh

desa-iran.jpg 

Maksud ayahku, bahwa aku buta karena aku tidak pernah melihat laki-laki yang bukan muhrim. Aku tuli karena aku tidak pernah mendengar perkataan buruk. Aku bisu karena aku tidak pernah menggunjing orang dan mengatakan perkataan buruk, serta aku lumpuh karena aku tidak pernah melangkahkan kakiku menuju tempat-tempat maksiat”.

  Baca Lanjutannya…

isfahan.jpg

Beliau satu-satunya perempuan yang mencapai derajat ijtihad pada zamannya. Prestasi beliau yang luar biasa tersebut menyebabkan banyak berdatangannya para tokoh dan ulama dari berbagai negara Islam untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan beliau. Diantara para ulama besar yang mendatangi beliau adalah: Ayatullah al-Udzma Mar’asyi Najafi, Allamah M Husein at-Thabathaba’i (pemilik tafsir Mizan), Allamah Muhammad Taqi Jakfari (filsuf muslim ternama) dan para dosen dari berbagai universitas.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 14, 2007

Di Balik Keagungan Imam Khomaeni (1)

bikin-teh-sendiri.gif

Ketika saya ikut hadir dalam pertemuan dengan salah satu putri imam Khomaeni, beliau berkata: “Imam tidak pernah memberikan perintah kepada istrinya, di saat beliau memerlukan sesuatu maka beliau akan mengatakan seperti ini: “Siapa yang akan membuatkan teh untukku? Siapa yang akan menjahitkan bajuku?” (ini diantara contoh-contohnya). Ternyata keagungan imam khomaeni tidak hanya pada masalah-masalah besar saja, semua gerak-gerik beliau mengisyaratkan akan keagungan pribadi beliau.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 14, 2007

Wanita, Tradisi dan Konsep Keadilan Gender (3)

Jauh-dekatnya seseorang dari Allah berarti kuat-lemahnya realisasi sifat Tuhan pada diri manusia. yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang dapat mencapai kesempurnaan dan dapat sampai ke maqam qurb ? Ayat di atas dengan jelas telah mensinyalir bahwa manusialah yang dapat sampai ke maqam tersebut. Dari sisi lain, manusia terdiri dari lelaki dan perempuan, maka tidak ada bedanya baik lelaki maupun perempuan. Keduanya mempunyai potensi untuk mencapai derajat kedekatan Ilahi ( maqam qurb).

  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 13, 2007

Cinta Sejati (2)

Disebutkan dalam al-Qur’an, Asiyah telah memohon kepada Allah swt untuk dibangunkan rumah di surga. Kemudian Allah mengabulkan permohonannya tersebut. Namun kecintaan Asiyah kepada Allah menyebabkan ia disiksa oleh suaminya, Fir’aun. Kecintaan pada Kekasih sejatinya (Allah swt) menjadikan semua siksaan baginya tiadalah artinya. Fir’aun telah memerintahkan untuk memaku badan Asiyah pecinta Sang Kekasih sejati. Tidak cukup sampai di situ, matanya pun telah dipaku. Namun ia tetap tersenyum dan ceria dengan kondisi seperti ini.

(Sumber: Dastanho-ye Mauzui, Kazim Said Pur, hal 58)

Dari zahir ayat ini kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk nabi Adam, sebagaimana yang disebutkan oleh beberapa hadis. Selain itu juga ada hadis yang menunjukan proses penciptaan Hawa terpisah dari penciptaan Adam, dimana seseorang bertanya kepada Imam Baqir ;”wahai imam dari apakah Tuhan menciptakan Hawa? Imam seraya berkata:”Apa pendapat orang –orang tentang hal ini? ia menjawab : mereka berpendapat bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam. Kemudian imam kembali berkata: “mereka berkata bohong, apakah Tuhan tidak mampu menciptakan Hawa selain dari tulang rusuk nabi Adam?”

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 12, 2007

Busana Muslimah

seragam-sekolah.jpg                                                       

Busana  Muslimah…                  

Denganmu, wanita dikatakan berakidah..

Denganmu, wanita dikatakan mukminah..  

Denganmu, wanita dikatakan sempurna..

Denganmu, wanita dikatakan berwibawa..

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 12, 2007

Cinta Sejati (1)

Ketika Aziz Mesir meninggal, Zulaikha telah beriman kepada Nabi Yusuf as. Lantas Nabi Yusuf menikah dengannya. Seusai melaksanakan pernikahan, Zulaikha pergi menyendiri untuk beribadah. Pada siang hari, Nabi Yusuf mengajaknya untuk bermesraan, namun Zulaikha menjanjikannya pada waktu malam hari. Saat malam tiba, ia menjanjikannya siang hari. Sampai akhirnya Nabi Yusuf bertanya kepadanya: “Mana bukti cintamu kepadaku?” Zulaikha menjawab: “Wahai utusan Tuhan, dulu aku mencintamu di saat aku tidak mengenal Tuhan-mu. Namun setelah mengenal-Nya, segala kecintaan lain telah keluar dari hatiku, serta aku tidak akan pernah memilih kecintaan lainnya”. [Euis D]

(Sumber: Dastanho-ye Mauzui, Kazim Said Pur, hal164-165)

Oleh: islam feminis | April 12, 2007

Dan Dialah Sayyidah Zainab al-Kubro

mawar-nainawa.jpg

Setelah kelahiran Sayyidah Zainab as Imam Ali as tidak langsung memberikan nama kepadanya. Ini membuat Sayyidah Fathimah Zahro as menanyakan sebabnya kepada Imam Ali. Imam Ali as menjawab: “Kita tnggu saja sampai Rasulullah saww sendiri yang memberikan nama kepadanya”. Setelah mendengar hal itu, Sayyidah Fathimah Zahro as menggendong bayinya dan menuju rumah Rasulullah saww untuk mengemukakan perkara tersebut. Pada saat itu turunlah Malaikat Jibril as dan berkata kepada Rasulullah saww: “Wahai utusan Allah, Allah swt telah mengirim salam untukmu dan Dia berfirman: “Namakan ia Zainab”. Namun setelah itu Malaikat Jibril as menangis. Menyaksikan hal itu, Rasulullah saww menanyakan sebab tangisan Jibril. Malaikat Jibril as menjawab: “Sejak awal sampai akhir, kehidupan bayi ini akan dipenuhi berbagai musibah dan cobaan”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 12, 2007

Wanita, Tradisi dan Konsep Keadilan Gender (1)

Memang sungguh ironis sekali, menurut keyakinan Arab Jahiliyah bahwa malaikat itu dianggap sebagai anak perempuan Tuhan, tetapi ketika mempunyai anak perempuan mereka merasa terhina. Padahal kalau mereka yakin bahwa malaikat itu anak perempuan-nya Tuhan, mestinya mereka bangga punya anak perempuan, yakni antara konsep dan praktek terjadi kontradiksi. Al-Quran secara eksplisit menjelaskan perihal tersebut: “Dan mereka menetapkan bagi Allah anak perempuan”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 11, 2007

Kisah Bijak (2)

Salah seorang pembesar telah ditanya; bagaimana Tuan dapat mencapai kedudukan seperti ini? Beliau menjawab: “Melalui doa ibuku. Pada suatu malam beliau meminta air dariku. Lantas aku mengambilkan dan hendak memberikan kepadanya, namun aku melihat beliau telah tertidur kembali. Menyaksikan hal itu aku berdiri menunggunya hingga waktu subuh. Sewaktu ibuku terbangun dengan penuh rasa heran beliau bertanya: “Kenapa berdiri?” lantas aku menceritakan sebab berdiriku kepadanya. Melihat hal tersebut kemudian ibuku bangkit untuk melaksanakan shalat dan berdoa seraya berkata: “Wahai Tuhanku, sebagaimana anakku ini telah menghormati dan memuliakanku maka muliakan dan jadikanlah orang besar di antara makhluk-Mu”. [Euis.D]

(Sumber: Dantanhoye Mauzu, karya Kazim Said Pur)

Oleh: islam feminis | April 11, 2007

Kisah Bijak (1)

Salah seorang arif (bijak) berkata: “Aku memiliki seorang anak berumur tiga puluh tahun. Namun hingga kini aku tidak pernah memberikan perintah kepadanya, karena aku takut ia tidak mentaati perintahku yang akhirnya akan menyebabkan ia mendapatkan siksa”. [Euis.D]

Oleh: islam feminis | April 11, 2007

Menjawab Tafsir Misoginis (2)

Pada zaman jahiliyah, jika masyarakat tidak membunuh anak perempuan niscaya mereka akan mendidiknya dengan berbagai corak dandanan dan perhiasan. Cara mendidik semacam ini menyebabkan kemampuan berpikir, yang didapat melalui akal teoritis anak-anak perempuan tersebut tidak dapat berkembang. Allah swt dalam ayat di atas telah mencela metode pendidikan seperti itu. Berargumen dengan ayat di atas untuk merendahkan martabat wanita sangatlah tidak tepat, karena hukum semacam itu tidak dapat digeneralisasikan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 11, 2007

Menjawab Tafsir Misoginis (1)

Tetapi mungkin muncul pertanyaan lain, kalaulah hadis tersebut tidak mencakup semua perempuan dan merupakan proposisi eksternal lantas kenapa dalam riwayat tersebut kata”nisa” (berarti: perempuan) memakai alif-lam sehingga dibaca ‘an-nisa’. Sementara dalam kaidah bahasa Arab penggunaan alif-lam istighraq digunakan untuk menunjukkan umum dan mencakup semua yang sejenisnya, apakah ini tidak terjadi kontradiksi? Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | April 10, 2007

Busana Muslimah; antara Mode dan Etika

 gadis-gadis-kecil-berjilbab.jpg 

Agama tidak pernah melarang manusia untuk mengikuti mode. Karena mode dan seni adalah salah satu pengejawantaan dari budaya. Sedang budaya adalah bagian primer dari kehidupan manusia, dimana tanpa budaya manusia tidak akan dapat menuju kesempurnaan yang diidamkan oleh hati sanubari setiap manusia berakal sehat. Akan tetapi, Islam adalah agama yang hendak membebaskan manusia dari berbagai bentuk perbudakan dan keterkekangan dari segala macam belenggu, termasuk diperbudak dan dikekang oleh mode. Mode tidak lebih hanya sekedar sarana untuk mencapai kesempurnaan, bukan tujuan utama.

Baca Lanjutannya…

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.