Oleh: islam feminis | Januari 24, 2014

“KENAPA SAYA SELALU DIUJI?”

Saya seorang ibu rumah tangga, ketika sudah menikah saya berharap dapat hidup bahagia dan keluar dari kesulitan yang selama ini selalu saya alami dalam hidup. Sejak kecil saya hidup sulit. Ternyata, setelah menikah pun berbagai masalah dan musibah datang silih berganti. Entah dari sikap suami sendiri, atau masalah ekonomi. Terkadang saya bertanya dalam hati, “Kenapa saya selalu diuji? Apakah dosa saya?”

 

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 14, 2014

Hijab, Etika Pergaulan Islami dan Kebebasan

Masalah hijab berkaitan erat dengan etika pergaulan seorang wanita muslimah dengan laki-laki non muhrim. Pasalnya, bila di dalam rumah, dan tidak ada laki-laki non muhrim, maka wanita tidak wajib berhijab.

 

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 29, 2009

Singgasana Para Pengantin; Ketegaran yang Berbuah Kebahagian

Dalam dunia kehidupan rumah tangga, bila pihak suami maupun istri bertindak tak ubahnya seorang majikan yang suka memerintah pembantunya, maka tak ada pilihan lain bagi pasangannya kecuali bersikap taat dan berserah diri. Kita seringkali menemui seorang suami yang memperlakukan istrinya seperti pelayan atau budak yang tidak punya pilihan selain ketaatan. Ini tercermin dari pertanyaan-pertanyaan sinis sang suami kepada istrinya seperti; mengapa engkau tidak mengerjakan ini, mengapa tidak engkau hidangkan makanan ini, mengapa dan mengapa. Seperti celoteh interogatif jaksa penuntut dihadapan terdakwa.

Baca Lanjutannya…

Tidak sedikit kalangan agamawan yang mencoba memberikan solusi. Alih-alih memberikan solusi, malah sebaliknya menambah kerumitan persoalan. Maka, mengikuti kelaziman, mempercayakan persoalan ini kepada nara sumber yang memiliki kapasitas dalam menguraikan kerumitan sumber hukum, didukung sikap jujur terhadap pandangannya. Imam Khomeini (ra) adalah salah satu sosok yang layak untuk diangkat. Tidak sedikit pernyataan beliau berkaitan dengan persoalan perempuan, baik yang disampaikan dalam berbagai kongres perempuan, hari ibu ataupun pertemuan-pertemuan lainnya. Dengan mengamati berbagai pernyataan Imam tersebut, kita akan mencoba memahami bagaimana sebenarnya pemikiran Imam, terutama berkaitan dengan peran perempuan di masyarakat.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 29, 2009

Hak Hak Wanita dalam Perspektif Imam Khomeini [ra]

Salah satu koresponden Jerman bertemu dan mewancarai Imam. Di bertanya, “Kami mendengar kalau Tasyayyu’ (baca: Syiah) menolak pola yang tidak sesuai dengan pola keberagamaan ?”. Imam menjawab, “Tasyayyu’ adalah aliran revolusioner dan penerus agama Muhammad saww, begitu pula pengikutnya yang selalu menjadi bahan (obyek) teror para pengecut dan penjajah. Tasyayyu’ bukan hanya tidak menolak peranan wanita dalam bidang-bidang kehidupan bahkan dalam kehidupan sosial politik selalu memposisikan wanita pada tempat yang tinggi. Kami menerima kemajuan Barat tapi tidak untuk kejahatan yang mereka sendiri teriakkan untuk itu”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 29, 2009

Perempuan dalam Perspektif Agama Samawi

Dalam ajaran Injil ulangan 25: 11-12 yang memerintahkan kita untuk memotong tangan perempuan yang menolong suaminya. Sementara dalam “Keluaran 21:7. Anda akan mendapat informasi bahwa seorang laki-laki dapat menjual anak perempuannya” . Sehingga Marthin Luther pendiri Mazhab Protestan berpesan agar menjauhkan perempuan dari tempat pelajaran, sebab tidak ada gunanya mendidik perempuan. Akhirnya Paus Cregorius VII memberi keputusan,“Para padri Kristen dilarang keras beristri, karena meraba tubuh perempan itu najis”. Dan dalam ajaran Yahudi, martabat wanita sama dengan pembantu. Ayah berhak menjual anak perempuan kalau ia tidak mempunyai saudara laki-laki. Ajaran mereka menganggap wanita sebagai sumber laknat karena dialah yang membuat Adam terusir dari Surga.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 3, 2009

Feminisme dan Kesalahan Paradigma

Feminisme dan Kesalahan Paradigma

Oleh: Dina Y. Sulaeman*

Dulu, sekitar bulan Oktober tahun 2004, masyarakat Indonesia diramaikan oleh kontroversi Draft Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang disusun oleh Departemen Agama RI dalam tim khusus bernama Tim Pengarusutamaan Jender. Tim yang dibiayai oleh The Asia Foundation (yang konon punya link dengan Zionisme Internasional) ini menawarkan rumusan baru fiqih Islam yang diselaraskan dengan karakteristik demokrasi dan pluralisme. Di antara pasal-pasal “pembaharuan” yang mereka susun adalah: asas perkawinan adalah monogami (pasal 3 ayat 1), perempuan bisa menjadi saksi sebagaimana laki-laki (pasal 11), calon istri bisa memberikan mahar (pasal 16), perkawinan beda agama diperbolehkan (pasal 54), bagian warisan untuk anak laki-laki dan anak perempuan sama (pasal 8 ayat 3), dan anak di luar nikah (zina) yang diketahui secara pasti ayah biologisnya tetap mendapatkan hak warisan dari ayahnya (pasal 16 ayat 2). Meskipun pelaksanaan dari draft KHI rancangan Depag ini terjegal oleh kritikan keras dari berbagai ormas-ormas Islam, namun kasus ini seolah menjadi bukti bahwa isu-isu jender dan feminisme memang tak akan berhenti dibicarakan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Desember 1, 2008

Cut Nyak Dhien Juga Cerdas di Bidang Agama

Sudah waktunya kebiasaan kurang baik ditinggalkan dan diganti dengan kebiasaan bernilai multi dalam kehidupan ini. Orang cerdas tidak akan memelihara kebiasaan tanpa multi makna dalam mencapai suatu tujuan. Sebaliknya pemikiran cerdas dimanfaatkan untuk melangkah bersama. Kini, di era globalisasi yang sarat informasi kiranya dapat dikaji nilai bernuansa Islam untuk mewujudkan keberhasilan bersama dalam kehidupan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 2, 2008

Zainab Al-Ghazali, Tokoh Pembela Perempuan

Zainab al-Ghazali adalah wanita luar biasa. Seperti Aisha Abd al-Rahman, tokoh asal Mesir ini begitu gigih memperjuangkan persamaan hak kaum perempuan berdasarkan keyakinannya, sesuai doktrin ajaran Islam yang benar. Oleh karenanya, sejarah mencatat Zainab lebih dikenal sebagai aktivis Islam ketimbang cendekiawan Islam.

Saat menginjak usia remaja, Zainab aktif di organisasi Persatuan Kelompok Feminis Mesir yang dibentuk oleh Huda Al-Sharawi tahun 1923. Namun tak lama dia mengundurkan diri dari organisasi itu karena bersebarangan pendapat mengenai perjuangan menuntut kesetaraan.

Dia tidak setuju dengan ide-ide sekular tentang gerakan pembebasan perempuan. Meski demikian, Al-Ghazali tetap menghormati Sharawi dan menyebutnya sebagai seorang wanita yang memiliki komitmen dan keimanan yang baik. Saat usianya 18 tahun (1936), dia mendirikan Asosiasi Wanita Muslim untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan kaum perempuan yang sesuai norma-norma Islam dan ditujukan untuk kepentingan-kepentingan Islam.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 31, 2008

Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan…!

Rasulullah SAWW berkhutbah dengan panjang lebar, menjelaskan tentang keutamaan bulan suci tersebut dan amalan-amalan yang selayaknya dilakukan. Di sini, kita akan menyimak isi khutbah tersebut sebagai bekal dan persiapan untuk memasuki bulan suci tersebut, dengan harapan semoga kita dapat menjadi tamu yang baik bagi Pengundang kita, Pemilik bulan suci nan mulia ini, Allah SWT.

  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 26, 2008

Ma, Tuhan Berada dimana Sich?

 

“Mama Allah ada di mana?”, kami jawab: “Ada di mana-mana”. Ketika ia mendengar jawaban saya secara spontan ia bertanya kembali: “Berarti kalau gitu Tuhan itu banyak dong, khan katanya ada di mana-mana?!”, ujarnya dengan penuh percaya diri …

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 18, 2008

‘Pengkhianatan terhadap Wanita’

‘Pengkhianatan terhadap Wanita’

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah…”. [At-Taghabun : 14]

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juni 21, 2008

‘Hijab Prosedurer’

Suami berperan memimpin keluarga dan tanggung jawabnya dalam menjaga kesucian istri dan keluarga merupakan masalah yang cukup serius. Suami yang tidak cemburu kepada istrinya adalah orang yang telah mengalami metamorfosa nilai-nilai insani, telah kehilangan fitrah dan akan mendapat laknat dari Allah karena mereka tidak menjaga keluarganya dari pandangan tak senonoh pria lain.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Maret 3, 2008

Arti Berbagai Nama dan Julukan Sayidah Fathimah Zahra AS

035.jpg

Imam Shadiq AS bersabda: “Beliau dinamakan Fathimah karena tidak ada keburukan dan kejahatan pada dirinya. Apabila tidak ada Ali AS, maka sampai hari Kiamat tidak akan ada seorangpun yang sepadan dengannya (untuk menjadi pasangannya)”.

Para Imam Ahlu-Bayt AS sangat memuliakan pemilik nama Fathimah tersebut. Salah satu pengikut Imam Jakfar as-Shadiq AS telah dikaruniai seorang anak perempuan, kemudian beliau bertanya kepadanya: “Engkau telah memberikan nama apa kepadanya?”. Ia menjawab: “Fathimah”. Mendengar itu Imam AS bersabda: “Fathimah, salam sejahtera atas Fathimah. Karena engkau telah menamainya Fathimah maka hati-hatilah. Jangan sampai engkau memukulnya, mengucapkan perkataan buruk kepadanya, dan muliakanlah ia.”

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Februari 25, 2008

Aku Bangga kepada-mu Sayang…!

2040052954_d02f4f70e7_m.jpg

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-Ruum:21)

Rasulullah bersabda: “Tidak ada bangunan dalam Islam yang lebih aku cintai dan lebih aku muliakan dari pernikahan . ” (Muntakhab Mizanul-Hikmah halaman 252)

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Februari 16, 2008

Sejarah Ringkas : Masjid al-Mukaddas Jamkaran

masjid-jamkaran.jpg

Sudah selayaknya para penziarah mendatangani tempat suci ini untuk mengambil berkah dan manfaatnya. Ketika kita berziarah ke tempat yang dimuliakan oleh Allah (swt) tersebut, kita harus menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak diridhoi Allah (swt). Karena hal itu, akan menyebabkan Imam Mahdi (af) mengabaikan kehadiran kita.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 21, 2008

Peran Perempuan dalam Tragedi Asyuro (bag-III)

asyura1.jpg

Syahidnya Imam Husain as merupakan detik-detik yang paling tragis dan sangat menyayat hati manusia manapun, khususnya bagi orang-orang yang menyaksikan langsung pembantaian dan perlakuan tidak manusiawi Umar bin Sa’ad serta bala tentaranya terhadap Imam Husain as dan para pembelanya. Bagaimana tidak, Imam Husain as yang merupakan manusia suci, cucu manusia termulia dan tersempurna di seluruh alam semesta ini—Rasulullah saw—dibunuh bak hewan najis. Kebiadaban para manusia durjana itu tidak cukup sampai di situ. Mereka menyerang kemah-kemah dan membakarnya. Busana dan perhiasan para perempuan dan laki-laki yang tersisa dari keluarga Imam Husain as dirampas secara paksa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 17, 2008

Peran Perempuan dalam Tragedi Asyuro (Bag-II)

 karbala2.jpg

Ummu Wahab, istri Abdullah bin Umair, mengambil tiang kemah dan diberikan kepada suaminya seraya berkata:”Wahai yang jiwaku sebagai tebusannya, berperanglah untuk membela keluarga Rasul”. Setelah suaminya syahid, ia meletakkan jenazah suami di pangkuannya. Syimr bin Dzil Zausyan–-laknat Allah SWT atasnya—memerintahkan budaknya untuk memukul kepala Ummu Wahab dengan tiang kemah tadi sampai akhirnya Ummu Wahab pun turut meneguk cawan kesyahidan sesuai impiannya. Ia adalah perempuan pertama yang syahid dalam membela Imam Husain as.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Januari 10, 2008

Peran Perempuan dalam Tragedi Asyuro (bag I)

v_zeinab_9.jpg

Nyawa manusia memang terhormat dan harus dijaga. Namun ketika bahaya menyerang agama, pada saat itu agama harus lebih diutamakan kendati nyawa akan melayang. Itulah yang dilakukan Imam Husain as di Karbala. Tapi yang menjadi pertanyaan ialah; Apakah Asyuro cukup sampai di sini? Siapakah duta-duta di balik tragedi Asyuro yang harus menyampaikan pesan Asyuro? Bagaimanakah peranan perempuan dalam hal ini?

Baca Lanjutannya…

Perempuan yang mempunyai kebiasaan waktu dan jumlah, jika ia melihat darah keluar pada waktu kebiasaannya, atau tiga hari lebih maju, atau tiga hari lebih mundur, sehingga dikatakan waktu haidnya terkadang maju atau mundur, meskipun darah tersebut tidak mempunyai ciri-ciri haid, maka ia harus tetap berprilaku sebagai orang haid. Adapun kalau setelahnya ia mengetahui ternyata bukan haid, seperti sebelum tiga hari sudah suci, maka ibadah yang ia tinggalkan harus ia qadha

Baca Lanjutannya…

usa-setan.jpg

Tidak dapat dipungkiri bahwa pornografi dan pornoaksi makin marak mewarnai kehidupan zaman sekarang ini, baik yang berskala nasional maupun internasional. Dan fenomena seperti ini telah membuat khawatir para orang tua, yang merupakan salah satu efek negatif zaman globalisasi…

Baca Lanjutannya…

khamenei.jpg

Beliau mengisyaratkan bahwa; “Kebebasan berpikir dan berpendapat haruslah tetap terjaga dan membudaya di kalangan Hauzah Ilmiah. Karena itu merupakan ciri khas Hauzah Ilmiah mazhab Syi’ah yang memberikan kebebasan berpikir dan berpendapat, kepada murid dan guru, selama masih tetap berada pada koridor adab Islam. Sebab dengan kebebasan berpikirlah ilmu akan semakin berkembang sehingga menelorkan pemikiran-pemikiran cemerlang baru”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 20, 2007

Makna Esoteris Haji

kabah.jpg

Dalam banyak hadis disebutkan, al-Quran memiliki makna zahir dan batin. Sehingga dari situ dapat dipastikan bahwa semua ayat-ayat yang tercantum di dalamnya pun terkandung muatan zahir dan batin pula. Lantaran hukum haji juga tertera dalam beberapa ayat-ayat al-Quran, oleh karenanya, dapat diambil konklusi bahwa sebagaimana haji memiliki tata cara zahir yang jelas -seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah saww- haji pun memiliki pemaknaan batin yang sangat berpengaruh pada kesempurnaan batin manusia.

  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 17, 2007

Terima Kasih Sayang, Engkau memang sangat Baik…!

buanga-ku.jpg

Hal ini pun hendaknya dilakukan dihadapan anak-anaknya sehingga mereka pun dapat belajar dari kedua orangtuanya dalam memberi penghargaan dan penghormatan kepada orang yang berbuat baik dan bekerja keras. Sehingga kita tidak perlu repot-repot mengajarkan memberikan penghargaan kepada orang lain kepada anak-anak kita. Karena mereka telah melihat pelajaran tersebut secara praktis, bukan hanya sekedar anjuran teoritis dan doktrinal belaka.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | November 12, 2007

Selamat, Hari ini Hari-mu wahai Putri-ku!

888420_daffodils.jpg

Mungkin di beberapa kawasan, masih terdapat budaya salah, yaitu memiliki anak perempuan tidak sebahagia ketika memiliki anak laki-laki. Hal ini, masih terjadi di beberapa negara Timur-Tengah. Walaupun budaya tersebut akarnya kembali ke budaya Arab Jahiliyah yang menomorduakan anak perempuan, bukan dari Islam. Dan tidak semua budaya yang berada di negara-negara Arab mesti berasal dari Islam. Oleh karenanya, Arab tidak selalu identik dengan Islam. Islam datang dan telah berupaya mengikis budaya salah tersebut dengan menganugerahkan manusia terkasih-Nya (Muhammad Rasulullah SAWW) seorang puteri, Fathimah az-Zahra AS.

  Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Oktober 19, 2007

Hijab dalam Pandangan Irfan (Tasawuf)

aktifis-muslimah.jpg

Semakin kuat seorang perempuan menjaga cintanya kepada Allah maka ia akan semakin berhati-hati menjaga hijab dirinya dari segala sesuatu yang dapat meruntuhkan nilai iffah (penjagaan) dan kehormatan dirinya di hadapan Allah. Ia akan menyadari bahwa hijab adalah salah satu penggalan cintanya kepada Allah dan merupakan jalan untuk meraih cinta Allah.

Baca Lanjutannya…

Perempuan yang selama dua bulan berturut-turut pada waktu tertentu keluar haid, tapi setelah tiga hari atau lebih darah tersebut berhenti, sementara jumlah secara keseluruhan baik hari yang keluar haid maupun yang terhenti adalah tidak lebih dari sepuluh hari.

Baca Lanjutannya…

haji-kecil.jpg

Beginilah akhir kehidupan pemimpin para kaum mukmin dan ahli takwa ini. Ali bin Abi Thalib AS yang selama ini selalu dipropagandakan oleh Muawiyah bin Abi Shofyan di wilayah Syam sebagai manusia keji dan pelaku dosa, dengan cara meninggal yang indah (yaitu dalam keadaan sujud di hadapan kekasih sejatinya) dan di tempat yang indah (yaitu masjid tempat mengungkapkan kecintaan hamba kepada kekasih sejatinya, Allah) menyebabkan keheranan banyak penduduk Syam dan tersingkapnya kebohongan berita-berita buruk yang selama ini dibikin oleh Muawiyah bin Abi Sofyan terhadap pribadi suci Ali bin Abi Thalib AS.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Oktober 2, 2007

Ma, Apa itu Lailatul-Qadr?!

al-quran-turun.jpg

Setelah itu ia bilang ingin membaca al-Qur’an lebih dari biasanya, “Mama, malam ini aku ingin membaca al-Qur’an lebih dari biasanya, kalau biasanya sehari hanya baca 1 halaman, malam ini aku pengen baca al-Qur’an sebanyak 2 halaman biar dapat hadiah lebih banyak nanti di surga”, ujarnya dengan mata berbinar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 26, 2007

Betapa Sensitifnya Masa Kehamilan…!

891523_water_lilly.jpg

“Apa rahasianya bu, kok anaknya doyan makan dan gemuk seperti ini?”. “Rahasianya ialah karena ketika saya sedang mengandungnya, saya selalu melaksanakan solat Tahajud agar anak saya suka makan”, jawabnya dengan penuh semangat. “Oh itu rahasianya”, gumanku pelan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 24, 2007

Andai Mereka Tahu Keutamaan Bulan Ramadhan

ramadhan.jpg

“Andaikan seorang hamba mengetahui keutamaan bulan Ramadhan maka ia akan selalu mengharapkan dalam setahun seluruhnya ialah bulan Ramadhan”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 22, 2007

Hawa Penyebab Keluarnya Adam dari Sorga? (Bag-2)

 crystalquran.jpg

Ketika saya membuka-buka kembali kitab suci al-Quran, mata saya tertuju pada surat al-A’raf ayat 27 dimana dengan sangat gamblang menjelaskan tentang hal ini. Dalam ayat ini, Allah swt mengatakan bahwa Setan-lah yang telah mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 19, 2007

Biografi Singkat Sayidah Fathimah Maksumah as

makam-sayidah-fathimah-maksumah.jpg   kubah-emas-maksumah.jpg

Sayidah Maksumah as merupakan salah satu putri Imam Kazim as dan saudari Imam Ridho as. Beliau terkenal dengan kemuliaan, terpuji, ahli ibadah, memiliki kedudukan tinggi dan sangat bertakwa. Penulis kitab ‘Nasikh-Tawarikh’ dalam menggambar kedudukan beliau mengatakan bahwasanya beliau sebagai kekasih Allah swt (waliyatullah), manusia suci, ahli ibadah, seorang yang zuhud dan sangat bertakwa. Beliau memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah swt. Abul-Qasim dalam karyanya mengatakan bahwa di antara para putri Imam Kazim as hanyalah Sayidah Fathimah yang bergelar Maksumah (suci dari dosa dan kesalahan). Begitupula Syeikh Abbas Qummi dalam salah satu karyanya menyatakan bahwa berdasarkan sumber yang sampai kepada kita, Sayidah Maksumah merupakan putri termulia di antara para putri Imam Kazim as.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 18, 2007

Pengelompokan Perempuan Haid

Pemilik kebiasaan waktu dan jumlah (‘adah adadiyah wa waqtiyah) yaitu perempuan yang selama dua bulan berturut-turut waktu (hari) dan jumlah (masa haid) adalah sama, contoh: seorang perempuan selama dua bulan berturut-turut selalu keluar haid dari tanggal satu sampai tanggal tujuh.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 12, 2007

Hijab; sebuah Telaah Umum

polwan-iran.gif

Menggunakan hijab merupakan suatu permasalahan yang berhubungan dengan hukum dan aturan kehidupan manusia, baik hubungan manusia dengan Khaliq-nya, diri sendiri maupun orang lain. Di satu sisi, hijab merupakan aturan Ilahi. Di sisi lain ia juga merupakan aturan manusia dan juga merupakan kebutuhan dirinya. Alangkah baiknya jika sang pengguna hijab mengetahui dengan benar alasan penggunaan hijab. Mengetahui faedah, kemuliaan dan kewajiban hijab akan mendorong sang pengguna untuk berpegang teguh dalam menjaga hijabnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | September 7, 2007

Hukum-Hukum bagi Perempuan Haid

Jima’ pada hari-hari haid perempuan kategori ‘haidnya tidak tentu’ (lihat Bab III Pengelompokan Perempuan Haid, bagian 4) yang menurut syari’at harus ditetapkan sebagai haid, hukumnya adalah haram. Oleh karena itu, perempuan yang keluar darah lebih dari sepuluh hari dan berdasarkan ketentuan (yang nanti akan dijelaskan) harus ditetapkan sebagai haid, pada waktu itu suaminya tidak dapat berhubungan dengannya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 28, 2007

Hijab; Menuju Keshalihan Sosial

gadis-gadis-berjilbab.jpg

Islam, memandang masyarakat sebagai jalinan kuat antara satu individu dengan individu lainnya. Pria maupun wanita sebagai bagian dari komponen masyarakat, saling bekerjasama dalam mewujudkan keseimbangan sosial di antaranya dengan cara menerapkan mekanisme hijab. Sehingga hijab tidak hanya dipahami sebagai kewajiban individu, tetapi sebuah kesadaran publik yang akan menghantarkan pada keshalihan sosial.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 9, 2007

16 Nasehat Imam Khomeini untuk Membina Pribadi Muslim

imam-berdoa.jpg

  1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis.
  2. Shalat lima waktu tepat pada waktunya, dan berusahalah shalat Tahajjud.
  3. Kurangilah waktu tidur, dan perbanyaklah membaca Al-Qur’an.
  4. Perhatikan dan tepatilah sungguh-sungguh janji Anda.
  5. Berinfaklah kepada fakir-miskin.
  6. Hindarilah tempat-tempat maksiat.
  7. Hindarilah tempat-tempat pesta pora, dan janganlah mengadakannya.
  8. Berpakaianlah secara sederhana.
  9. Janganlah banyak bicara dan seringlah berdo’a, khususnya hari Selasa.
  10. Berolahragalah (senam, marathon, mendaki gunung dan lain-lain).
  11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku (agama, sosial, politik, sains, falsafah, sejarah, sastra dan lain-lain).
  12. Pelajarilah ilmu-ilmu tehnik yang dibutuhkan negara Islam.
  13. Pelajarilah ilmu Tajwid dan Bahasa Arab, serta perdalamlah.
  14. Lupakan pekerjaan-pekerjaan baik Anda, dan ingatlah dosa-dosa Anda yang lalu.
  15. Pandanglah fakir-miskin dari segi material, dan ulama dari segi spiritual.
  16. Ikuti perkembangan umat Islam.
Oleh: islam feminis | Agustus 4, 2007

Hijab dalam Syariat Islam

muslimah.jpg

Hijab adalah sebuah proteksi yang dapat menjaga seorang wanita dari pelecehan.. Hanya saja ungkapan semacam ini cakupannya sempit dan hanya akan dimengerti dan diamalkan oleh mereka yang meyakini Islam. Sedang bagi yang tidak meyakininya, terlebih mereka yang senantiasa mengusung panji feminisme dan atribut-atribut semisalnya akan sangat sulit menerima ungkapan di atas. Karena secara emosional penjagaan memberikan konotasi defensif, sebuah perlawanan yang terpaksa dilakukan. Ini jelas sulit diterima oleh kelompok-kelompok tadi yang selalu meneriakkan yel-yel kebebasan (menurut asumsi mereka).

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Agustus 1, 2007

Hijab sebagai Pilar Keluarga

jilbab-pembebasan.jpg

Hijab bukan dimaksudkan untuk menghalangi perempuan keluar dari rumahnya tapi kewajiban hijab bagi perempuan adalah untuk melindungi diri di dalam masyarakat  ketika ia berada di antara laki-laki asing (non muhrim) dan menghalangi perempuan dari memamerkan keindahan dirinya. Ketika aturan hijab ini dilaksanakan maka ia menjadi tolok ukur kemuliaan perempuan dalam Islam.

Baca Lanjutannya…

892220_flower_4.jpg

Terdapat tiga sifat terpuji jika dimiliki oleh perempuan dan buruk jika dimiliki oleh laki-laki …

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 25, 2007

Cara Mendeteksi Darah Keperawanan dan Darah Haid

Jika seorang perempuan melihat darah keluar dan ia tidak mengetahui, darah haidkah atau darah keperawanan, maka ia harus menelitinya dengan cara memasukkan kapas secukupnya

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 22, 2007

Permata itu adalah Wanita Muslimah

wanita-muslimah.jpg

Selayaknya batu mulia, intan dan permata akan dikenal nilai dan harganya saat ‘dipamerkan’, bukan dikunci rapat-rapat dalam lemari besi. Akan tetapi, walau dipamerkan, namun harus tetap diletakkan di kotak yang tertutup, sehingga orang-orang yang melihatnya tidak dapat dengan sembarangan menjamah dan mengusiknya. Wanita muslim bagaikan intan dan permat. Namun bukan berarti lantas ia harus dikurung dan dipenjara dalam rumah saja. Artinya, ia boleh beraktifitas di luar, namun dalam beraktifitas ia harus selalu ‘menjaga penampilan’ sesuai yang dianjurkan agama. Bukan memamerkan tubuhnya dengan murah di depan khalayak.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 22, 2007

Awas! Televisi Rusak Anak-Anak

setan-perusak.jpg

Dalam tayangan sinetron remaja, acapkali seks bebas dan berbagai bentuk kenalakan remaja dipertontontan. Itu disuguhkan seolah sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat kita.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 21, 2007

“Tapi Perempuan itu telah Dirajam”

890499_roses_1.jpg

Kemudian dia mendatanginya dan bertanya, ‘apa yang engkau lakukan?’ Usman menjawab, ‘Dia melahirkan setelah enam bulan pernikahannya. Apakah ini lazim?’ …

Baca Lanjutannya…

Pemerintah harus mendorong terpenuhinya kuota 30 persen perempuan di legislatif karena tugas pemerintah adalah untuk menjamin perlakuan adil dan tidak diskriminatif terhadap perempuan…

Baca Lanjutannya…

ya-allah.jpg

Dan muliakan kami dengan petunjuk dan istiqomah

Dan tutuplah lisan kami dengan (kata-kata) yang benar dan hikmah

Dan penuhilah hati kami dengan ilmu dan makrifat

Dan sucikan perut-perut kami dari perkara haram dan syubhat

Baca Lanjutannya…

bunga-ku.jpg

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya akan menjadi penguasa yang adil dari para penguasa dan atau akan menjadi salah seorang ulama dari para ulama”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 14, 2007

“Aku Membenci Kebenaran dan Menyukai Fitnah”

“Bagaimana engkau menginginkanku pagi hari ini? Pagi ini, demi Allah, aku membenci kebenaran, menyukai fitnah, bersaksi dengan apa yang tidak aku lihat, menghafal selain makhluk, bershalat tanpa wudhu, di bumi aku memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Allah.”

Baca Lanjutannya…

Oleh: islam feminis | Juli 13, 2007

Cara Mendeteksi Darah Haid dan Bisul

Jika seorang perempuan melihat darah yang jumlahnya tidak kurang dari tiga hari dan tidak lebih dari sepuluh hari dan ia tidak tahu apakah darah tersebut darah haid atau darah bisul, dan ia pun tidak tahu bisul di sebelah kanan ataukah di sebelah kiri kalau memungkinkan maka masukkanlah kapas secukupnya

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.