Oleh: islam feminis | Juli 15, 2007

Waktu-Waktu yang Baik Untuk Melakukan Hubungan (Biologis) Suami-Istri

bunga-ku.jpg

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya akan menjadi penguasa yang adil dari para penguasa dan atau akan menjadi salah seorang ulama dari para ulama”.

——————————————–

Waktu-Waktu yang Baik Untuk Melakukan Hubungan (Biologis) Suami-Istri

 

Beberapa waktu yang dianjurkan untuk melakukan hubungan biologis

Setelah kita mengetahui beberapa waktu dan kondisi yang dimakruhkan untuk melakukan hubungan suami istri yang beresiko negatif atas pertumbuhan janin yang mungkin dihasilkan darinya, kini, kita akan melihat beberapa riwayat yang menekankan (sunah/mustahab) akan pelaksanaan hubungan suami-istri untuk memunculkan generasi yang baik.

 

· Malam Senin (Minggu malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, dan hendaknya engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam senin. Karena apabila anak terlahir darinya maka ia menjadi penghapal al-Qur’an dan rela terhadap yang telah ditentukan Allah swt atasnya”. [Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211, Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 84]

 

· Malam Selasa (Senin malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam selasa, maka anak yang terlahir darinya akan dikaruniai kesyahidan, ia tidak akan menyimpang dari kebenaran. Manusia suci dan bersih, wangi, pengasih , penyayang, serta lisannya akan tersucikan dari ghibah, bohong dan menuduh”. [Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 84]

· Malam Kamis (Rabu malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya akan menjadi penguasa yang adil dari para penguasa dan atau akan menjadi salah seorang ulama dari para ulama”. [Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211, Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 84]

 

· Hari Kamis; ketika menjelang tergelincir matahari (menjelang dhuhur)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya maka syetan tidak akan mendekatinya, ia akan memiliki pemahaman yang sangat (cerdas) dan Allah swt akan menganugrahkan kepadanya keselamatan dalam agama dan dunia. [Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211, Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 85]

 

· Malam Jum’at (Kamis malam)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam jum’at maka anak yang terlahir darinya akan menjadi seorang orator ulung”. [Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211]

· Jum’at sore (setelah ashar, sebelum maghrib)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada waktu jum’at sore maka anak yang akan terlahir darinya akan menjadi seorang figur yang terkenal dan atau ilmuwan (ulama).

 

· Malam Jum’at; setelah waktu isya’ berlalu (akhir malam/dekat subuh)

Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada akhir malam jum’at maka anak yang akan terlahir darinya akan menjadi seorang wali (ibdal)

· Pada malam awal (tanggal satu) Ramadhan

Berkenaan dengan hal ini Imam Ali as berkata: “Disunahkan pada malam awal bulan Ramadhan laki-laki berhubungan dengan istrinya; karena Allah dalam surat al-Baqarah ayat 187 telah berfirman: “ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu…”. [Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 85]

Catatan: Waktu-waktu di atas merupakan waktu-waktu yang dianjurkan, artinya adalah waktu yang sebaiknya (mustahab/sunnah) padanya hubungan biologis dilakukan, bukan wajib. Begitu juga, sewaktu disebutkan kata ‘jangan’ dalam waktu-waktu dan tata cara persetubuhan dalam hadis di atas adalah merupakan anjuran untuk meninggalkan (makruh), yang belum sampai pada derajat haram. [ED/Islam feminis]

About these ads

Responses

  1. Wis nanti tanggalanku aku ubah semua HARI JUMAT !!!

  2. Hmmmm…… asyi-asyik-asyik!

  3. waaah… menarik sekali. cuma yang namanya hasrat datang kapan saja… so, nutfah yang mana yang akan jadi… mbak Euis coba dong kasih tulisan lanjutannya, tentang nutfah yang akan menjadi dan tidak… tq niceposting

  4. Terima kasih…
    Saya tidak janji, jika ada kesempatan dan sumber pun memadainya mungkin pada suatu waktu saya dapat menulis artikel tentang hal itu.

  5. bukankah setelah menjadi suami istri ,hari kapan pun memang bagus…apalagi tuk mempunyai keturunan…its good,salam wirausaha

  6. Kita tidak dapat memprediksi hikmah sebuah hukum secara sempurna, karena keterbatasan manusia. Namun yang jelas Allah menetapkan sebuah hukum pasti terdapat hikmah yang terkandung di dalamnya. Setelah menjadi suami istri, boleh melakukan kapan pun, namun bukan bagus melakukan kapanpun. Karena, ada yang boleh kadar kebagusannya 100 persen (seperti mustahab), ada yang hanya 70 persen (seperti makruh). contoh gampangnya, kita boleh makan dalam posisi apapun, namun perlu diketahui yang sebaiknya menurut tuntunan agama ialah sambil duduk. Contoh lagi, bukankan tidak dilarang (dalam arti haram) makan, minum dalam berbagai posisi tapi kenapa harus ada sekolah kepribadian, yang mengajarkan tata cara makan minum yang sebaiknya.

    Dalam artikel di ataspun, telah kami sampaikan bahwa panduan di atas bagi orang ingin menghasilkan yang terbaik. Bukankah ketika Rasulullah sendiri ketika hendak memiliki anak, 40 hari menjauh dari istrinya dan berpuasa selama itu, lalu Allah memberikan hidangan buka puasa dari surga. Setelah empat puluh hari lantas beliau menemui istrinya…sampai akhirnya terlahirlah darinya wanita termulia di dunia, Sy. fathimah Zahra as.
    Singkat kata, boleh belum tentu semuanya bagus.
    Terima kasih atas kunjungannya, dan salam kenal juga.

  7. Tapi…kebanyakan orang sukanya malam jum’at yah?

  8. Salam kenal. Nice post. Hum, kalau saya biasanya melihat dulu istri saya sedang tidak capek atau tidak, jadi tidak melihat harinya.

    ———————-

    Islam Feminis:
    Benar, itu sangat bagus, sebagaimana anda juga harus melihat kondisi diri anda sendiri…
    Tetapi, yang menjadi obyek kajian kita kali ini adalah; “Saran-saran Rasul yang berkaitan dengan waktu berhubungan”. Adapun tentang kondisi diri, sepertinya sudah pernah kita singgung di pembahasan sebelumnya dech…?! Terimakasih atas perhatiannya.

  9. katanya hubungan suami istri malam jum’at itu sama dengan membunuh 7000 yahudi… bener nggak?

    ———————-

    Islam Feminis:
    Itu perlu pembuktian yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dari berbagai sudutnya. Saya sendiri (pribadi) tidak pernah menganggap perkataan semacam itu…Yach selain gak logis dan gak realis, juga gak manusiawi. Lagi pula pengikut agama Yahudi, pernahkah dan mungkinkah agama Islam -yang rahmatan lil ‘alamin- mengajarkan pengikutnya untuk melakukan pembantaian terhadap para pengikut agama Samawi. Untuk agama lain -selain agama samawi, bahkan pengikut ateis- saja Islam melarang perbuatan semacam itu, apalagi Yahudi. Dan terbukti, Rasul dan para manusia mulia lain tidak pernah mengamalkan hal tersebut, apalagi mengiming-imingi pahala yang sama dengan membunuh kaum Yahudi…Memang gak ada pahala yang lebih menarik dari pada membunuh 7000 orang Yahudi?

  10. bagaimana saya bisa punya anak kalau saya selalu terhantui istri saya yang sudah pernah selingkuh dalam berhubungan dan saya memaafkannya mohon syarannya.

    ——————————-

    Islam Feminis:
    Saya dapat memahami rasa trauma yang selalu menghantui diri anda, karena memang itu sebenarnya merupakan garis merah yang tidak boleh dilewati oleh seorang istri. Namun kebesaran hati anda dalam memaafkannya dengan menerima kembali kehadirannya di sisi anda, merupakan sebuah hal besar yang sangat patut dipuji. Tidak semua orang seperti anda. Cuman ada juga yang harus diperhatikan adalah, apakah penyebab perselingkuhannya tersebut dikarenakan murni kesalahan dia, ataukah ada pihak-pihak lain yang juga mempunyai andil dalam hal tersebut? Tentu, dua alternatif kemungkinan tadi sangat berpengaruh dalam justifikasi anda terhadap istri ada tersebut. Dan dari jenis justifikasi tersebutlah yang akan dapat membantu menghilangkan sedikit demi sedikit trauma anda tersebut. Dan tentu untuk menghilangkan rasa trauma itu tidak semudah membalik tangan, perlu waktu dan memerlukan cara yang bertahap. Dikarenakan ini merupakan hal yang sensitif, maka perlu memilih cara yang selain baik, juga harus benar dan tepat.

    Dalam tahapan menghilangkan trauma itu diperlukan kerjasama antara suami-istri. Sang istri –jika memang benar-benar telah bertaubat dari kesalahan fatal tadi- maka ia harus menunjukkan kebenaran i’tikadnya tersebut melalui prilaku dan ungkapannya di hadapan sang suami. Mungkin bisa berupa usaha apapun untuk mengembalikan suasana romantis, dan sebagainya. Realisasi hal tersebut terlebih dahulu perlu diadakan perbincangan dari hati ke hati antara suami dan istri. Tanpa ada saling pengertian –terkhusus dari istri yang telah melakukan kesalahan besar tadi- maka mustahil trauma tadi akan terkikis.

    Keduabelah pihak -khususnya yang telah melakukan kesalahan- hendaknya melihat tujuan hidup berkeluarga yang sebenarnya, dan harus berusaha seoptimal mungkin dalam mengadakan perbaikan dalam tingkat keimanan terhadap Allah swt, serta menyadari kembali bahwa setiap amal perbuatan manusia selalu memiliki konsekwensi dan akibat yang merugikan dirinya baik di dunia maupun di kehidupan akhirat, merupakan salah satu cara manjur yang dapat memperbaiki kondisi tersebut.

    Terakhir, setelah Mas melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kondisi rumah tangga dengan melihat dan mempertimbangkan hal-hal yang terbaik bagi kehidupan berkeluarga, selanjutnya insya-Allah anda akan dapat melupakan kejadian yang sangat menyakitkan tersebut, tentunya dengan tetap memohon pertolongan Allah swt dan menyerahkan segalanya kepada-Nya. Ingat! Allah swt tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya begitu saja, dengan syarat, kita mesti selalu mengingat dan memanggil-Nya, dan memohon pertolongan-Nya dalam segala kondisi dan situasi. Apabila kita telah berusaha, bertawakal dan berdoa kepada-Nya maka yakinlah bahwa apapun yang terjadi itulah yang terbaik bagi kita.

    Kami doakan Mas dapat menghadapi dan keluar dari kemelut ini dengan sebaik mungkin. InsyaAllah [ED]

  11. Yach..bagus dech kajiannya utk menambah ilmu

  12. Bagaimana hukum mengikuti program Pembatasan Kelahiran (KB) menurut Islam? Saya kok ga’ tega liat tetangga muslimah anaknya banyak, rumahnya sempit, ekonominya kurang, anak-anaknya kurang terurus, tapi katanya dilarang KB sama suami. IUD, Pil, vasektomi, tubektomi, haram! Bolehnya yang cuman pake hitungan kalender atau tarik “pedang”. Itupun kayaknya “bocor” melulu terus beranak… Kok kesannya hukum Islam ribet ya, dikasih jalan keluar tekhnologi medis malah ditolak.

    ———————————————-

    Islam Feminis:
    Hanya orang bodoh saja yang mengidentikkan dan mengeneralisasikan perbuatan yang dianggap buruk satu-dua oknum kepada ajaran tertentu. Islam adalah agama rasional dan bijak yang bersifat up-to-date, universal dan mampu menjawab semua tantangan zaman. Adakah agama selain Islam yang menjelaskan segala problem umat manusia, dari hal yang kecil hingga yang besar? Islam sejati tidak menerima konsep doktrin dari pihak-pihak tertentu yang mengaku memiliki status quo dalam penjabaran agama, apalagi doktrin tadi tidak rasional dan riil dalam kehidupan manusia sehat jasmani, rohani dan psikisnya.

    Pada prinsipnya, Islam tidak melarang orang melakukan KB. Namun, jika melakukan KB karena takut tidak bisa memberi makan maka hal itu menunjukkan bahwa ia telah berprasangka buruk terhadap Allah. Tentu anda tahu apa hukum berprasangka buruk terhadap Allah bukan? Allah-lah yang memberi rizki kepada manusia selama mereka berusaha optimal. Namun jika melakukan KB dikarenakan seperti kuatir tidak akan dapat mendidik anak dengan baik -karena jika anaknya banyak akan menyebabkan terpecahnya konsentrasi mendidik, plus karena ada kesibukan lain- maka hal itu tidaklah mengapa. Karena pendidikan anak -terkhusus pendidikan etika bersosial dan beragama- adalah hal yang sangat prinsip dalam membangun pribadi muslim yang tangguh.

    Dan menurut Islam, memakai beberapa alat KB yang dapat membahayakan si ibu maka hukumnya haram karena dalam Islam disebutkan bahwa “Semua yang membahayakan hukumnya haram”. Selain hal ini telah disebutkan dalam hadis Rasul yang menyatakan “Tiada konsep membahayakan dan berbehaya dalam Islam” (laa dharara wa laa dhirara fil Islam) yang kemudian dijadikan kaidah umum dalam menentukan hukum agama, inipun dapat dijabarkan secara logis oleh manusia berakal sehat.

    Namun, jika pemakaian alat KB tidak membahayakan (dengan penentuan medis) maka tidak mengapa melakukannya. Karena tidak bertentangan dengan alasan Teologis dan Juridis keislaman.

  13. industri medis mana yang produksi alat KB bikin orang bahaya? gk pake fatwa haram agama pake otak kiri ama hitung dagang aja udah ngarti tuh yang punya pabrik.
    Berprasangka buruk ama tuhan? he… baru denger. rasanya cuman ajaran islam yang bia bikin umatnya jadi bisa buruk sangka ama tuhan. di ajaran lain buruk sangka dan waspada cuman ama orang dan makhluk berwujud? Kan salah bimbing? Jadi aja cari kambing hitam tuhan. ateis aja nyalahin diri sendiri. Yang disalahin malah tuhan nanti ada juga buruk sangka ama malaikat, ama jin, ama genderewo. buntutnya musuhin setan, makhluk halus, undang pemburu hantu, naek turun genting loncat-loncat. Itulah pada kagak masuk di akal. Selamat merenung!

    —————————————-

    Islam Feminis:
    Anda terlalu emosional dalam menaggapi jawaban saya. Jangan begitu nanti akan semakin nampak kebodohan anda di depan publik.

    Bahaya alat kontrasepsi itu sangat tergantung dengan kondisi si perempuan yang memakainya, sesuai dengan analisa medis. Apakah anda tidak pernah mendengar bahwa sebagian perempuan gak cocok dengan alat kontrasepsi spiral umpamanya. Jika memakai spiral yang membuat dampak negatif buat tubuh si perempuan semacam itu tetap dia paksakan maka akan membahayakan pada kondisi fisiknya. Dari situ akan muncul hukum haram karena pemakaiannya membahayakannya. Dan buat perempuan lain yang gak ada dampak negatif maka spiral gak haram.

    Dosa akan prasangka buruk terhadap Tuhan kembali ke masalah teologis yang tidak akan anda dapati dalam agama lain. Ini termasuk kelebihan agama Islam yang menyejajarkan antara argumen rasional dengan teks. Anda tahu, Teology kristen yang konon ada usaha untuk mengabungkan antara akal (rasio) dan teks -seperti yang dilakukan Thomas Aquinas- ternyata bubar karena doktrin gereja yang telah menyatakan adanya Trinitas. Padahal trinitas adalah bikinan pihak gereja yang diresmikan pada tahun 125 M dengan mengorbankan ratusan uskup dengan membakar mereka yang tidak setuju. Mana bukti bahwa agama lain -selain Islam- memiliki tumpuan ajaran Teology yang kokoh dan rasional?

  14. Good job friend,,,, jangan asal nyacap aja tuh siska,,,,

  15. siska..siska..saya jadi pengen kenal sama kamu..kok ada ya orang bodoh ngaku pinter kayak kamu…komentar kamu itu sombong banget kayak pernah melakukan kajian ilmiah terhadap semua produk ciptaan pabrik sehingga bisa men Judge” semua produk itu tidak bahaya, gak usah alat KB handphone aja bisa cacat produk kok, gak usah nanya yang macem2 lah sebaiknya kamu itu sekolah kepribadian aja dulu, kalo perlu cuci otak kamu dan satu lagi yang perlu merenung itu kamu, bahlul!!

  16. jika kebanyakan hari dari seminggu itu adalah baik, tapi mengapa di dunia ini lebih banyak orang2 yang tingkah lakunya atau kegiatannya tidak sesuai dengan norma agamaya ?
    berarti hampir mereka yang memiliki keturunan kurang baik, melakukan hubungan biologis suami istrinya di hari2 selain hari mustahab itu dong…??
    iya gak??

    ———————————————

    Islam Feminis:

    Untuk mendapat generasi yang ‘baik’ diperlukan beberapa syarat, salah satunya termasuk waktu pelaksanaan hubungan biologis. Namun perlu diingat, hal itu bukan satu-satunya. Makanan yang halal pun sangat berpengaruh -bahkan lebih berpengaruh- terhadap pertumbuhan gizi spiritual generasi andalan.

  17. memang islam tidak hanya mengatur hubungan baik dengan Allah tetapi juga mengatur hubungan sesama tidak terkecuali dalam hubungan suami istri sebagaimana dituangkan dalam surat albaqarah ayat 222…wss

  18. Alhamdulillah, bs jd pedoman.
    Dan salut jg, nt bijaksana menanggapi komentar ‘pedas’. Barakallah li walakum.

  19. Syukur Alhamdulillah….Kejayaan manusia hanya terletak pada agama yang sempurna sejauh mnaa manusia taat perintah Allah SWt dengan cara baginda Rasulullah SAW. Satu satunya cara hidup yg mendapatkan Ridha dari Allah SWt adalah cara nabi Muhammad SAW. dan Barang siap yg mengamalkan satu sunnah dijaman rusaknya umatku maka Allah akan memberikan pahala 100 orang mati syahid dmn 1 orang yg mati syahid sebelum darahnya menetes ke bumi Allah telah mengampuni dosa dosanya. Jadi apa bila kita melakukan hubungan badanpun mengikuti cara Rasulullah insya Allah kita akan mendapatkan keturunan yg terbaik. Subahanallah

  20. menanggapi komentar sebelumnya……”ngeluari pedang dan mengeluarkan diluar”apakah itu dibolehkan dalam islam?????lalu apakah dibolehkan dikeluarkan diatas badan istri kita????tentu maksud saya g’ mngkin seorang suami harus lari terbirit2 k kamar kecil ketika ia sudah merasa “keluar”,maaf sblmnya dngn pertanyaan saya…

    ———————————————
    Islam Feminis:
    Boleh selama mendapat persetujuan dari istri

  21. Menanggapi hal diatas, ngk perlu kita berdebat dgn orang yg ngk paham islam, buang waktu, buang tenaga! Cara pemikiran mereka sempit, komentar jga asal-asalan!? Sudah bnyak debat dgn umat kristen di forum internet, tetap aja ngotot, maunya menang sendiri!

  22. O. Githu

  23. Islam adalah agama yang up to date dan universal, jadi kita tidak perlu ragu akan kebenarannya, di manapun, kapanpun, Islam akan selalu relevan dengan kehidupan ummat manusia.

  24. saya mau nanya, kalau tiap malam saya berhubungan dengan istri saya apakah tiap subuh itu saya harus selalu mandi wajib untuk mlakukan salat subuh? apakah ada wktu yang lebih bagus untuk berhubungan seks selain malam hari? soalnya saya malas mandi subuh2, smentara saya harus shalat..

    ————————————

    Islam Feminis:
    Tentu, karena shalat harus dalam keadaan suci dari hadas besar maupun kecil. Jika berhubungan untuk memproduksi keturunan dan anda ingin hasil yang kualitas maka ikuti saran hadis-hadis di atas. Namun jika tidak maka anda bisa melakukan kapanpun dengan cara yang baik. Malas bukan alasan untuk meninggalkan perintah Ilahi, Pencipta dan Penguasa Alam Semesta

  25. kalau anda memang islam anda tidak perlu brtanya ‘apakah sesdh berhubungan seks anda harus mandi sblum sholat?’. kecuali anda bukan islam & tinggal dilembah baliem tdk apa2 anda bertanya demkian, teman saya yg mualaf br 3 bulan saja tahu rukun sholat

  26. Sekali lagi, saudaraku….apakah ada dalail yang kuat dari Al Qu’an atau Al Hadist yg mendukung tulisan di atas? Kalau tidak ada maka, kita tidak boleh melarang suatu perkara yang sudah diatur oleh Allah melalui Rasul-Nya, ya nggak? Kalau kita bisa mengatakan orang lain melakukan taklid, maka seharusnya kita juga tau kita bertaklid atau tidak, dasarnya cuma satu suatu perkataan atau perbuatan itu ada dasarnya di Al Qur’an atau Al Hadist tidak, ya to?

    ——————————————-

    Islam Feminis:
    Bukankah dalam Al-Quran banyak disinggung ayat-ayat yang memerintahkan agar kita mengikuti Rasul? Bukankah pernyataan-pernyataan (di makalah) di atas bersumber dari wasiat Rasul untuk Imam Ali? Terserah anda, apakah wasiat Rasul itu tergolong hadis ataukah tidak?

    Jika ada yang belum mengecek kebenaran hadis di atas maka jangan keburu untuk menvonisnya tidak benar (tidak sahih), karena itu bisa menjerumuskannya sebagaimana yang pernah disinggung dalam ayat: Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang Sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran. (An-Najm: 28)

    Dan dikarenakan pengingkaran tanpa dalil pun tergolong mengikuti yang tidak berlandas. Inipun sangat dicela dalam al-Quran:
    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al-Isra’: 36)

    Hanya orang bodoh saja yang langsung menvonis batil sebuah rujukan tanpa argumentasi yang kuat, dan hanya karena fanatisme golongannya saja.

  27. Saya lebih yakin hadist di atas bikinan orang shiah,
    tidak memberikan manfaat apapun bagi kita,
    mengada-ada,
    mempersulit apa-apa yang dimudahkan,
    tidak dapat dihubungkan dengan akal.

    Saya lebih yakin: Pergauli istri-istri dengan cara yang baik.

    Hati-hati dengan hadist palsu yang jumlahnya jauh lebih banyak dari hadist Nabi yang sebenarnya.

    ————————————–

    Islam Feminis:

    Apakah anda bisa memberikan kebenaran keyakinan anda itu, atau hanya kira-kira saja?

    Sesuai dengan akal? Apakah setiap syariat harus sesuai dan masuk akal? Akal mana yang dapat menjelaskan bahwa yang keluar angin (kentut) adalah di bagian tertentu tetapi yang harus diusap dengan wudhu adalah tangan, muka dan kaki..kenapa gak tempat keluarnya angin? Apakah itu masuk akal? Apa yang anda maksud dengan akal? Anda pasti akan kebingungan dengan definisi akal dalam kasus kentut (keluar angin) dengan wudhu khan? Kalau anda tidak meyakininya, silahkan saja mencoba menentangnya dengan amalan…kalau mendapat akibat negatif jangan cela kecuali diri sendiri. Silahkan mencoba!

    Apakah wasiat Rasul di atas bertentangan dengan pernyataan, “Pergauli istri-istri dengan cara yang baik”, yang membedakan kita dengan hewan ternak.

  28. dalam berhubungan kadang kita menganggapnya sepele, tapi itu dampaknya sangat tinggi lho……….
    apalagi kalo kita berhubungan disaat stamina kita kurang fit, bisa patal nanti terhadap keturunan kita. makanya hati-hatilah dalam berhubungan suami istri. maksudnya harus teratur.

  29. Bagaimana hukumnya melakukan persetubuhan suami-istri pada malam bulan ramadhan selain malam awal bulan ramadhan.Terima kasih

    —————————————

    Islam Feminis:

    Selain malam pertama bulan Ramadhan hukumnya boleh saja, beda dengan malam pertama yang disunnahkan (ditekankan).

  30. Apakah ada panduan dalam Islam untuk mendapatkan anak laki-laki atau anak perempuan?.Terima kasih sebelumnya. Wassalam

    ————————————————-

    Islam Feminis:
    Dalam beberapa hadis yang pernah saya telaah, hanya untuk mendapat anak lelaki saja yang ada tipsnya. Adapun anak perempuan, saya belum pernah menemukannya. Maaf. Wassalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: