Oleh: islam feminis | Agustus 9, 2007

16 Nasehat Imam Khomeini untuk Membina Pribadi Muslim

imam-berdoa.jpg

  1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis.
  2. Shalat lima waktu tepat pada waktunya, dan berusahalah shalat Tahajjud.
  3. Kurangilah waktu tidur, dan perbanyaklah membaca Al-Qur’an.
  4. Perhatikan dan tepatilah sungguh-sungguh janji Anda.
  5. Berinfaklah kepada fakir-miskin.
  6. Hindarilah tempat-tempat maksiat.
  7. Hindarilah tempat-tempat pesta pora, dan janganlah mengadakannya.
  8. Berpakaianlah secara sederhana.
  9. Janganlah banyak bicara dan seringlah berdo’a, khususnya hari Selasa.
  10. Berolahragalah (senam, marathon, mendaki gunung dan lain-lain).
  11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku (agama, sosial, politik, sains, falsafah, sejarah, sastra dan lain-lain).
  12. Pelajarilah ilmu-ilmu tehnik yang dibutuhkan negara Islam.
  13. Pelajarilah ilmu Tajwid dan Bahasa Arab, serta perdalamlah.
  14. Lupakan pekerjaan-pekerjaan baik Anda, dan ingatlah dosa-dosa Anda yang lalu.
  15. Pandanglah fakir-miskin dari segi material, dan ulama dari segi spiritual.
  16. Ikuti perkembangan umat Islam.

Responses

  1. trima kasih.
    ada pertanyaan nih:
    1. yang point no.9 kenapa dikhususkan pada hari selasa? bisa dijelaskan landasan hukumnya?
    2. apakah seorang wanita berdosa jika bekerja fulltime? atau dengan kata lain menjadi wanita karier?
    T_T

    ———————

    Islam Feminis:
    Dalam beberapa riwayat dari Ahlul Bayt (keluarga) Nabi dapat ditemukan tentang keutamaan hari selasa. Salah satunya sebagaimana yang tercantum dalam beberapa kitab Ahlul Bayt -seperti kitab al-Mahasin- disebutkan bahwa, pada setiap hari selasa amalan umat manusia selalu di evaluasi. Jadi evaluasi mingguan terhadap amalan manusia dilakukan. Siapakah yang mengevaluasi? Imam Zamannya…ini kembali kepada pembahasan Imamah dalam pandangan mazhab Ahlul Bayt.
    Adapun tentang wanita yang hendak bekerja selama full time, maka itu sangat tergantung terhadap sikon yang ada. Sikon itu kembali kepada kondisi fisik, kerelaan keluarga terkhusus suami, pendidikan anak dan pandangan sosial kemasyarakatannya. Jika semua itu tidak memiliki kendala, maka ok ok saja. Namun jika bertentangan, maka jelas itu akan bermasalah. Jadi berkarir harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, bukan semau GW.

  2. assalamualaikum wr.wb
    tolong jelaskan sebenarnya siapa yang bermuka masam dalam surat abasa?

    —————————

    Islam Feminis:
    Waalaikumsalam
    Maaf, sepertinya pertanyaannya tidak sesuai dengan pokok bahasannya dech…

  3. salam….
    dakwah Islam dan pencerahan umat tak pernah redup…meski tangan-tangan keji ikut mengotori…
    mari bersihkan, cerahkan pikiran dan akidah dari ke-jahil-an mereka… http://www.hauzah.wordpress.com ^-^
    wassalam…

  4. asalamualykum…

    saya penasaran dengan point no 1.
    puasa sunnah itu setiap senin-kamis atau kamis jumat?
    kalo yang saya baca di fatwanya Imam Khamenei itu hari kamis jumat.

    ————————-

    Islam Femnis:
    Bisa dijelaskan sumbernya mas? Karena yang masyhur juga saya dengar dari beberbagai urafa’ bahwa sunahnya itu Kamis-Jumat. Kajian menarik jika memang betul begitu…

  5. saya gabung

    kepengin nambah ilmu dan belajar bersama

    wassalam,

    Ali

  6. bagaimanakah jika sudah tahu tentang cara menjadi muslim yang baik ,seperti telah diteragkan tetapi hati ini masih berat untuk melaksanakannya ?

    ————————————————————————–

    Islam Feminis:
    Mencoba mengintropeksi diri, mencari penyebab dan mencari solusinya dan berusaha semaksimal mungkin, setelah itu hendaknya kita tidak pernah lupa dalam menjalankan suatu kebaikan senantiasa memohon pertolongan Allah SWT agar hati kita dapat menerim dengan sepenuhnya.

  7. ada yang mau dakwah ke aceh ga

  8. salam kenal bpk ust pemandu fiqih..sy mu tanya,bgm cara menanggulangi penyakit waswas,sy ust,selalu merasa wawas dlm sgla hal,dr mulai toharah sampay masalah shalat,terutama dlm hal niat dan takbiratul ihram seakan2 salah terus dlm melafadhkannya,tolong disebutkan fatawa para marojih,wasyukran

    ———————————————-
    Islam feminis:
    Maaf sebelumnya saya bukan bapak…:)
    Alhamdulillah anda sendiri menyadari bahwa was-was adalah penyakit yang tentunya harus segera diobati. Ini merupakan modal dasar pengobatan penyakit tersebut, karena adanya kesadaran penderita. Fatwa para Maraji’ dalam masalah ini sama, “Jangan diikuti bisikan-bisikan yang membuat anda ragu. karena keraguan semacam itu berasal dari Setan”. Ini yang disebut dalam istilah mereka dengan ‘Katsir as-Syak‘ (banyak ragu) yang juga tergolong penyakit psikis yang HARUS segera dibuang. Semua Maraji’ sepakat dalam masalah ini. Untuk lebih mengetahui cara-cara praktis menghilangkannya silahkan merujuk kembali buku-buku Imam Khumaini berkaitan dengan ini, seperti Rahasia Shalat dan 40 Hadis.

  9. Ass.
    Assalamualaika ya Rosulillah SAAW..
    Assalamualaika ya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.
    Assalamualaika ya Fatimah az Zahra al Maksumin as.
    Assalamualaika wa ya Imam ahlul bayt Rosulillah…

  10. Salamun Alaykum,,ust gmn hukum berbuka puasa ikut waktu ikhwan sunni TAQIYATAN,seperti dlm waktu menghadiri undangan mereka..syukran

    ——————————————

    Islam Feminis:
    Waalaikumsalam
    Taqiyah memiliki gradasi dalam pelaksanaannya. Sewaktu masih dihindari makan/minum disaat itu maka selayaknya dihindari. Jika sudah sangat terpaksa betul maka taqiyah dalam hal itu bisa dilaksanakan. Penentuan obyek hukum pada diri anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: