Oleh: islam feminis | April 12, 2007

Cinta Sejati (1)

Ketika Aziz Mesir meninggal, Zulaikha telah beriman kepada Nabi Yusuf as. Lantas Nabi Yusuf menikah dengannya. Seusai melaksanakan pernikahan, Zulaikha pergi menyendiri untuk beribadah. Pada siang hari, Nabi Yusuf mengajaknya untuk bermesraan, namun Zulaikha menjanjikannya pada waktu malam hari. Saat malam tiba, ia menjanjikannya siang hari. Sampai akhirnya Nabi Yusuf bertanya kepadanya: “Mana bukti cintamu kepadaku?” Zulaikha menjawab: “Wahai utusan Tuhan, dulu aku mencintamu di saat aku tidak mengenal Tuhan-mu. Namun setelah mengenal-Nya, segala kecintaan lain telah keluar dari hatiku, serta aku tidak akan pernah memilih kecintaan lainnya”. [Euis D]

(Sumber: Dastanho-ye Mauzui, Kazim Said Pur, hal164-165)


Responses

  1. Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

    —————————–

    Islam Feminis:
    Memang tiada agama yang mengajarkan kejelekan terorisme, itu saya setuju. Tetapi ungkapan anda selanjutnya sangat bertentangan dengan pernyataan anda sebelumnya; “Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb”.

    Perlu anda ketahui bahwa, tidak semua kekerasan buruk. Semua itu sangat tergantung kekerasan untuk tujuan apa, kepada siapa, dari siapa dan atas dukungan siapa? Tentu anda akan setuju bahwa jeweran seorang ibu terhadap anaknya yang nakal untuk mendidiknya berbeda dengan meledakkan stasiun kereta api yang di situ banyak manusia yang tak berdosa, padahal keduanya merupakan jenis kekerasan bukan? Itu yang berkaitan dengan kekerasan. Jadi tidak semua jenis kekerasan itu jelek. Ini kalau kita mau mengunakan argument logis. Ingin lebih lengkap lagi silahkan buka http://www.islamalternatif.net artikel tentang “Islam dan Tindak Kekerasan”.

    Masalah poligami, terbukti bahwa Islam ‘tidak mewajibkannya’ tetapi ‘membolehkannya’, dan itupun dengan syarat-syarat yang ada. Melakukan poligami dalam perspektif Islam tidak semudah membalik tangan. Anda harus bedakan antara beberapa pelaku poligami dengan apa yang digariskan oleh Islam. Hikmah Ilahi (berdasarkan ilmu Allah) lah yang membatasi 4. Jadi poligami bukan ‘dilarang’ secara total sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan seksual -sebagaimana yang terjadi di beberapa agama yang ada- juga bukan ‘dibebaskan’ secara mutlak (free seks) sehingga tidak ada beda antara manusia dengan hewan seperti yang terjadi di beberapa Negara Barat. Baca lagi artikel kami tentang “Poligami antara Pro dan Kontra” berkaitan dengan “Dasar Teologis Poligami”.

    Kafir dalam pandangan Islam adalah orang di luar Islam. Konsep kekafiran ini bukan hanya ada di Islam, dalam agama Yahudi, Kristen, Hindu dan Budha pun ada konsep tentang kekafiran bagi orang yang di luar agamanya. Kenapa hanya Islam saja yang anda soroti? Walau Islam mengakui adanya konsep kekafiran, namun bukan berarti lantas dengan serta merta Islam mewajibkan untuk memerangi dan memberhangus mereka tanpa sebab rasional. Hanya orang kafir yang memerangi saja yang boleh (dilawan/dijawab) diserang. Lihat kembali beberapa artikel terkait di ISLAT (islamalternatif.net).

    Saran saya, baca dan pahami al-Quran secara sempurna, karena ayat satu dengan ayat yang lain saling menguatkan dan menjabarkan. Jika anda hanya mengambil satu ayat saja lantas langsung mengambil satu kesimpulan (apalagi dengan mengeneralisasikannya) maka dapat dipastikan bahwa hanya kerancuan yang akan anda dapati. Fallacy (amburadul) yang nampak dalam cara berpikir anda sebagai bukti bahwa anda hanya kurang mampu melihat al-Quran secara menyeluruh, plus tidak didasari oleh argumenasi logika yang kuat. Hal itu Nampak sekali dari cara anda menyampaikan mayor-minor proposisi anda sehingga konklusinya pun terdapat kerancuan. Baik secara induksi maupun deduksi cara argumentasi anda tidak dapat dipertangungjawabkan kebenarannya. Anda hanya melihat teks al-Quran sepenggal-sepengal saja. Sebagaimana topangan logika anda sangat rapuh. Ini jugalah yang dialami oleh kaum yang mengatasnamakan dirinya sebagai Islam Liberal. Konon liberal, tetapi dalam bersikap pada hakekatnya sangat fondamentalis. Terbukti sangat ‘memaksa pihak lain untuk menerima pendapatnya’ dan ‘tidak terbuka dan obyektif dalam menerima kritikan’. Lucu bukan? Mana konsistensi dan konsekuensi nama Liberaisme Islam?

    Tambahan: Apakah mungkin seorang muslim sejati akan mengatakan bahwa “Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi”……”Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted” ? Dan ingat, ini terdapat dalam tulisan anda…

    Jika anda tetap ngoto untuk mengaku sebagai seorang muslim maka jangan salahkan jika ada seseorang meragukan keislaman anda. Namun jika anda ‘non-muslim’ (entah apapun agama anda) maka saya katakan; Sudahkah ‘agama’ anda mampu menjawab segala permasalahan social, budaya, pendidikan, pertahanan dan permasalahan-permasalahn lain yang menjadi problem umat manusia sekarang ini?

    Melihat situasi dunia sekarang ini, liberalisme Islam kini tinggal menanti hitungan hari untuk masuk keliang kubur. Semoga anda memiliki kepekaan terhadap hal tersebut…buka mata dan telinga anda melihat kenyataan yang terjadi, bagaimana Barat dan antek-anteknya (termasuk ISLIB) kian hari kian terpuruk, tak tentu nasibnya…

  2. Hai B. Ali……semoga Allah melaknatimu….semoga kau mendapatkan balasan di dunia & akhirat….segeralah beratubat….jika tidak tunggu saja waktu Allah mengazabmu dengan azab yang amat pedih….

    Al_Quran adalah kitab suci umat Islam dan itu bukanlah perkataan manusia ataupun nabi….melainkan firman/perkataan Allah yang disampaikan ke Nabi Muhammad saw, melalui Malaikat Jibril as….

    Kamu telah melecehkan Al-Quran…….dan tunggu saja sampai azab itu menghampirimu…..

  3. allahuakbar….

  4. Biarlah…B Ali cuman numpang menggongong koq, gak perlu dimasukin hati, nanti juga diem ndiri kalau dah capek.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: