Oleh: islam feminis | April 16, 2007

Untuk-mu Ya Fathimah Zahra as

Kini kutahu siapakah dirimu

Engkau jelmaan cahaya Tuhan

Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan

Engkau lambang kebesaran Tuhan  

—————————————————-

    Untuk-mu Ya Fathimah Zahra as 

Bunga bersemi menyibak harum wewangi di sela tiupan angin

Bunga Muhamad pun menebar harum di tengah persada bumi

Perkebuanan Mustofa kini menjadi tempat berlindung yang alami

Siapakah engkau di balik fenomena ini? 

Kaulah Kautsar telaga surgawi

Aliran sungaimu menghilangkan haus dahaga

Menghirupmu membawa berkah,

Berkah dalam menelusuri sebuah hakikat

Di alam fana yang penuh tanda tanya 

Engkaulah bungaku dan penyelamatku

Penyelamat umat yang mengikutimu

Engkaulah kebunku dan pelindungku,

Pelindung dari sengatan panas yang akan membakarku 

Hari demi hari kucoba,

Tuk telusuri sejarahmu

Kuhayati setiap tragedy dan peristiwa yang menimpamu

Tuk mengenal sosok dirimui

Tuk mengenal kepribadianmu

Demi langkahku mencari ridho kekasihmu

Kini kutahu siapakah dirimu

Engkau jelmaan cahaya Tuhan

Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan

Engkau lambang kebesaran Tuhan  

Engkau dapatkan syafa’at Tuhan

Engkau universitas ilmu Tuhan

Engkau symbol kesempurnaan Tuhan

Engkau Az-Zahro kekasih Tuhan 

Az-Zahro Ummu Abiiha…

Pembela sang ayah Rasul pilihan

Mencintaimu mencintai Tuhan

Membencimu membenci Tuhan

Akupun siap tuk berkorban,

Demi kekasih Tuhan 

Oh ternyata…

Hamba yang berlumuran dosa ini,

Telah mengagumimu ya Zahro…

Layakkah diri ini mencintaimu?

Kududuk termenung di kegelapan malam nan sunyi

Kumenangis atas segala dosaku,

Tuk sesali semua kekhilafanku 

Kuambil secarik kertas dan sebuah pena

Kucoba tuk melukiskanmu dengan kata-kata,

Di lembaran tak berharga ini

Dan kutulis sebuah puisi “Untukmu ya Fathimah Zahra”

Sebagai salah satu perwujudan cinta suciku padamu 

[Hayati Muhamad]

 


Responses

  1. […] 17th, 2007 Sesungguhnya Wanita Muslimah, dalam Islam, sangatlah dimuliakan, MAHAL, Wanita Islam dimuliakan dan mahalnya melebihi Mutiara. […]

  2. Assalamualaikum wr wb
    Trekbek nya ga muntjoel tuch

  3. Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

    02:02.03-06-06
    fallen star

    ku hanya terpana saat kupandang bintang jatuh
    lidah kelu sekujur tubuh kaku lumpuh

    ingin kuraih jilbab putihmu… tanganku terlalu berjelaga dengan noda dosa, tangan pendosa pencuri mengambil yang bukan haknya, tangan pezina penjamah hawa yang bukan mahramnya, tangan berlumur darah, tangan yang kelak akan dibakar api neraka

    ingin kupanggil namamu… lidahku terlalu menebarkan bau busuk aroma tembakau dan khamr, lidah pendusta pengumbar omong kosong belaka, lidah penghasud milik seorang pengecut, lidah tukang fitnah ahli ghibah pemakan daging saudaranya mentah-mentah, lidah yang kelak akan dibakar api neraka

    logika terkuci…benak yang kotor penuh pikiran jahat busuk penuh intrik licik
    hati mati…sunyi sepi dari dzikir pada ilahi robbi tenggelam dalam kubangan pesona duniawi tak hiraukan janji surgawi adzab ukhrowi

    aku pun menangis dengan air mata dari mata hina penikmat aurat terbuka, mata yang kelak akan dibakar api neraka

    dengan lidah kelu tubuh kaku
    dari seorang pendosa
    kepada makhluk mulia berparas bidadari teramat indah mewah nan megah (semoga juga) ahlu jannah

    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

  4. Assalamualaikum……….
    mungkin saya adalah sebagian orang yang butuh kesejukan beribadah dan bermasyarakat dalam hidup……
    Saya suka buat puisi tapi kadang ada rasa malez untuk numpahin semuanya diatas kertas..

  5. fathimahku
    fathimah……

    bagaimana
    jika memandang fathimah
    dengan tutupan yang berkubang
    bagaimana memandang fathimah tanpa ulasan penuh pencerapan
    bagaimana kita akan menjadi noktah dalam pungkas jalan?

    bergetar dada
    bergetar karsa
    berdentang seluruh isapan hidup
    dalam simpuh rasa malu
    tersipu……

    andai semua
    membaca siapa dia
    mencermati bagaiamana dia
    mema’nai arti dia

    andai

    penuh artilah wanita itu
    penuh harga lah ia

    dan pasti zahra’ menaungkan senyum baginya

  6. […] islamfeminis.wordpress.com […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: