Oleh: islam feminis | Mei 11, 2007

Kisah Perjalanan Sy. Nargis Khatun (Ibunda Imam Mahdi aj)

Syeihk Abbas Qumi berkata: “Salah satu nama dari pada ibu Imam Mahdi aj adalah Shaqil, nama ini diberikan karena diwaktu cahaya, wujud janin beliau diletakaan dalam rahim Bunda yang mulia ini, cahaya kemilau memancar meliputi seluruh badannya. Karena ia dinamai Shaqil yang berarti “pemberi kecemerlangan”. Nama-nama lain Bunda Nargis ialah; Raihanah dan Susan.

——————————————————–

Kisah Perjalanan Sy. Nargis Khatun (Ibunda Imam Mahdi aj)

(Dari Keturunan Washi- Nabi Isa as)

Oleh: Syeikha Al-Idrus

Imam Mahdi aj adalah satu-satunya putra Imam Hasan Askari as (Imam ke-11). Berdasarkan konsesus (ijma’) para ulama besar beliau dilahirkan di kota Samara’ pada pertengahan Sya’ban, 255 H. Ibunda beliau bernama Narjis Khatun, namun sebagian menyebutnya Nargis khatun.

Syeihk Abbas Qumi berkata: “Salah satu nama dari pada ibu Imam Mahdi aj adalah Shaqil, nama ini diberikan karena diwaktu cahaya, wujud janin beliau diletakaan dalam rahim Bunda yang mulia ini, cahaya kemilau memancar meliputi seluruh badannya. Karena ia dinamai Shaqil yang berarti “pemberi kecemerlangan”. Nama-nama lain Bunda Nargis ialah; Raihanah dan Susan.

Surat Imam Hasan Askari

Imam menulis surat dengan tulisan bahasa Romawi yang disertai satu kantung berisikan dua ratus dua puluh mata uang Asyraf. Beliau berkata kepada Basyar bin Sulaiman, “Ambillah ini, dua ratus dua puluh Asyraf, perhatikanlah! Dengan uang ini pergilah ke Bagdad dan hadirlah di jembatan laluan sungai Furat yang di sana kamu akan mendapati perahu-perahu yang membawa para tawanan. Di sana kamu akan dapati tawanan-tawanan manita dan kelompok pembeli dari kalangan wakil kerajaan Bani Abbas dan beberapa gelintir dari pemuda-pemuda Arab. Dikala kamu menyaksikan yang demikian, perhatikanlah dari jauh seorang yang bernama Amar bin Yazid Nahhas.”

Tibalah para pembeli diperlihatkan kepada tawanan wanita (Kaniz) yang mempunyai sifat begini dan begitu. Beliau (Sy. Nargis Khatun) mengenakan dua lapis baju dari kain sutra yang dijahit dengan kuat tertampal di atas dadanya sehingga menghalangi pandangan para pembeli yang diperkenankan kepadanya untuk melihat, dan menghalangi peletakkan tangan ke atasnya, serta ia tidak mengizinkan siapapun dari para pembeli itu untuk menyentuh dirinya.

Dengarlah keluhannya dengan bahasa Romawi dibalik tabir halusnya dengan mengatakan: “Aduh! Tabir keterjagaan-ku (iffah) tercampakkan”. Dalam kondisi demikian ia tidak mengizinkan pada siapapun untuk menyentuh dan merabanya. Salah seorang dari pembeli itu berkata: “Tawanan (Kaniz) ini berikan kepada saya, saya bersedia membelinya seharga 300 Asyraf. Dikarenakan keterjagan (Iffah) nya saya berkeinginan untu membelinya”. Lalu beliau (Sy. Nargis Khatun) berkata dengan bahasa Arab: “Jika Anda mempunyai kekayaan seperti Sulaiman bin Daud as pun dengan kebesaran kerajaannya, sedikitpun tidak membuat aku berkeinginan ikut dengan-mu. Oleh karena itu takutlah dengan keinginan-mu”.

Basyar bin Sulaiman berkata: “Setelah aku mendengarkan dengan seksama pesan junjunganku (Imam Hasan Askari) akupun berangkat menuju Bagdad dan untuk menunaikan pesan Imam as dan menyerahkan surat tersebut”. Setelah beliau membaca suarat tersebut, iapun menangis di atas surat tersebut seraya berkata kepada Amar bin Yazid: “Jual-lah aku kepada pemilik surat ini”. Sambil bersumpah, dengan mengatakan bahwa beliau akan membunuh dirinya jika tidak menjualnya kepada pemilik surat tersebut”.

Basyar berkata: “Saya disusahkan dengan harga, sehingga sang penjual menerima harga sejumlah uang Imam as yaitu 220 Asyraf. Beliaupun (Sy. Nargis Khatun) tersenyum dan senang. Aku mengantarkannya dengan sebuah tempat (kendaraan) yang sudah aku persiapkan semenjak berada di Bagdad. Ketika berada di dalam tempat tersebut beliau membuka surat dari Imam as untuk kedua kalinya dan menciumnya”.

Aku bertanya: “Engkau mencium surat itu? Padahal engkau tidak mengenal pemiliknya”. Beliaupun menyahut: “Wahai orang yang lemah dan sedikit pengetahuan, demi kebesaran putra dan washi para Nabi, arahkanlah pendengaran dan kosongkanlah hatimu demi mendengarkan perkataanku, sehingga aku dapat menjelasklan keadaan diriku kepadamu”.

Sang penjual tawanan itu berkata: “Maka jalan keluarnya bagaimana? Aku tiada jalan lain kecuali akan menjual kamu, aku adalah penjual yang mengharuskan menjual kamu”. Beliau berkata: “Betapa tergesa-gesanya Anda! Aku harus menunggu pembeli yang hati-ku berkenan kepadanya dan yakin terhadap janji dan agamanya”.

Setelah Imam Hasan Askari menjelaskan kepada Basyar bin Sulaiman, lantas beliau berkata: “ Disaat itu kamu bergerak dan datangilah Amar bin Yazid (sang penjual para tawanan) dan katakanlah kepadanya: “Saya datang bersama sepucuk tulisan yang ditulis oleh seorang yang terhormat, yang didasari keramahan, berbahasa dan berhuruf Romawi, di dalamnya ia menjelaskan kemuliaan, kesetiaan, kebesaran dan kedermawanan dirinya. Berikanlah surat ini kepada tawanan tersebut, supaya ia merenungkan akhlak dan pensifatan surat ini. Jika engkau mau dan merelakannya maka aku adalah wakil beliau dalam pembelian tawanan ini dari Anda”.

Kisah Yasyua’ ( Sy. Nargis Khatun)

Lantas beliau (Sy. Nargis Khatun) berkata: “Aku adalah anak putri Yasyua’, , putra dari kaisar kerajaan Romawi. Ibuku adalah keturunan dari Syam’un (Samson) bin Ashfa, beliau adalah Washinya Nabi Isa as”. Kakekku meminta kepada kaisar suapaya menikahkan aku dengan anak saudaranya. Sewaktu aku berusia 13 tahun, dia mengundang 300 orang dari kalangan hawariyun (penolong) Isa as, 700 orang dari kalangan pemilik derajat dan kedudukan, 4000 orang dari kalangan pemimpin tentara serta para pembesar kabilah.

Mereka menyiapkan tahta yang berhiaskan aneka permata yang didirian di atas 40 kaki, mereka menancapkan patung-patung dan salib-salib di atas tetinggian-tetinggian, serta menghantar anak putra saudaranya ke atas tahta. Ketika padri merekamengambil injil dan membacanya, salib-salib itu roboh, kaki tahta patah sehingga jatuh ke atas tanah. Anak saudara raja-pun terjatuh dari tahta yang menyebabkan ia tak sadarkan diri. Raut wajah para padri berubah dan seluruh anggota badannya bergetar, sehingga pembesar mereka meminta supaya acara ini dibatalkan, dan dia berkata peristiwa-peristiwa nahas yang terjadi menunjukkan atas kepunahan agama Masehi.

Sy. Nargis Khatun berkata: “Kakekku menganggap peristiwa itu merupakan alamat buruk, dan dia berkata: “Perayaan ini akan diadakan pada waktu lain, sehingga anak putri ini akan kita akad(nikah)kan pada waktu lain dengan anak saudara ini”.

Namun pada kali kedua terjadi hal yang sama, sehingga mereka menganggap terdapat alamat buruk dari tindakan mereka ini. Masyarakat bercerai-berai, kakekku kembali ke tempatnya dengan memasang tabir malu. Setelah kejadian itu aku menyaksikan dalam tidurku bahwa Nabi Isa as dan Hawariyyun berkumpul menyediakan sebuah meja dari cahaya.

Nabi Muhamad saww, Imam Ali as disertai para Imam dan anak keturunan mulia beliau, menjadikan istana semarak dengan cahaya kehadiran indah mereka. Nabi Isa as dengan pelayanan akan keagungan beliau menyambut kedatangan Nabi Muhamad saww dengan meletakkan tangan di bahu Nabi Muhamad saww, lalu Nabi Muhamad saww berkata: “Wahai Ruhullah (salah satu gelar Nabi Isa as yang telah disinyalir dalam Al-Qur’an-pen), aku datang untuk meminang anak putri Washi-mu Syam’un (Samson) bin Ashafa yang diperuntukkan kepada putraku ini”’ dengan menunjuk isyarat kepada Imam Hasan Askari as.

Syam’un (Samson) pun menerima lalu semua menuju suatu mimbar dan Rasulullah membaca khutbah pernikahan, beliau bersabda: “Akad nikah telah selesai”. Lalu aku terbangun dari tidur. Mimpi ini tidak pernah aku ceritakan kepada siapapun, karena takut akan dibunuh, akan tetapi cinta akan surya falak Imamah berkobar menyala dalam dadaku, membuatku mengharamkan makan dan minum selama keterpisahan dari beliau, sehingga dari hari ke hari keadaanku semakin kurus lemah. Kondisi seperti ini menyebabkanku harus memeriksakan diri dari seluruh tabib, sehingga tak seorang tabib-pun tertinggal melainkan aku telah mendatanginya. Akan tetapi semia telah putus asa dalam mengobatiku. Kakek berkata kepadaku: “Wahai cahaya mataku, apakah engkau mempunyai keinginan yang harus aku lakukan (aku tunaikan sehingga menggembirakanmu)”.

Aku berkata: “Pintu-pintu kegembiraan telah tertutup di hadapnku, berhentilah untuk menyiksa dan menganiaya para tawanan muslimin, lepaskan para tahanan, bahkan Tuhannya al-Masih dan bundanya saja, Yang Maha Tinggi memaafkan-kita”. Setelah itu, badanku mulai tampak sehat dan aku dapat menjamah makanan”.

Melihat Penghulu Wanita (Sy. Fathimah Zahro as)

Setelah menyaksikan wanita terbaik Sy. Fathimah Zahro as di alam tidur selama empat malam yang datang untuk melihatku bersama Sy. Maryam as yang disertai 1000 seribu pelayan dari bidadari surga, Sy. Maryam berkata: “Wanita ini adalah ibu dari suami kamu”.

Lalu aku berlutut di hadapan pangkuannya sambil menangis dan mengeluskan bahwa Imam hasan Askari as mengabaikan aku, dan menghindari untuk melihatku. Sy Fathimah Zahro berkata: “Bagaimana ia akan mendatangimu sedang kamu masih dalam kemusyrikan. Jika kamu suka Tuhan Yang Maha Tinggi, Nabi Isa as dan Sy. Meridhoimu dan Imam Hasan Askari akan datang melihatmu.mari ucapkanlah dua syahadat”. Aku pun mengucapkan dua kalimat Syahadah itu, lalu Sy Fathimah mendekapkan aku ke dadanya dan berkata: “Tunggulah kedatangan putraku”.

Pada malam berikutnya dalam tidur, mentari indah kemilau itu muncul. Aku berkata: “Wahai kekasihku setelah Anda menawan jiwaku dengan cinta kepadamu, kenapa engkau menjauh dan mengabaikan aku?” beliau berkata: “Sebabnya hanya karena kemusyrikanmu, sekarang kamu telah masuk Islam, aku akan datang setiap malam”.

Basyar bertanya, apa gerangan yang menyebabkan Anda terjatuh di tengan para tawanan? Beliau menjawab: “Imam Askari telah memberitahukan kepadaku dengan menunjuk suatu hari bahwa kakekku akan mengirim pasukan ke arah kaum muslimin, beliau menganjurkan hendaknya aku menggabungkan diri ke tengah-tengah para tawanan dan para pelayannya, dengan cara yang mereka tidak dapat mengenali-mu dan menyelinap”. Setelah berhadapan dengan kaum muslimin aku ditawan dan akhirnya seperti yang engkau lihat”. (Najmun Naqib, 23-175)

Setelah Sy. Nargis Khatun tiba, lantas Imam Hadi as (ayahnya Imam Hasan Askari as) menyambutnya dan menanyakan tentang keadaannya. Beliaupun berkata kepada saudarinya Sy. Hakimah Khatun: “Inilah perempuan mulia yang sedang engkau tunggu-tunggu”. Kemudian Sy Hakimah memeluknya dan mengucapkan selamat kepadanya. Imam Hadi as kembali bertanya: “Bagaimana engkau melihat keagungan Islam?”. Sy Nargis menjawab: “Bagaimana aku dapat menjelaskan sesuatu yang engkau lebih mengetahui dari aku?”.

Imam Hadi as kembali berkata kepada saudarinya: “Bawalah beliau ke rumah, ajarkan ajaran Islam kepadanya, karena ia akan menjadi istri anakku, Hasan Askari dan ibunya Mahdi (Imam mahdi as Imam ke-12)”.

 

Disarikan dari kitab”Nesyonehoi az qaim Ali Muhamad” Sayyid Yahya Ma’ruf Fazil Hamedani.

Ket:

Kisah Sy. Nargis Khatun dapat ditemui pula dalam kitab Biharul Anwar jil 51 hal 6-10, dan kitab Riyahin asy-Syari’ah jil 3 hal 24-32.

Beliau sebelumnya bernama Malika.


Responses

  1. Subhanallah, Inilah wanita yang datuknya adalah Simon Petrus…

    Sayyidah Narjis Khatun telah dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu 12 ketika dia tengah mengandung Imam Mahdi as afs, bahkan dia berjuang sekuat tenaga untuk menjaga keselamatan putranya afs…

    Salawat dan salam kepada mereka semua…

    Muslimah:

    Kandungannya kitab wahyu tersebut bisa Mas Musadiq kirim kesini atau tidak…?, begitupula referensinya secara lengkap.
    Salawat dan salam kami haturkan pula Imam Mahdi aj dan Ibunda Nargis Khatun, mudah-mudahan kita menjadi penunggu kemunculannya yang sesungguhnya. Amiin….

  2. Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Alhamdulillah akhirnya artikel yang saya cari ada di sini.
    Neng, punten seja tumaros.
    Kalau tidak asalah ada hadis yang mengatakan ruh para Nabi dan para a’immah selalu tersimpan di sulbi-sulbi pria yang suci dan rahim para wanita suci, sehingga mustahil kedua orang tua Nabi musyrik. Sejauh mana konsep kesucian tersebut berlaku
    untuk Imam Ali bin Husain a.s yang ibunya adalah putri Persia (Majusi ?) dan Imam al-Mahdi a.j yang ibunya -menurut riwayat di atas- pernah mengalami periode kemusyrikan ?
    ‘Ala Nabi wa aalihi shalawat.

    —————————–
    Muslimah:

    Tarimakasih sebelumnya atas segala perhatiannya.

    Secara ringkas tentang masalah orang-tua para nabi/rasul dan para imam suci. Selain adanya beberapa teks hadis, jika ditilik dari ayat yang berbunyi: “(wa taqollubaka fi sajidiin) Dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud” (QS as-Syu’ara: 219) maka dapat diambil kesimpulan bahwa ayah dan ibu seorang nabi/rasul haruslah seorang yang monoteis (ahli tauhid) taat, minim mereka adalah orang-orang yang telah sampai pada derajat waliyullah (kekasih Allah) ketika embrio calon bayi yang akan menjadi nabi/rasul itu muncul. Dan berdasarkan hadis “al-Manzilah” maka kaedah inipun juga dapat ditetapkan dan berlaku pula untuk imam suci Ahlul Bayt as.

    Sebagaimana secara kedokteran juga telah dtetapkan bahwa seorang anak (embrio bayi) banyak dipengaruhi oleh ayah ketimbang ibunya. Walau ibu -pada kadar tertentu- juga memiliki pengaruh pada bayinya. Atas asar itu pula maka dalam Islam seorang anak lebih dinisbahkan kepada sang ayah ketimbang sang ibu, dari sisi pertalian silsilah genetikanya. Dan atas dasar itu pula maka dalam kasus syarat keutamaan ayah seorang nabi/rasul dan imam lebih dititikberatkan kepada sang ayah ketimbang sang ibu, minimal derajat spiritualnya sama antara keduanya (seperti kasus antara pasangan Fathimah-Ali as), kalau tidak seorang ayah lebih tinggi dari ibunya dari tingkat kedekatan kepada Allah swt (pada kasus para nabi/rasul dan para imam Ahlul Bayt lainnya). Ini maksud dari kafa’ah (persesuaian) dalam masalah tingkat spiritual dalam pernikahan.

    Dari penjelasan singkat di atas maka tidak disyaratkan bagi ibu seorang nabi, rasul ataupun imam harus muslimah (memeluk agama Islam) dari semula. Namun para ibu itu bisa saja dahulunya beragama lain namun setelah menikah dengan sang suami ia bukan hanya telah menjadi Islam (muslimah) namun telah sampai pada derajat makrifat yang begitu tinggi sehingga rahimnya siap untuk ditempati oleh janin-janin suci, calon kekasih Ilahi. Tidak benar jika dinyatakan bahwa ibu Imam Ali bin Husein Zainal Abidin as yang terkenal dengan sebutan Syahr Banu (Puteri Alam) masih beragama Majusi sewaktu menikah dengan Imam Husein bin Ali as, bahkan ketika mengandung Imam Ali Z.A as. Karena selain hal itu meniscayakan bahwa pernikahan antara lelaki muslim dengan wanita kafir – dan sebaliknya- itu (dalam pandangan fikih ajaran Ahlul Bayt Nabi) merupakan pernikahan yang tidak sah, juga ibu yang kafir akan sedikit banyak dapat mempengaruhi jiwa anak yang dikandungnya. Lantas bagaimana mungkin wanita semacam itu akan menghasilkan anak yang suci, apalagi dari pernikahan yang tidak suci pula? Apakah mungkin lelaki suci (ayah nabi,rasul dan imam) itu menikahi perempuan dengan cara yang tidak sah?

    Ini jawaban singkatnya.
    Kurang lebihnya minta maaf.

  3. salaaam
    terima kasih atas tulisan bagusnya.
    semoga Imam Zaman selalu dilindungi Allah swt. amiiiin

  4. goresan penanya menarik euyyy

    ——————————

    Muslimah;

    Terima kasih euyyy…

  5. bagus untuk pengetahuan agama!

  6. alhamdulillah….
    luar biasa!!!!!
    akhirnya kutemukan juga kisah ini…
    kisah yg sy cari2 yg selama ini belum pernah sy temukan
    terima kasih semoga amal ibadah kita diterima sbg amal sholeh, amin

  7. Saya datang bukan untuk menjelaskan bahwasannya Islam itu adalah jalan kebenaran Tapi Saya DATANG UNTUK MENGADILI ORANG YANG HIDUP DAN YANG MATI. Logikanya jika seorang pemimpin sudah membuat dan memberi contoh yang tidak baik apakah dia layak disebut pemimpin… Sadarlah Anak ku.. Siapa yang kamu ikuti saat ini. Sebab Kerajaan Ku sudah Dekat

  8. Ya MAHDI Adrikni…..

  9. PANTUN GELOMBANG CINTA
    ( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
    Oleh : Maulana Mahbub Al – Majnun

    NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
    TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
    HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
    KESEWENANG – WENANGAN MERAJALELA

    SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
    LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
    BENCANA JADI OBYEK WISATA
    PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA

    DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
    AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
    TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
    NUSANTARA NEGERI KUTUKAN

    BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
    ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
    TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
    NUSANTARA MENUJU KIAMAT

    KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
    KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
    BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
    TAPI KAMI SELALU TERTIPU

    NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
    SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
    BERHARAP – BERDOA SEPANJANG WAKTU
    KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?

    KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
    BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
    SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
    PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT

    KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
    INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
    AKAN MUNCUL SEORANG RATU
    YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU

    KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
    MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
    DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
    ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?

    AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
    KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
    WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
    SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN

    AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
    KARENA LAKUMU – LAKU YANG SUCI
    WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
    SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI

    MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
    LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
    BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
    PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN

    UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
    SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
    MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
    BUKAN WAHYU AGAMA BARU

    NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
    TERBITNYA FAJAR – SANG MENTARI HARAPAN
    LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
    GELAP MALAM PENUH JEBAKAN

    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
    JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI

    KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
    ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
    KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
    TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT

    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
    JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI

    KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
    DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
    YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
    DEMI TEGAK HUKUM – KEADILAN ILAHI

    NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
    CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI

    RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
    TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI

    RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
    TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
    CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
    LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI

    KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
    KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
    LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
    KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU

    BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
    DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
    SATRIO – PINANDITA SIAP MENEMANI
    SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA

    TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
    KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
    BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
    MENGUJI NYALI JIWA PERKASA

    WAHAI APARAT – PENEGAK HUKUM NEGARA
    WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
    WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
    APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!

    Semarang,15 November 2007
    Ditemani Gudang Garam Surya
    Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
    Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti

    Hidayah datang tak pandang bulu
    Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
    salam bagi semua “orang gila” Semoga kita segera bersua.
    Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7 kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
    “MALIKUL MUQSITH”
    Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan “MALIKUL MUQSITH”
    MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
    Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
    IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk . RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.

    Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan. Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh – ruh para Nabi dari semua AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan MALIKUL MUQSITH ini.

    Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal – karena disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang. Serta “ndilalah” semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi, petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.

    Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu) benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang menerima wahyu :

    1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.

    2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci untuk sanggup menerima wahyu yang suci.

    3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi – nabi sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad, begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes misalnya :
    a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih Nabi Daud kepada Allah.
    b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
    c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat, dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah menghidupkan orang yang sudah mati.

    4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU KEPEMIMPINAN, dia pasti :
    a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
    b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
    c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur INDONESIA.

    Minimal pertanyaan – pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa saja yang mengaku – aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan, maka BER BAI’AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
    Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang hakiki.

    Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
    Sekian..

    Tertanda,
    01’12’2007
    Sunan Kuning Penebar Pesona
    Indonesia

    Keyakinan lebih berharga dari kajian seribu kitab
    Wacana diatas bertujuan untuk menjembatani pemikiran rakyat agar tidak DIBODOHI, Terima kasih atas kesediaannya untuk menyebar luaskan informasi diatas.
    salam

  10. Imam Mahdi kok ditunggu??
    Jabatan ‘imam’ dalam Al Quran hanya diberikan oleh Allah SWT. Jabatan ini merupakan kewenangan Allah SWT, seperti QS. 2:124 diberikan kepada Nabi Ibrahim As. dan keturunannya (nabi/rasul) (QS. 17:71; 16:120). Dan, imam dapat juga ditujukan kepada semua manusia yang ‘benar-benar’ mempunyai tingkat ketakwaan yang istimewa di sisi Allah SWT (QS. 25:74). Tinggal, sejauhmana kita dapat berbuat amal saleh agar kita di dunia ini dapat hidup makmur dalam keridhaan Allah SWT.

    ———————————————————

    Islam Feminis:
    Anda kurang memahami konsep ‘Penantian’ versi mazhab Ahlul Bayt. Menanti Imam Mahdi bukan berarti berdiam diri tanpa melakukan apa-apa seperti menanti kereta api di stasiun kereta. Revolusi Islam di Iran, gerakan Hizbullah di Lebanon dan berbagai gerakan lain merupakan wujud nyata dari ‘Penantian Imam’ versi Syiah. Jadi penantian menurut mereka adalah dengan aktif berkreasi, bukan diam menunggu takdir Allah. Jadi hakekat penantian adalah menyiapkan lahan untuk kemunculan Imam Zaman (Al-Mahdi Al-Muntadzar).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: