Oleh: islam feminis | Mei 10, 2007

Hijab dan Konsep Kebebasan (Liberalisme) bag-1; Sebuah Pengantar

hijab-dan-kebebasan.jpg

Penganut liberalisme selalu berusaha mengagung-agungkan masalah kebebasan. Segala sesuatu yang membatasi kebebasan mereka anggap bertentangan dengan hak asasi manusia. Salah satu hal yang dianggap bertentangan dengan kebebasan adalah hijab (jilbab). Perintah mengenakan busana muslimah kepada perempuan muslimah dianggap bertentangan dengan kebebasan dan hak asasi wanita. Mengapa pakaian perempuan muslimah harus dibatasi? Bukankah ia bebas untuk berbusana apapun? Bukankah jilbab membatasi aktifitasnya?

———————————–

Hijab dan Konsep Kebebasan (Liberalisme) bag-1; Sebuah Pengantar 

Oleh: Euis Daryati

 
Pengantar


Secara global, pemikiran yang menguasai cara pandang Barat pasca renaissance bertumpu pada  tiga asas berikut ini:[i]

Pertama: Humanisme, yang mengenalkan manusia sebagai esensi independen dan akal yang menempati kedudukan wahyu serta tidak memerlukan Tuhan karena manusia adalah tolok ukur segalanya. Hal ini menimbulkan tolok ukur relatif dan  beragam tentang baik dan buruk karena keragaman manusia. Pada saat itu, menurut Nitch, manusia akan sampai pada nihilisme.[ii]

 Kedua: Liberalisme, yang menjunjung tinggi kebebasan terutama kebebasan individual. Segala sesuatu yang membatasi kebebasan moral, agama maupun sosial dianggap telah bertentangan dengan hak asasi manusia dan kebebasan yang nota bene merupakan milik setiap indivudu.

 Ketiga: Sekularisme, pemisahan antara norma-norma sakral keagamaan dan urusan duniawi yang pada akhirnya menafikan peran agama dalam berbagai masalah sosial kemasyarakatan, termasuk dalam tataran hidup berbangsa dan bernegara.

 Jika kita analisa dengan teliti, maka kedua asas terakhir di atas pada akhirnya akan  kembali pada asas pertama. Manusia harus bebas karena yang menjadi tolok ukur segalanya adalah manusia. Manusia harus sekuler karena akal menempati kedudukan  wahyu dan terputus dari kekuatan metafisik.

Sayangnya, pola pikir Barat dengan mudah diterima oleh sebagian pemikir Islam. Produk-produk Barat dianggap benar dan tidak perlu lagi disensor. Masyarakat awam juga sudah termakan berbagai isu dan dogma Barat. Pada saat ini liberalisme atau kebebasan merupakan hal yang dianggap sangat sakral seperti halnya demokrasi, khususnya di tanah kelahirannya di Eropa. Kita menyaksikan sendiri bagaimana Amerika menyerang Afghanistan dan Irak pada dua atau tiga tahun yang lalu hanya dengan alasan ingin menerapkan demokrasi di sana.

Namun demokrasi yang mereka maksudkan telah membingungkan kita karena bukannya demokrasi yang berhasil mereka terapkan di sana tetapi hanya melahirkan ketidakamanan dan kesemerawutan yang terus berkepanjangan sejak pasukan Amerika dan sekutunya bercokol di sana.  

Penganut liberalisme selalu berusaha mengagung-agungkan masalah kebebasan. Segala sesuatu yang membatasi kebebasan mereka anggap bertentangan dengan hak asasi manusia. Salah satu hal yang dianggap bertentangan dengan kebebasan adalah hijab (jilbab). Perintah mengenakan busana muslimah kepada perempuan muslimah dianggap bertentangan dengan kebebasan dan hak asasi wanita. Mengapa pakaian perempuan muslimah harus dibatasi? Bukankah ia bebas untuk berbusana apapun? Bukankah jilbab membatasi aktifitasnya?

Definisi Kebebasan

Kebebasan, liberty-freedom dan hurriyyah merupakan tiga kata yang berasal dari  bahasa Indonesia, Inggris dan Arab dan memiliki arti yang sama. Aliran dan paham yang mengusung kebebasan disebut dengan paham liberalisme. Liberalisme sendiri merupakan salah satu aliran filsafat dan politik kuno namun cukup terkenal di saat ini. Dalam kamus politik, liberalisme adalah sebuah aliran filsafat yang berpondasikan keyakinan pada esensi kebebasan. Liberalisme lahir secara tidak langsung di masa renaisanse dan reformasi agama yang diprakarsai oleh Martin Luther dan Jhon Calvin. Kata liberty sendiri diambil dari bahasa latin yaitu liberte. Berdasarkan definisi di atas, maka yang dimaksud dengan penganut liberalisme adalah orang-orang pengusung kebebasan.[iii] Dengan kata lain, liberalisme merupakan sebuah aliran yang memiliki idelogi, pandangan dan metode yang tujuan utamanya ialah menyiapkan kebebasan semaksimal mungkin bagi manusia dengan bersandar pada konsep individualisme. Manusia harus terlepas dari segala belenggu dan kekangan—lingkungan maupun sosial, bahkan syariat agama dan Tuhan sekalipun—dan  manusia merupakan pemilik kehendaknya sendiri.[iv]

Bersambung….




[i] Syafii’ Surustani, Ibrahim, Jaryan Senasi Difai’ az Huquqe Zanan, 1379 QS, Qom, Muassese Farhanggi Thaha, hal :5, pembahasan seperti inipun dapat ditemui pada buku-buku yang lainnya.

[ii] Ibrahimiyan, Sayyid Husain, Insan Syenasi Islam, Ekzistansialism,Humanism, 1381 QS, Tehran, Daftar Nasyre Ma’arif, cetakan pertama hal :104, untuk lebih jelasnya mengenai pembahasan Humanisme dapat merujuk ke dalam buku ini.

[iii] Baratali Poor, Mahdi, Negahe Nu “Liberalism”, 1381 QS, Qom, Bid’atu ar-Rasul, cetakan pertama, hal : 13.

[iv] Qanbari, DR. Ayat, Naqdi bar Humanisme wa Liberalisme, 1383 QS, Qom, Faroz-e Andisyeh, hal : 90.


Responses

  1. kalo mau tau muslimah itu berasa terkekang atau ngga dengan jilbabnya, tanya muslimahnya dong ,,!!

  2. Hijab hati saja, smua butuh proses

    ———————————–

    Muslimah:

    Benar, semua butuh proses. Karena alam materi (Fisik) merupakan alam proses (tadriji), berbeda dengan alam non materi (metafisik) yang tiada proses padanya (daf’i).
    Contoh konkrit dalam dakwah Nabi saww kita berdakwah dengan berangsur-angsur, artinya melalui proses. Dalam mengenakan hijab (jilbab) pun perlu proses, setelah mengadakan pengenalan siapa dirinya (sebagai manusia), apa statusnya (sebagai seorang muslimah, dan apa tugasnya (melaksanakan perintah Pemilik Sejatinya yaitu Allah swt, Yang Mengetahui maslahat dan mafsadah (kerusakan) untuk dirinya.

  3. kebebasan tidak hanya diukur dari cara berpakaian saja………….masih banyak cara lain menemukan kebebasan…………..yang penting pola fikir kita yang dibebaskan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: