Oleh: islam feminis | April 13, 2007

Wanita, Tradisi dan Konsep Keadilan Gender (2); Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam as?

Dari zahir ayat ini kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk nabi Adam, sebagaimana yang disebutkan oleh beberapa hadis. Selain itu juga ada hadis yang menunjukan proses penciptaan Hawa terpisah dari penciptaan Adam, dimana seseorang bertanya kepada Imam Baqir ;”wahai imam dari apakah Tuhan menciptakan Hawa? Imam seraya berkata:”Apa pendapat orang –orang tentang hal ini? ia menjawab : mereka berpendapat bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam. Kemudian imam kembali berkata: “mereka berkata bohong, apakah Tuhan tidak mampu menciptakan Hawa selain dari tulang rusuk nabi Adam?”

—————————————————————-

Wanita, Tradisi, dan Konsep Keadilan Gender (2)

Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Adam?

Oleh: Euis Daryati

Perempuan dalam Pandangan Islam

Untuk mengetahui kedudukan perempuan dalam prespektif Islam, terlebih dahulu kita perlu mengetahui beberapa premis berikut ini:

1. Agama Islam adalah agama samawi terakhir. Artinya, ajaran Islam harus mencakup semua permasalahan yang diperlukan oleh manusia sampai akhir zaman, sebagaimana yang dapat kita petik dari
surat al-Ahzab ayat:40. Di sana Allah SWT mengatakan bahwa Nabi Muhamad SAWW adalah penutup para nabi, dan pembawa agama Islam ialah Nabi terakhir, maka ajarannya secara otomatis menjadi ajaran terakhir pula.

2. Agama Islam adalah agama fitrah [6]. Artinya, semua ajarannya sesuai dengan fitrah manusia; sesuai dengan tuntutan maslahat manusia, dalam surat Rum ayat:30 dijelaskan: “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus, fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu…(Al-Ruum:30)

3. merupakan realita yang tidak bisa dipungkiri antara lelaki dan perempuan -selain mempunyai sisi kesamaan (jiwa insani), juga mempunyai sisi perbedaan (gender).

Dari premis-premis di atas, kita dapat mengambil konklusi bahwa perempuan di mata Islam, selain mempunyai kesamaan dengan laki-laki, juga mempunyai perbedaan, di mana persamaan dan perbedaan tersebut sesuai dengan fitrah (watak penciptaan manusia). Akan tetapi, yang perlu kita ketahui sekarang adalah apakah perbedaan ini menyebabkan perempuan tersingkir dari komunitas manusia? Dan, apakah perbedaan tersebut menjadi kendala bagi wanita untuk mencapai kesempurnaan? Lalu, kita juga harus mengetahui di sisi manakah letak insaniyatul-insan (esensi manusia) itu? Sehingga kita tidak salah kaprah dalam memahaminya, dan tidak berusaha untuk “me-lelaki-kan” perempuan, karena sistem universal alam memerlukan adanya lelaki dan perempuan, sehingga kehidupan bisa terus berlanjut. Oleh karena itu, pembahasan pertama ialah mengenai titik persamaan antara lelaki dan perempuan:

Sisi Kesamaan

1. Perempuan dan penciptaannya.

Untuk mengetahui perihal penciptaan perempuan, maka kita harus kembali membuka sejarah penciptaan manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa, karena semua silsilah keturunan manusia berakhir pada keduanya. Oleh sebab itu, apakah dalam proses penciptaan keduanya terjadi perbedaan atau tidak? Karena mengenai hal ini terdapat beberapa pendapat yang saling kontradiksi, begitupula terdapat beberapa hadis yang saling menyalahkan, satu mengatakan perempuan diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam, tapi lainnya mengatakan “tidak”. Sebenarnya apakah betul perempuan diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam, ataukah sama seperti halnya nabi Adam diciptakan dari tanah juga? kalau memang hal tersebut benar, apakah menunjukkan derajat perempuan lebih rendah dari lelaki?

Untuk memahami prihal tersebut sebaiknya kita merujuk ke beberapa ayat sebagai berikut: “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu (nafs wahidah), dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…”(Qs Al-Nisaa’:1). “Dia menciptakan kamu dari seorang jiwa (nafs wahidah) kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya…”(QS,az-Zumar:6). Dan, “Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (nafs wahidah) dan daripadanya Dia menciptakan istrinya…”(QS,Al-A’raf:189).

Audiensi dalam surat an-Nisa’ adalah suluruh manusia, dan kita ketahui pula bahwa manusia mencakup lelaki dan perempuan. Artinya, Tuhan memerintahkan kepada seluruh manusia baik lelaki dan perempuan untuk bertaqwa. Taqwa itu sendiri merupakan urusan dan hidangan ruhani.[7] Dari sisi lain, ruh adalah sesuatu nonmateri, dan di dalam kenonmaterian tidak ada istilah lelaki-perempuan.

Kemudian dalam lanjutan ayat tersebut dan dua ayat berikutnya Allah berfirman: “Dia yang telah menciptakan kamu dari “nafs wahidah”, Apakah yang dimaksud dengan “nafs” ? Nafs merupakan substansi manusia, dimana dengan nafs itulah manusia dapat dikatakan sebagai manusia. Ketika ia hidup di dunia tersusun dari dua sisi; sisi jasmani dan sisi ruhani (dimensi materi dan nonmateri)[8] dan sewaktu hidup di alam barzah ia hanya memiliki sisi ruhani (dimensi nonmateri) saja. Ayat di atas seakan ingin mengatakan; wahai manusia (lelaki dan perempuan)! kamu sekalian diciptakan dari substansi yang sama.[9]

Kemudian dalam terusan ayat Allah berfirman: “dan daripadanya (“nya” kata ganti dari “nafs wahidah”) Dia menciptakan istrinya..”. Dalam kaidah bahasa arab kata min mempunyai beberapa makna diantaranya ba’dhiyyah (bagian) dan jinsiyyah (jenis)”. Sebagian mengartikan min dalam kata minha adalah “bagian”, mengingat bahwa Hawa tercipta dari bagian Adam, yaitu dari tulang rusuknya. Dan sebagian mengartikan jinsiyah (jenis) sebagaimana Tuhan menciptakan Adam dari jenis manusia, maka diciptakanlah pula pasangannya dari jenisnya Adam, yaitu jenis manusia.

Pada hakikatnya, ayat di atas ingin menyampaikan bahwa istri Adam tercipta dari jenis Adam pula, atau dengan kata lain substansi Hawa dan Adam adalah sama. Hal ini dikuatkan juga oleh ayat-ayat lain seperti dalam surat Rum ayat:21 yang berbunyi :”Dan dari tanda-tandaNya Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri…” atau dalam surat Al-Nahl ayat: 72 dan ayat lainnya.

Dalam tafsir Al-Kassyaf jilid ke-2/244 mengartikan kata min sebagai min bayaniyah dengan argumen bahwa semuanya diciptakan dari jenis yang satu, yaitu dari “tanah” sebagaimana dalam ayat dijelaskan : “Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah…(Al-Rum:20)

Oleh karena itu, dari zahir ayat ini kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk nabi Adam, sebagaimana yang disebutkan oleh beberapa hadis. Selain itu juga ada hadis yang menunjukan proses penciptaan Hawa terpisah dari penciptaan Adam, dimana seseorang bertanya kepada Imam Baqir ;”wahai imam dari apakah Tuhan menciptakan Hawa? Imam seraya berkata:”Apa pendapat orang –orang tentang hal ini? ia menjawab : mereka berpendapat bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam. Kemudian imam kembali berkata: “mereka berkata bohong, apakah Tuhan tidak mampu menciptakan Hawa selain dari tulang rusuk nabi Adam?” dia kembali bertanya: lantas dari apakah Hawa diciptakan? Beliau menjawab: “Ayahku meriwayatkan dari kakek-kakekku bahwa Rasul bersabda: Allah SWT mengambil segenggam tanah dan mencampurnya dengan tangan kanan-Nya[10], kemudian dari tanah tersebut diciptakanlah Adam, sisa dari tanah tersebut diciptakanlah Hawa”.[11]

Dari penjelasan di atas dapat diambil konklusi bahwa dari sisi penciptaan lelaki dan perempuan sama, begitupula dari sisi insaniyah (esensi kemanusiaan) keduanya sama. Tentu, dari sisi ini tidak dapat dikatakan bahwa lelaki lebih utama dari perempuan, begitu pula sebaliknya.

Bersambung ….


Responses

  1. saya setuju pendapat yang mengatakan bahwa perempuan diciptakan dari jenis yang sama dengan laki-laki dan bukan dari bagia tubuh laki-laki.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: