Oleh: islam feminis | April 24, 2007

20 Tahun Sebelum Kelahiran …

Ia menjawab: “20 tahun sebelum kelahirannya. Jika tidak berhasil, maka harus dimulai lebih cepat dari itu”.

————————————————-

20 Tahun Sebelum Kelahirannya … 

Sejak Kapankah Pendidikan Anak dimulai?

Jawab: Sebagian mengatakan sejak umur 6 / 7 tahun, karena pada usia tersebut anak telah dapat menyampaikan kepada orang lain berkaitan dengan apa yang terdapat di benaknya.

Pendapat lain mengatakan pendidikan dimulai sejak anak lahir. Seorang psikolog mengatakan bahwa ketika seorang bijak ditanya, “Sejak kapan pendidikan anak dimulai? Ia menjawab: “20 tahun sebelum kelahirannya. Jika tidak berhasil, maka harus dimulai lebih cepat dari itu”.

Inilah beberapa pendapat berkenaan dengan jawaban soal di atas. Sebenarnya, pertanyaan sejak kapan pendidikan dimulai. Jika kita lihat makna pendidikan, maka harus ada yang jadi obyek (yang dididik). Bagaimana mungkin mau mendidik, akan tetapi obyek yang dididiknya tidak ada. Oleh karena itu. Maksud pendidikan dimulai sejak sebelum kelahiran bayi ialah, factor-faktor yang jika dilakukan maka akan mempermudah dalam pendidikan anak di masa yang akan datang.

Oleh karenanya dalam sebuah hadis Imam Ali as berkata; “Sesunggguhnya hati sanubari anak-anak seperti tanah kosong. Apa saja yang ditanam padanya maka akan tumbuh…” (Nahjul-Balaghah, karya Muhamad Abduh, jil 3, hal 40, dinukil dari Tarbiyate Farzan (Pendidikan anak, Syed Ali Hasan Zadeh, hal 32). Menariknya Imam Ali menggunakan ibarat tanah kosong. Kita ketahui bahwa tidak setiap tanah dapat ditanami, karena ada yang tanah subur dengan hanya melemparkan biji pohon maka akan tumbuh. Namun adapula tanah  gersang, yang sulit ditanami, kalau ingin menanam sesuatu padanya, maka memerlukan kerja keras yang sangat.

Hal di atas menerangkan tentang pengaruh genetic pada kepribadian seoarng anak di masa yang akan datang. Pengaruh kedua orang tua terhadap kepribadiannya. Namun bukan berarti hal ini meniadakan usaha dan ikhtiyar anak dan membangun kepribadiannya. Dalam Islam kepribadian anak dapat dibentuk melalui factor-faktor genetic, lingkuangan dan usaha ia sendiri. perbedaan pada tiga factor di sini hanyalah dari sisi presentase saja.    

Dan factor genetik berkaitan sebelum kelahiran anak yaitu berkaitan dengan kedua orang tua. Oleh karena itu, Islam memberikan beberapa kiat agar kelak anaknya menjadi anak yang sehat dan saleh. Di antaranya memilih calon istri atau suami yang sehat jasmani dan ruhani. Karena suami kita akan menjadi bapak dari anak kita di waktu yang akan datang. Sebaliknya istri kita akan menjadi ibu dari anak kita di waktu yang akan datang.Mereka akan memberikan pengaruh pada kepribadian anak kita.

  • Dalam sebuah Hadis Rasulullah saw telah bersabda: “Nikahkanlah anak laki-lakimu dengan (perempuan) yang sepadan denganya (keimanan), begitu pula anak perempuanmu…”.(Wasa’il, jil 14 hal 29, dinukil dari Tarbiyate Farzan (Pendidikan anak), Syed Ali Hasan Zadeh, hal 42)

  • Dalam hadis lain beliau bersabda: “Jika ada seseorang yang beriaman dan berakhlak baik  melamar anak perempuamu maka terimalah”.(Al-Kafi, jil 5 hal 347, dinukil dari Tarbiyate Farzan (Pendidikan anak), Syed Ali Hasan Zadeh, hal 48)

 

  • Dalam hadis lain beliau bersabda: “Lihatlah dimana engkau letakkan anakmu, karena nadi dan akar keturunannya akan berpengaruh terhadap anakmu”.(Kanzul-Umal, jil 15, hal 855, dinukil dari Tarbiyate Farzan (Pendidikan anak), Syed Ali Hasan Zadeh, hal 48)

Beberapa hadis di atas mengisyaratkan akan pentingnya memilih pasangan hidup dan pengaruhnya bagi kepribadian anak. Bagi yang belum memiliki pasangan maka akan menjadi bekal dalam mencari ibu atau ayah anaknya di masa yang akan datang. Dan untuk yang sudah memiliki pasangan hidup, tidak usah pesimis insyaAllah masih ada cara lain agar anak kita menjadi anak kita harapkan dan cahaya mata kita. Insya Allah

[Euis D,  Tarbiyate Farzan (Pendidikan anak), Syed Ali Hasan Zadeh]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: