Oleh: islam feminis | April 27, 2007

Balasan Sedekah

“Wahai hamba Allah, relakah anda, suapan ini (anaknya hampir saja jadi santapan srigala) sebagai gantinya suapan itu (suapannya yang telah diberikan kepada seorang pengemis)?”

 ———————————————- 

Balasan Sedekah 

 

Imam Ridha as (Imam ke-8) berkata: “Pada zaman dahulu telah terjadi kemarau yang sangat panjang pada kaum Bani Israil. Seorang wanita dari mereka telah meletakan sesuap roti di mulutnya. Tiba-tiba datang seorang pengemis yang mengetuk pintu rumahnya sembari meminta-minta, sementara wanita itu tidak memiliki sesuatupun kecuali sesuap roti tersebut.  Dalam menjawab permintaannya, wanita berkata: “Maafkan aku, lalu ia mengeluarkan suapan roti dan diberikan kepada pengemis.

 

Tidak berapa lama, di padangan sahara anaknya telah diterkam oleh srigala. Kemudian, srigala meletakkan anak tersebut ke dalam mulutnya dan melarikan diri. Setelah mengetahui hal itu, wanita tersebut mengejar anaknya yang diterkam srigala seraya berteriak-teriak. Di saat itu Allah swt telah mengutus Jibrail as untuk menyelamatkan anaknya dan mengelurkannya dari mulut srigala. Malaikat Jibrail as mengembalikan kepada ibunya, seraya berkata: “Wahai hamba Allah, relakah anda, suapan ini (anaknya hampir saja jadi santapan srigala) sebagai gantinya suapan itu (suapannya yang telah diberikan kepada seorang pengemis)?”

[Euis D, sumber: Dastanha-ye Mauzui, Kazim Said Pur, hal 43-44]


Responses

  1. […] membuat AGAMA itu menjadi sulit, buat analogi-analogi sederhana, kayak gini misalnya, atau begini, atau begini, agar orang/manusia mudah untuk memahami agama, jangan dulu jejali orang/manusia […]

  2. Apa sich maksud ucapan anda di atas?

  3. Hee….maaf ya. liat judulnya balasan sedekah, kirain soal uang dan balasan tunai. Apa tidak lebih bagus & lebih mendidik bikin tulisan tentang pengelolaan uang, berekonomi, manfaat menabung, bunga bank, dll. Cerita ini mah tambah saja ngajar orang Islam malas, ngajak tidur pake dongeng…
    Bunga bank haram ya?

    ——————————————-

    Islam Feminis:

    Orang yang bijak adalah yang bisa mengambil pelajaran dari kisah pendahulunya. Mengambil yang positif dari kisah itu, dan menjauhi yang negatif. Atas dasar itulah dalam kitab suci terdapat kisah-kisah para manusia terdahulu. Ada kitab suci yang memuat sebagian kisah seperti al-Quran, ada juga kitab suci yang hanya merupakan kitab kisah seperti perjanjian lama dan baru (bible). Alhasil hanya orang bodoh yang meremehkan kisah yang ada, juga tidak bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah bijak tersebut.

    Jika yang anda maksud dengan “bunga” adalah ‘keuntungan’ maka tidak semua keuntungan dari Bank itu haram. Tergantung dengan Bank apa, siapa pengelolanya, bagaimana bentuk mendapat keuntungan dan dengan tujuan apa anda menaruh uang di sana…dsb. Masing-masing dari pertanyaan itu semua memiliki jabaran hukum sendiri-sendiri dalam Islam. Makanya tidak bisa langsung hanya dijawab antara ‘Ya’ dan ‘Tidak’. Tidak bisa hitam-putih dalam masalah-masalah semacam ini.

    Namun, Jika yang anda maksud dengan ‘bunga’ di atas adalah apa yang sering disitilahkan sebagai ‘riba’ maka Islam dengan jelas dan tegas menyatakannya ‘Haram’.

    Ini sebagai salah satu bukti bahwa, betapa luas hasanah ilmu-ilmu keislaman dibanding agama lainnya yang tidak pernah membahas masalah-masalah beginian.

  4. Trus jadi apa donk itu Riba? emang beda ama bunga? Coba kasih contoh bank yang berpraktek haram dan berpraktek tidak haram. Muslim Indonesia kasih fatwa haram bunga bank. tapi napa ya doyan simpan pinjam di bank? emang wateknya doyan yang haram-haram. Jangan heran yang halalhalal pada dibuat haram. aneh!

    ———————————————–

    Islam Feminis:

    Anda tidak tahu hakekat Islam tapi sudah keburu sinis dulu dengan Islam. Jika begitu maka apapun kebaikan yang ada di dalamnya akan anda lihat dengan sebelah mata. Dan jika umat Kristiani -atau nin muslim lain- Indonesia semacam anda jangan salahkan oreang seperti anda akan mendapat perlakuan tidak baik dari sebagian muslim.

    Maaf, ruang komentar bukan tempat buat diskusi yang tidak sesuai dengan kajian yang dibahas secara langsung. Jika anda ingin berdiskusi banyak, silahkan anda masuk dan bergabung dengan milis yang tertera di blog ini.

  5. hakekat? hakekat spt apa? sebelum menilai hakekat bukannya kita menilai dari apa yang kita lihat, raba & rasakan dari pergaulan. hakekat dan rasa tertarik apa yang bisa kamu ambil dari sesuatu yang lebih banyak buruknya?

    Kamu belum pernah merasakan rumahmu dibakar, ibumu yang tua renta dilempari, kokomu diperas, penghasilanmu dipajak pungli mulai oleh pelebaran jalan, agustusan, keamanan, THR orang sekampung, kyai dan santri, sampe mesjid yang tidak jadi-jadi. belum lagi tidurmu sebulan penuh diganggu suara bedug depan kamar tidur dan diancam..
    Gara-gara bedug keluargamu berantem!

    Kalao kamu percaya tuhan, besok tuhan uji kamu lebih dari saya. saya pengen tahu.

    Bukannya kamu pada yang memulai sinis! agama apa ini? menggring orang untuk benci & memusuhi? satu dua pelaku kejahatan itu oknum. tapi sekampung, sekecamatan, senegara?

    —————————————————————————-

    Islam Feminis:
    Itu semua adalah kendala social yang akan anda dapati dimanapun, bukan hanya di Islam. Anda belum menjawab apa agama anda. Kalaulah anda Kristen, anda akan dapati pertikaian antara Katolik dan Protesatan di Irlandia Utara. Lihat kembali sejarah kelam gereja Katolik…berapa banyak bayi lahir hasil hubungan antara Pastur dan Suster yang tidak boleh kawin. Pambakaran hidup-hidup para pastur yang menentang doktrin Gereja berkaitan dengan Trinitas. Pengkafiran terhadap Galileo dan Newton karena mennentang ajaran gereja yang ternyata sekarang ini para ilmuwan Kristen malah mengikuti teori mereka, karena agama mana kemunmculan Rennaisanse (anda tahu khan apa itu Renaissance?) di eropa …dst.

    Lantas apa beda antara kasus di kampung anda dengan kasus gereja katolik? Ya jelas beda. Kalau gereja Katolik -konon- memiliki hak preogratif Tuhan, sedang kaum muslim kampung itu tidaklah demikian. Sebagian yang dikampung itu adalah kaum awam muslim. Lha kalau mengaca dan menjadikan kaum awam sebagai tolok ukur ya silahkan saja, cuman jangan salahkan orang lain akan dapat mengukur sampai dimana tingkat pendidikan (intelektual) dan keilmiahan anda. Saran saya, lihat sejarah dan fenomena terkini yang terjadi di agama anda, baru melihat fenomena agama orang. Dengan begitu kita akan mengoreksi diri masing-masing dan tidak sibuk melihat aib orang lain. Coba anda jawab isu-isu tentang perempuan dari sudut agama anda, dari pada bahas gak tentu arah begini. Itu kalau agama anda mampu menjawab isu-isu tadi, bukan hanya bersandar pada doktrin agamwan anda saja.

    Maaf, siapa dulu yang memberi komentar sinis di blog ini? Coba anda lihat kembali komentar-komentar anda itu dan nilai kembali ungkapan anda…Dan sekali lagi maaf, sebelum anda menyebut agama anda, saya tidak akan meladeni diskusi (via komentar) dengan anda.

  6. Bagus buat Islam Feminis…maju terus, dalam beramal makruf nahi munkar pasti ada resikonya mau yang buruk atau yang baik, semuanya gak bisa dihindari apalagi cuma komentar gak mutu seperti itu jalan menuju kebaikan memang sulit..ingat perjuangan Imam Husein..chayoooo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: