Oleh: islam feminis | September 24, 2007

Andai Mereka Tahu Keutamaan Bulan Ramadhan

ramadhan.jpg

“Andaikan seorang hamba mengetahui keutamaan bulan Ramadhan maka ia akan selalu mengharapkan dalam setahun seluruhnya ialah bulan Ramadhan”.


—————————————————-

Keutamaan Bulan Ramadhan

  • Nabi Muhamad saww bersabda: “”Bulan ini dinamakan Ramadhan karena membakar dosa-dosa”.[1] [Muntakhab-Mizan al-Hikmah, halaman 168].
  • Nabi Muhamad saww bersabda: “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka diawal bulan Ramadhan dan tidak ditutup hingga akhir bulan Ramadhan”. [Muntakhab-Mizan al-Hikmah, halaman 168].
  • Nabi Muhamad saww bersabda: “Andaikan seorang hamba mengetahui keutamaan bulan Ramadhan maka ia akan selalu mengharapkan dalam setahun seluruhnya ialah bulan Ramadhan”. [Muntakhab-Mizan al-Hikmah, halaman 168].
  • Nabi Muhamad saww bersabda: “Ketika bulan Ramadhan tiba pintu-pintu neraka akan tertutup, pintu-pintu surga akan terbuka dan para Setan akan dirantai”. [Muntakhab-Mizan al-Hikmah, halaman 168]
  • Imam Ali as bersabda: “Sesungguhnya pada suatu hari Rasulullah saww dalam khutbahnya bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya bulan berkah, rahmat dan bulan ampunan telah mendatangi kalian. Yaitu bulan yang paling utama di sisi Allah swt, hari-harinya ialah hari-hari yang paling utama, seluruh malamnya ialah malam-malam paling utama, seluruh waktunya ialah waktu-waktu yang paling utama, pada bulan ini kalian telah diundang dalam jamuan Allah swt, dan kalian telah dijadikan pada bulan ini sebagai orang-orang yang mulia, seluruh nafas kalian pada bulan ini ialah tasbih, tidur kalian padanya ialah ibadah, amal perbuatan kalian pada bulan ini akan diterima, dan doa kalian pada bulan ini akan dikabulkan”. Imam Ali as melanjutkan, aku berdiri dan bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah amal perbuatan yang paling utama di bulan ini? Beliau menjawab: “Wahai Abul Hasan! Amal perbuatan yang paling utama pada bulan ini ialah menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan Allah swt”. [Muntakhab-Mizan al-Hikmah, halaman 168].

[ED / Islam Feminis]


[1] Ramadhan berasal dari akar suku kata ‘Ramadha-Yarmadhu’ yang artinya membakar atau menghanguskan.


Responses

  1. Nabi Muhamad saww bersabda: “Ketika bulan Ramadhan tiba pintu-pintu neraka akan tertutup, pintu-pintu surga akan terbuka dan para Setan akan dirantai”.
    mau tanya nih, apakah apabila seorang mukmin meninggal di bulan ramadhan ia akan langsung masuk surga?
    Afwan wa sukron….

    ———————

    Islam Feminis:
    Hadis di atas memiliki arti kiasan (kinayah) yang ingin menggambarkan atas rahmat, berkah, pengampunan Allah yang tak terhingga pada bulan suci Ramadhan, berbeda pada bulan-bulan lainnya. Pahala yang akan didapatkan dari kebaikan yang dilakukan oleh orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sangatlah berlipat ganda. Sehingga hal-hal kecil seperti tidur, bernafasnya saja merupakan ibadah, apalagi yang benar-benar bernuansa peribadatan ritual ataupun sosial. Jadi, ungkapan dalam hadis yang menyatakan bahwa “Pintu-pintu Neraka akan ditutup”, bukan berarti semua orang yang mati akan masuk sorga yang pintunya dibuka lebar-lebar, dan karena semua pintu nerakanya tutup. Dan ungkapan “Setan akan dirantai” berarti meniscayakan bahwa kejahatan yang hasil dari bisikan setan pasti tidak terjadi, padahal kenyataannya tidak semacam itu khan? Realitanya tindak kriminal dan maksiat di bulan Ramadhan masih terus lancar khan? Jadi hadis di atas memiliki arti kiasan, bukan arti sesungguhnya sesuai dengan konteks zahirnya. Dengan begitu agar manusia terpola untuk mempunyai semangat dalam pelaksanaan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Maka hadis di atas mirip dengan hadis-hadis kiasan lain, seperti hadis “Sorga berada di telapak kaki ibu”, apakah akan kita artikan secara tekstual, tentu tidak bukan?
    Adapun orang mukmin yang meninggal di Ramadhan langsung masuk Sorga? Hal ini tidak sesuai dengan jenjang alam pasca kematian yang telah disepakati oleh kaum muslimin. Orang mati adalah perpindahan dari alam dunia ke alam kubur (barzakh). Di alam barzakh terdapat siksa kubur dan nikmat kubur. Setelah alam kubur, di waktu kiamat yang semua manusia akan mati, manusia semua dibangkitkan ke alam mahsyar (hisab) untuk ditimbang amal perbuatannya. Dari situ baru sorga dan neraka-nya seseorang ditentukan. Jadi semua orang yang mati, kapanpun, akan masuk ke alam barzakh dulu, gak langsung ke sorga, waau di alam barzakh mungkin akan mendapat nikmat kubur. Berdasarkan berbagai riwayat yang ada, kaidah dan urutan jenjang di atas tadi tidak berlaku buat orang-orang yang gugur di jalan Allah (Syahid).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: