Oleh: islam feminis | April 19, 2007

Bincang dengan Putri Imam Khomaeni (DR. Zahro Mustafawi)

“Ringkas saja, saya ingin mengetahui bagaimana Anda dapat mencapai kesuksesan seperti ini?”. Sejenak beliau tersenyum, dengan rendah hati beliau menjawab: “Kesuksesan apa? Mungkin dari segi keilmuan saya dapat dikatakan sukses”. Lantas beliau menjelasakan bahwa, dalam masalah piritual dan keimanan kita semua senantiasa memerlukan bimbingan-Nya. Tidak ada seorang pun yang berani mengatakan: “Saya sukses dalam spiritual dan keimanan”.

—————————————-

Bincang dengan DR. Zahro Mustafawi (putri Imam Khomaeni)

Bersama beberapa teman dari Negara Cina, Bosnia, Turki, Kazakistan, Thailand, India, Pakistan dan Iran kami berangkat drai kota Qom menuju Teheran untuk mengadakan pertemuan dengan DR. Zahro Mustafawi (salah satu putri Imam Khomaeni). Rencananya pertemuan tersebut dilaksanakan di tempat dinas beliau. Sesampainya di tempat dinas beliau, kami disambut para stap beliau dengan hangat sehingga dapat menghilangkan rasa lelah karena perjalanan jauh (jarak antara Qom dan Teheran ditempuh antara 2-3 jam).

 

 

 

Setelah kami beristirahat sejenak, acara dimulai dan DR. Zahro pun datang untuk mengisi pertemuan tersebut. Perasaan senang dan haru bercampur jadi satu, ketika melihat beliau secara langsung. Beliau memiliki berbagai aktifitas yang padat seperti menulis, sebagai dosen, mengisi di berbagai event Setelah memperkenalkan diri, beliau memperkenalkan badan organisasi yang beliau pimpin. Saat ini beliau menempati posisi sebagai ketua umum “International Union of NGO’s for Suport Palestinian Right’s” (Persatuan LSM-LSM Internasional untuk Solidaritas Palestina). Badan ini telah menyebar di 20 negara di 4 benua, yaitu benua Asia, Amerika, Eropa dan Afrika. Badan ini bergerak di bidang pengenalan produk-produk Israel dan segenap badan yang telah mendapat dukungan Israel. Program kerja lainnya adalah turut serta dalam usaha pembenbasan tawanan muslim yang ditawan oleh Israel, baik dengan bantuan pengacara ataupun dengan cara lainnya.

 

 

 

Dalam akhir pembicaraannya, beliau mengimbau kepada kami untuk seoptimal mungkin menjauhi dan tidak mengkonsumsi produk Israel (seperti; Sprite, Coca-Cola, Fanta, Nestle, Sara Lee, Gohnson&Gohnson, L’Oreal, Kit Kat, Mc Donald’s, Tommy, Hlifiger, Ibm, dan lain sebagainya) karena, membeli produk Israel sama halnya dengan menyumbangkan dana kepada Israel untuk turut meluncurkan peluru mereka saudara kita di Palestina. Percuma saja kita ikut berdemontrasi al-Quds setiap tahun, kalau kita sendiri ternyata turut andil dalam membunuh saudara kita di Palestina dengan cara membeli dan mengkonsumsi produk Israel karena laba dari penjualan barang mereka pakai sebagian untuk biaya memerangi dan mendholimi saudara-saudara kita di Palestina.

 

 

 

Selepas berpidato, beliau memberikan waktu kepada kami untuk memperkenalkan diri dan mengajukan pertanyaan. Saya berpikir, ini merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan aktifitas “Lembaga Otonom Fathimiyah-HPI”, serta visi dan misinya kepada beliau.

 

 

 

Beliau menyambut dengan senang dan memberikan dorongan untuk segala jenis bentuk aktifitas demi kemajuan spiritual dan intelektuan kaum Hawa. Setelah itu, saya memberanikan diri untuk mewawancari beliau. “Pertama-tam saya ucapkan terima kasih kepada ibu yang telah memberikan waktu kepada saya. Terus terang saja, saat melihat ibu mengingatkan saya kepada Imam Khomaeni. Oleh karenanya, perasaan senang dan haru meliputi diri saya ketika melihat Anda. Ringkas saja, saya ingin mengetahui bagaimana Anda dapat mencapai kesuksesan seperti ini?”. Sejenak beliau tersenyum, dengan rendah hati beliau menjawab: “Kesuksesan apa? Mungkin dari segi keilmuan saya dapat dikatakan sukses”. Lantas beliau menjelasakan bahwa, dalam masalah piritual dan keimanan kita semua senantiasa memerlukan bimbingan-Nya. Tidak ada seorang pun yang berani mengatakan: “Saya sukses dalam spiritual dan keimanan”.

 

 

 

Lantas beliau melanjutkan pembicaraannya: “Kondisi zaman saya dahulu-pra revolusi Islam- anak perempuan tidak diizinkan belajar. Saya sendiri menyelesaikan SMA pada usia 29 tahun dan dalam keadaan memiliki 2 orang anak laki-laki. Saya belajar pada malam hari. Seperti yang telah saya katakana sebelumnya. Masyarakat kala itu menganggap aib jika anak perempuan belajar.Namun karena semangat dan cinta ilmu, saya mampu mengalahkan dan menghadapi segala bentuk rintangan untuk belajar.tekad yang kuat dan kerja keras itulah kunci kesuksesan saya”. Kemudian beliau menambahkan: “Kaum perempuan harus mengurangi waktunya untuk acara-acara tsayrifati (seremonial)…”.

 

 

Di akhir pertemuan itu, saya memohon kepada beliau agar memberikan pesan dan nasehat kepada kami. Seusai menebar senyum kemudian beliau berkata: “Bersungguh-sungguhlah dalam mencari ilmu, penyucian jiwa, dalam menjaga kejujuran keikhlasan, serta mengetahui posisi dan tugas kita dalam masyarakat”. Seuasai acara kami bersama teman-teman kembali ke kota Qom.

 

 

 

(Euis Daryati, S2 jurusan Tafsir sementara ini menjabat sebagai ketua LOF-HPI (Himpunan Pelajar Putri di Qom-Iran))


Responses

  1. “Beliau mengimbau kepada kami untuk seoptimal mungkin menjauhi dan tidak mengkonsumsi produk Israel (seperti; Sprite, Coca-Cola, Fanta, Nestle, Sara Lee, Gohnson&Gohnson, L’Oreal, Kit Kat, Mc Donald’s, Tommy, Hillfiger, Ibm, dan lain sebagainya) karena, membeli produk Israel sama halnya dengan menyumbangkan dana kepada Israel untuk turut meluncurkan peluru mereka saudara kita di Palestina. Percuma saja kita ikut berdemontrasi al-Quds setiap tahun, kalau kita sendiri ternyata turut andil dalam membunuh saudara kita di Palestina dengan cara membeli dan mengkonsumsi produk Israel karena laba dari penjualan barang mereka pakai sebagian untuk biaya memerangi dan mendholimi saudara-saudara kita di Palestina.”

    Wah … sayang sekali masih banyak orang-2 Iran sendiri yang mengkonsumsi produk-2 yang berkaitan dengan Zionost ini. Apakah karena mereka (orang-2 Iran dari RI Iran) tsb tak tahu?
    Saya pernah mengikuti rombongan umroh orang-orang iran dari RI Iran ke Saudi Arabia (Mekkah, Medinah, Jeddah). Salah satu program mereka adalah mengunjungi Jeddah (sore sampai malam). di Jeddah, acara makan malam diadakan di rumah makan McDonald’s di pinggir pantai Jeddah. Saya sampai protes keras kepada ketua rombongan dan tak mau makan disana, tapi orang-2 iran tsb tetap bersikeras. akhirnya saya tidak makan dan menunggu saja di dalam bis.
    Di Saudi Arabia, termasuk di Mekkah, Medinah & Jeddah memang dipenuhi oleh toko-2 & produk-2 yang berhubungan dengan Zionist. Ini merusak kesucian penyelenggaraan ibadah Umroh dan Haji.

  2. @ Carnelian

    Terimakasih atas kunjunganya. Memang, NGO beliau pun tetap terus mensosialisasikan pemboikotan itu ke segenap kaum muslimin, termasuk warga Iran sendiri yang sangat beragam background tingkat sosial, pendidikan, agama dan mazhab. Jadi jelas sekali bahwa ‘penyimpangan’ yang dilakukan beberapa oknum warga Iran tentu tidak dapat menjadi pembenaran atau bukti kebenaran atas prilaku mereka. Bahkan sebagian pengusaha Iran masih saja mengimpor barang-barang itu, entah legal ataupun tidak, yang jelas, sebnagian barang-barang itu juga kadang masih bisa kita dapati di beberapa toko kelontong di Iran. Dengan kata lain, prilaku perorangan bukan tolok ukur asli kebenaran.

    Yang pelu kita camkan adalah; Kesalahan adalah kesalahan, siapapun pelakunya. Justifikasi akan sangat terkait terhadap jawaban dari kenapa mereka melanggar…? Jika mereka tidak tahu maka kita harus memberitahu. Jika karena ‘keras kepala’maka itu sudah bukan urusan kita lagi, tetapi urusan dia dengan Penciptanya…

  3. bgmn dengan McD bu, bukannya pemegang francise nya org ahlulbait juga. lantas karyawan mereka bgmn bu…

    ——————————————————————————-

    Islam Feminis:

    Siapapun tanpa melihat personnya, jika seseorang tadi tahu dengan pasti dan menyadari dengan kesadaran penuh bahwa ternyata produk yang dipegangnya dapat menguntungkan musuh Islam maka hal itu harus segera dihindari, walaupun resikonya adalah minimnya in-came. Ini adalah proposisi universal yang bisa kita jadikan pedoman. Tentu pengamalan kembali kepada pribadi masing-masing. Yang jelas, segala sesuatu ada pertanggungjawabannya kelak di akherat. Boleh jadi ia mempunyai argument lain yang cukup kuat dihadapa Ilahi nanti sehingga ia mendapat ‘dispensasi’ di hadapan Allah. Jadi saya kira sangat kurang bijak jika kita langsung menunjuk hidung semacam itu. Maaf.

  4. Untuk bisa memboikot produck zionis, amerika dan eropa yaitu dengan cara hanya memenuhi kebutuhan hidup untuk ibadah saja jangan menuruti keinginan (nafsu). Keteladanan hidup bersahaja Ahmadinejad perlu ditiru para pemimpin umat dimana beliau adalah kesayangan Imam Khomaeni


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: