Oleh: islam feminis | Juli 22, 2007

Awas! Televisi Rusak Anak-Anak

setan-perusak.jpg

Dalam tayangan sinetron remaja, acapkali seks bebas dan berbagai bentuk kenalakan remaja dipertontontan. Itu disuguhkan seolah sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat kita.

——————————————————

Awas! Televisi Rusak Anak-Anak

 

Sekarang banyak sekali tayangan televisi yang kurang mendidik terhadap anak. Ironisnya, tayangan tersebut disiarkan pada jam ‘prime time’ dimana anak sedang di rumah dan menonton televisi.

“Tayangan yang sangat tidak mendidik anak antara lain tayangan film-film remaja, film dewasa dan film horor atau mistis,” ujar Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Depdiknas Ace Suryadi, di sela pengumuman lomba penulisan pendidikan anak usia dini (PAUD), Jumat (20/7).

Dalam tayangan sinetron remaja, acapkali seks bebas dan berbagai bentuk kenalakan remaja dipertontontan. Itu disuguhkan seolah sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat kita.

Karena itu, dia meminta agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyeleksi atau menegur stasiun televisi yang menyiarkan tontonan yang tidak layak untuk konsumsi anak-anak. Sebab Depdiknas sendiri tidak memiliki kewenangan secara langsung untuk ikut menyeleksi tayangan-tayangan televisi.

KPI menurutnya harus bertanggungjawab dengan munculnya tayangan-tayangan yang membahayakan perkembangan anak seperti sekarang ini. Solusinya menghentikan acara yang sekiranya tidak mendidik anak atau mengubah jam tayang menjadi tengah malam dimana anak-anak sudah tidur.

Selain itu, Ace juga mengusulkan agar Depdiknas kembali dilibatkan dalam hal pemantauan tayangan televisi. Karena tayangan televisi sebenarnya merupakan bagian dari pendidikan non formal dan itu harus diawasi secara ketat.

BOIKOT

Sementara itu, puluhan warga yang tergabung dalam forum peduli krisis moral berunjukrasa di bundaran HI. Mereka meminta agar masyarakat peduli terhadap bahaya televisi terutama merusak moralitas anak-anak.

Mereka membawa sejumlah poster antara lain berbunyi monster TV sedang menyerang anak anda dan sebagainya. Para pengunjukrasa meminta agar masyarakat memboikot tontonan televisi karena banyak acara televisi yang semakin hari semakin tidak mendidik. [Sumber:http://www.poskota.co.id/news%5D


Responses

  1. Benar sekali. Saya kira, sudah saatnya pemerintah lebih tegas bertindak demi menyelamatkan generasi Bangsa agar dapat menjadi generasi unggulan sehingga mampu membangun bangsa dan negara Indonesia ke depan.Kini, tugas orang tua -dari Sabang hingga Merauke- untuk mendesak pemerintah agar memperhatikan masalah ini dengan sungguh-sunguh. Siapa yang menghendaki anak-anak mereka rusak? Saya kira semua orang tua tidak menginginkan hal itu…

  2. mending baca buku donk Umi?

  3. kata dai kondang di bdg mah … mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil2, mulai dari sekarang. ada baiknya kita mulai dari diri kita sendiri, misalnya dengan melakukan diet nonton tv (tidak untuk anak2 saja tapi untuk kita juga), dan mulai saat ini juga. soalnya kalau mengharapkan pemerintah … wah energinya lumayan besar dan seringkali desperate …

  4. bener mba… saya juga rada khawatir dengan sinetron anak yang makin gak karuan…(si entong, si boim dll) koq yang berwenang diam saja ya…

  5. salah satu cara untuk melawan Tv adalah memberi banyak alternatif kegiatan pada anak. Misalnya bagi yang mampu bisa aj menyediakan perpustakaan untuk anak-anak kecil disekitar kita. Terutama yang tetangga-tetangganya kurang mampu dan tidak ada anggaran untuk membeli buku untuk anak.

  6. kalo berbicara menuntut pemerintah untuk ini dan itu kayaknya sulit, paling mudah kita sendiri yang menjadi pengontrol acara tv. tapi mau protes juga gak papa ding setidaknya kan usaha kali aja pemerintahnya mau denger.
    chayooooooo……

  7. Assalamu’alaikum sauadara
    waduh sorry nih, saya ga bisa ikut kasih comments
    tapi saya mohon bantuan saudara/saudari.
    saya sedang merintis perpustakaan kampung, untuk masyarakat sekitar terutama anak-anak
    bagi yang bisa bantu tolong dong kirim kan beberapa buku bacaan yang relevan ama anak2 tuh barangkali cerita nabi atau sahabat :
    Alamat kami adalah :
    nama : Lucky H. S,Pt
    Alamat : Jl Raya brangkal no 446, RT/RW
    03/05, desa brangkal, kecamatan sooko, 61361 kabupaten Mojokerto
    Telp. : 0321392094/081332665120
    Alamat email : galussia@yahoo.co.id

    kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, Semoga Alloh yang membalas.Amin.

    Wasalamu’alaikum

  8. Pecahkan aja tipinya…..

    Sinetron jaman sekarang gk bermanfaat…

    ————————————————————————-

    Islam Feminis:
    Itu bukan merupakan jalan keluar, apakah dikarenakan komputer akan merusak (program internetnya) lantas kita memecahkannya? Begitu juga teknologi lainnya, mereka memiliki sisi negatif dan positif. Hanya berkaitan dengan televisi bagaimana orang tua memberikan pengarahan sebaik mungkin dan sesuai dengan usia anak-anak akan tentang program2 yang ditayangkan di televisi. Serta menjelaskan mana saja program yang baik untuk mereka dan layak ditonton dan mana yang tidak layak. Apabila TVnya dipecah tanpa memberikan pengarahan dan pengertian, mungkin saja di hadapan orang tuanya mereka tidak menonton, akan tetapi di belakang kita dan di luar konbtrol kita karena ajakan temannya mereka menonton acara2 TV yang tidak layak ditonton, bukankah ini lebih berbahaya?

  9. sinetron skrng kurang berbobot yang ada malah ngerusak moral anak-anak jaman skrs

  10. iya tuh…
    sekarang susah cari acara tv yang mendidik anak.
    kalaupun ada paling film kartun yg kadang juga disertai hal2 negatif. Sayang ma generasi muda kita dah terkontaminasi racun2 acara tv…
    gimana coba….

  11. Assalamu alaikum Wr Wb

    Setidaknya ada bebera alasan mengapa keberadaan televisi sangat mengkhawatirkan; pertama, karena TV tidak punya kepedulian terhadap nilai-nilai. Yang ada hanyalah kepentingan meraup keuntungan. Mari kita membayangkan, pada jam-jam yang berkemungkinan disaksikan oleh anak-anak, televisi menmpilkan tontonan yang tidak sehat, seperti kekerasan (baik berupa sinetron atau tayangan lain). Sangat mengkhawatirkan tentu. Kedua, dengan televisi, kita seperti diarahkan pada kebudayaan yang bukan milik kita. seperti Mall, belanja, fenomena anak gaul. Ketiga, Televisi sudah tidak fair menampilkan tontonan. Banyak bias di dalamnya dan cenderung mengabaikan beberapa persoalan penting. Banyak kebohongan.
    Kita masih ingat Smack down? Tentu masih, akrena itu luka bersama. Kita tentu dapat membayangkan bagaimana efek televisi bagi anak-anak dengan tontonan yang beragam dan tanpa peduli pada bilai-nilai sepert itu.

    Salam

  12. dewasa ini banyak pengaruh tentang adanya tayangan pada tv yang bersifat improve dan nonimprove.yang ter pengaruh lagi adanya kekerasan pada anak jaman sekarang ini.mudah2an media jaman karang ini bisa membawa kita dalam hal yang bersifat positif dan komunikatif.thank’s

  13. islam di dunia kurang bersatu dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: