Oleh: islam feminis | April 29, 2007

Menanggapi Tulisan ‘Blog SangOtak’ tentang Perempuan

perempuan-terpelajar.jpg

Menanggapi tulisan SangOtak yang menyatakan: “Dan tentu saja jika pertanyaan ini terlontarkan apakah benar “Wanita tercipta untuk Lelaki ?” pasti mereka akan menolak mentah-mentah. Padahal tidak ada yang membenarkan bahwa Wanita itu tercipta untuk Lelaki. Seperti pepatah mengatakan “Wanita itu terbuat dari tulang rusuk laki – laki”. Dilihat dari karakteristik tulang rusuk adalah bengkok, jika diluruskan akan patah akan tetapi jika dibiarkan akan tetap bengkok “Kasihan”. Inilah salah satu tugas para Lelaki untuk meluruskan tulang rusuknya yang bengkok tanpa harus mematahkannya”.

—————————————–

Menanggapi Tulisan ‘Blog SangOtak’ tentang Perempuan

Tentu, kami bukan atas dasar emosional menanggapi blog SangOtak berkaitan dengan judul di bawah ini. Namun kiranya sudah bukan zamannya lagi menggembor-gemborkan permasalahan perempuan dengan cara merendahkan derajatnya dan hanya berargumen dengan ‘katanya, pepatah mengatakan, dan sejenisnya’, tanpa dasar-dasar argumentasi yang kuat dan logis. Yang menarik lagi untuk saya tanggapi adalah karena ia mengatasnamakan agama Islam, sebagai agama SangOtak. Namun ketika melihat tulisannya, ternyata tidak satupun tercantum teks-teks yang menjadi sumber agama seperti Al-qur’an atau As-Sunah, karena permasalahan yang dibahas berkaitan dengan teks-teks agama yang menyinggung tentang perempuan. Kalaupun permasalahnnya tidak berhubungan dengan teks, oke-lah, kita pun menerima jika hanya menggunakan argument akal dan rasional, karena Al-qur.an dalam beberapa ayatnya pun telah melegalisir kebenaran hasil argumentasi akal. Tentu dengan tetap mengakui keterbatasan yang dimiliki oleh akal, yang dalam bahasa SangOtak sebagai Otak.

Teks-teks yang berkaitan dengan masalah perempuan bukan masalah yang harus diterima begitu saja, tanpa membuka dan menganalisa kembali apa yang secara realita tersembunyi di baliknya. Kita dapat menganalisa kembali teks-teks yang berhubungan dengan hal itu, tanpa hanya mengatut argument ‘katanya, sepertinya,..’. Kami juga tidak lantas menyalahkan semua isi tulisannya, yang benar tentu akan kami benarkan. Silahkan para pembaca yang budiman mengikuti tanggapan ini. Dan jika ada kekurangan maka silahkan memberi masukan pada kami. Kami jelaskan sekali lagi, tujuan kami bukan untuk menabuh genderang peperangan antara kaum lak-laki dan perempuan. Kami hanya ingin meluruskan saja, sesuai yang kami pelajari dari Islam. Jika terdapat kesalahan maka hal itu berasal dari kami bukan dari Islam.

Selamat Membaca!

Wanita tercipta untuk Lelaki ?

17Apr07

Posting sebelumnya SangOtak bertanya apakah wanita memang diciptakan untuk lelaki ?
Disini, mari kita simak sekilas tujuan dan maksud Tuhan menciptakan wanita. Didalam Islam yang menjadi agama SangOtak,

Islam feminis: Seringnya, harus dibedakan antara esensi agama dan pemahaman seseorang (pemeluk suatu agama) dari agama. Artinya harus dibedakan antara agama Islam dan pemahaman pemeluk agama Islam, yang dalam kasus sini adalah SangOtak. Karena relasi keduanya bukanlah hal yang sama persis. Realita membuktikan betapa jarak jauh antara ajaran agama dan pemeluk agama. Zaman sekarang saja buktinya, Islam diidentikan dengan agama teroris, terbelakang, bodoh, miskin dan titel-titel buruk lainnya. Padahal agama Islam tidak seperti itu. Dan ternyata hanya oknumlah (para pemeluk agama Islam) yang telah merusak citra Islam. Kesimpulan harus dibedakan perkara yang dipahami oleh SangOtak tentang Islam dan esensi Islam itu sendiri.

Tuhan menciptakan makhluk hidup dengan satu tujuan, yaitu menyembah kepada-Nya lain tidak. Semua makhluk selain manusia dan jin tidak kemampuan untuk berpikir yang tentu saja tempatnya di OTAK bukan di Dengkul.

Islam feminis: Benar, sesuai dengan Firman Allah swt dalam suarat adz-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi: “Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah (Menyembah kepada-Nya).” Otak sendiri tidak cukup menjadi pembeda antara manusia dengan yang lainnya, karena hewanpun memiliki OTAK. Otak hanya sebagai sarana materi tempat manusia berpikir yaitu AKAL. Melalui akal ini, yang menyebabkan manusia memiliki kemampuan untuk berpikir. Dan karena manusia merupakan makhluk yang berakal maka segala prilaku mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Namun apabila manusia tidak menggunakan akalnya maka derajatnya lebih rendah dari binatang melata, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an Surat al-A’raf ayat 179: “Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai”.

Mengapa Tuhan menciptakan Siti Hawa (Wanita) yang pada akhirnya membuat sang Adam terjun bebas ke Bumi karena terbujuk oleh setan untuk memakan buah khuldi. Jika tanya mengapa jawabnya hanya Tuhan yang tahu, Wallahualam

Islam feminis: Janganlah bertanya kenapa Tuhan menciptakan Hawa (Wanita), dan kenapa Tuhan menciptakan Adam. Tapi tanyakanlah kenapa Tuhan menciptakan manusia? Apakah Tuhan perlu kepada manusia, sehingga Dia harus menciptakan manusia. Apakah Tuhan seperti makhluknya, ketika melakukan sesuatu maka manfaatnya akan kembali kepada sipelaku. Misal, manusia mencari ilmu dengan tujuan untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya, …Dalam Al-Qur’an sendiri telah dijelaskan bahwa Tuhan sebagai sumber segala kesempurnaan, Dia Maha Mengetahui, Dia Maha Perkasa, Dia Yang Awal dan Yang Akhir, …dan sifat-sifat kesempurnaan yang lainnya. Ringkasnya Tuhan merupakan sebagai sumber segala kesempurnaan absolut.

Bersadarkan prolog di atas, dimana Tuhan sebagai sumber segala kesempurnaan konsekwensinya tidak ada kesempurnaan yang tidak dimiliki-Nya, maka salah satu perwujudan dari kesempurnaanya ialah menciptakan manusia. Manusia makhluk yang dimulikan dari makhluk yang lainnya karena kelebihan yang dimilikinya yaitu akal.

Sementara di sisi lain manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan perwujudan manusia pertama dari laki-laki dan perempuan adalah Adam dan Hawa.

Sejak semula Adam dan Hawa (manusia) diciptakan Tuhan untuk tinggal di bumi, bukan untuk tinggal di surga, sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah 30 yang berbunyi:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

Dalam ayat di atas ungkapan ‘Fil Ardhy’ yang arti bahasa Indonesianya adalah ‘di muka bumi’Allah swt mengatakan kepada para malaikat bahwa Dia hendak menjadikan khalifah di muka bumi, dan tidak mengatakan untuk tinggal di surga.

Namun, sebelum turun ke muka bumi Allah telah menempatkan Adam dan Hawa di surga untuk ditraining dan diuji sebelum memasuki kehidupan dunia yang tentunya lebih sulit dibanding kehidupan di surga tersebut. Ujian serta training tersebut sebagai bekal mereka dalam kehidupan di muka bumi. Di sisi lain, para ahli tafsir Qur’an mengatakan bahwa surga tempat Adam dan Hawa tinggal bukanlah surga setelah kiamat. Dengan alasan

Pertama; surga setelah hari Kiamat penghuninya akan kekal di dalamnya dan tidak akan keluar darinya sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa ayat al-Qur’an seperti dalam surat Fath ayat 5, al-Hadid ayat 12, al-Mujadalah ayat 22, at-Taghabun ayat 9 dan lain sebagainya. Sementara surga yang ditempati oleh Adam dan Hawa, mereka tidaklah kekal di dalamnya, buktinya akhirnya mereka keluar dari surga tersebut.

Kedua: Syetan tidak dapat masuk ke dalamnya, sementara surga adam dan Hawa dapat dimasuki oleh syetan yang telah menggoda mereka.

Ketiga surga nanti adalah yang disediakan sebagai balasan amal manusia, artinya surga adalah balasan untuk orang-orang yang telah berbuat baik, namun surga Adam dan Hawa tidak seperti itu, sebelum mereka beramal (taklif) telah dimasukan ke dalam surga.

Keempat: Sorga yang di akherat kelak bersifat bebas mutlak buat penghuninya. Dalam arti tidak ada larangan sedikitpun. Berbeda dengan sorga Adam-Hawa yang mereka dilarang untuk memakan buah Khuldi yang ada di sorga tersebut.

Apakah benar Wanita yang menyebabkan Adam diturunkan dari surga? Pada kenyataannya memang ya, akan tetapi pada esensinya Adam tidak kuat akan godaan setan hingga akhirnya turun ke bumi dan tinggal bersama Hawa.

Islam feminis: Apabila kita merujuk ke kitab suci sebagai penganut agama Islam yaitu Al-Qur’an maka jawabannya tidak seperti itu. Terdapat dalam beberapa surat yang telah menjelaskan penciptaan Adam dan Hawa dalam al-Qur’an, seperti dalam surat al-Baqarah dari ayat 34-38, an-Nisa ayat 1, al-A’raf, 19-24 dan Thoha ayat 115-122. Namun yang menjelaskan secara terperinci dalam surat al-A’raf dan dijelakan pula kenapa Adam dan Hawa sampai turun dari surga. Dalam suart al-A’raf dijelaskan bahwa sumpah palsu syetan yang menyebabkan mereka dikeluarkan dari surga. Allah swt telah menegur kedua-duanya (Adam dan Hawa) atas perlakuannya dengan memakan buah terlarang. Mari perhatikan kandungan ayat-ayat berikut ini apakah dapat diambil kesimpulan bahwa Hawa sebagai penyebab turunnya Adam dari surga?:

“(dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarang kalian dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”(al-A’raf 19-22)

Berdasarkan ayat di atas sumpah palsu syetan dengan mengatakan bahwa sebab pelarangan Tuhan untuk memakan buah tersebut ialah karena Tuhan tidak ingin mereka tidak menjadi malaikat dan kekal di dalamnya. Tidak cukup di situ, bahkan syetan bersumpah bahwa ia mengatakan hal itu karena demi kebaikan mereka berdua. Silahkan SangOtak kembali cermati secara seksama ayat di atas.

Lebih jelas lagi dalam surat Thoha ayat 117-121 yang berbunyi:

“Maka kami berkata: “Hai Adam, Sesungguhnya Ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. Dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?“. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya Maka dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Keterangan; yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah Karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. kesalahan Adam a.s. meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, Karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang Bagaimanapun kecilnya.

Mari kita bandingkan ayat di atas dengan yang terdapat dalam kitab perjanjian lama (Taurat) yang sudah terjadi banyak penyelewengan berkaitan dengan isinya, niscaya akan kita dapati bahwa jawabannya adalah; benar Hawa penyebab diturunkannya Adam dari surga. Dalam kitab perjanjian lama dalam ‘bab penciptaan Adam dan Hawa’ telah dijelaskan bahwa Hawa sebagai penyebab diturunkannya Adam dari surga. Bahkan Tuhan menegur Adam kenapa mengikuti ucapan istrinya untuk memakan buah terlarang. Dengan kata lain, Hawa yang telah menyebabkan Adam melakukan kesalahan. Saya dapatkan hal ini dari terjemahan perjanjian lama, namun saya kira terjemahan tersebut dapat dipertanggungjawabkan karena merupakan terjemahan resmi. Dan insyaAllah pemahaman saya dari terjemahan tesebut tidak akan melenceng dari isinya. Kurang lebih isinya seperti ini:

Telah berkata ular kepada wanita (Hawa): “Kenapa telah memerintahkan Tuhan kalian untuk tidak memakan semua (buah) pepohonan surga? Lantas wanita (Hawa) tersebut menjawab pertanyaan ular; “Kami memakan buah-buahan pepohonan yang ada di surga. Namun dari buah pohon yang ada di tengah surga, Tuhan telah melarang kami untuk memakannya, dan kami tidak boleh mendekatiya karena kami akan mati. Ular berkata; “Kalian berdua tidak akan mati. Karena sesungguhnya Tuhan mengetahui bahwasanya setiap saat kalian memakan dari buah pohon itu, maka mata kalian akan terbuka dan kalian akan menjadi seperti Tuhan, akan mengetahui kebaikan dan kejahatan. Wanita (Hawa) melihat buah pohon tersebut baik untuk dimakan dan enak dipandang. Maka ia mengambil dari buah pohon tersebut dan memakannya, ia memberikan buah pohon tersebut kepada suaminya (Adam), dan iapun (Adam) memakannya. Maka terbukalah mata mereka, dan ketika mereka mengetahui dalam keadaan telanjang maka mereka menyambungkan dedaunan dari pohon tin dan mereka membuat sarung untuk mereka berdua. Di saat itu terdengarlah suara Tuhan yang sedang berjalan di surga ketika mendekati sepoi-sepoi angin setelah zuhur. Maka bersembunyilah Adam dan Hawa dari wajah Tuhan di antara pepohonan surga. Lantas Tuhan memanggil Adam seraya berkata: “Dimana engkau? Adam menjawab: “Aku mendengar suara-Mu di surga, maka aku takut karena aku dalam keadaan telanjang , karena aku malu (telanjang) maka aku sembunyi. Tuhan berkata kepadanya (Adam): “Siapa yang telah memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engaku telah memakan buah yang telah Aku larang untuk tidak memakan darinya? Adam menjawab: “Tuhanku, wanita (Hawa) ini yang telah Engkau jadikan teman untukku yang telah memberikan buah dari pohon itu kepadaku lalu aku memakannya. Kemudian Tuhan berkata kepada wanita (Hawa): “Kenapa engkau melakukan hal ini?. Wanita (Hawa) menjawab: “Ular itu yang telah menipuku, lalu aku memakannya.” Kemudian Tuhan berkata kepada Ular: “Karena engkau telah melakukan hal ini, maka akan terlaknatlah (terusir) engkau dari seluruh binatang dan semua binatang melata. Engkau akan berjalan pada dadamu dan engkau akan makan tanah selama hidupmu…kemudian Tuhanpun berkata kepada wanita (Hawa): “Akan kuperbanyak rasa sakitmu, dan kehamilanmu, engkau akan melahirkan anak dengan rasa sakit dan engkau akan berada di bawah kekuasaan laki-laki (di bawah perintah laki-laki), serta ia akan menguasaimu. Dan berkata Tuhan kepada Adam: “Karena engkau telah menuruti ucapan istrimu, dan engkau telah memakan buah dari pohon yang telah aku larang untuk memakan darinya, maka setelah itu bumi terlaknat dalam pekerjaanmu, dengan susah payah engkau akan makan darinya pada seluruh hari-hari kehidupanmu…lantas Tuhan mengeluarkan Adam dari surga… ” (terjemahan bebas dari ‘Perjanjian Lama’ berbahasa Arab)

Silahkan bandingkan dengan surat Thaha dari kitab suci al-Qur’an di atas, Syetan langsung menggoda dan membisikan kepada Adam (yang ditulis tebal), namun dalam perjanjian lama awal ular (syetan) menggoda Hawa, kemudian Hawa membujuk Adam untuk memakannya sampai akhirnya Adam ditegur oleh Tuhan karena menuruti atau tergoda ucapan istrinya yang akhirnya menyebabkan ia terusir dari surga. Dalam namun dalam al-Qur’an kedua-duannya ditegur oleh Allah swt, karena baik Adam maupun Hawa telah tergoda oleh sumpah palsu syetan. Lihat dalam al-Qur’an sejak semula syetan telah menggoda Adam dan Hawa dengan mengatakan kalian berdua, bukan syetan hanya menggoda kepada Hawa, lalu Hawa menggoda Adam: “Tuhan kamu tidak melarang kalian dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua”. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. (al-A’raf 19-21) (Terjemahan ini bisa dipertanggungjawabkan, jika SangOtak paham bahasa Arab dapat merujuk langsung ayat di atas tanpa menggunakan terjemahan)

Dari sini bisa dengan bisa kita reka – reka bahwa wanita diciptakan berdampingan dengan lelaki untuk menjalani hidup di dunia. Lelaki tidak dapat hidup dengan “sempurna”tanpa kehadiran seorang wanita, demikian pula dengan wanita.

Islamfeminis: Benar, satu sama lain saling membutuhkan dan saling menyempurnakan. Contoh konkritnya, keberlangsungan generasi manusia tidak akan terwujud jika hanya ada laki-laki saja, begitu juga sebaliknya. Melalui keduanya generasi manusia terus berlangsung, sebagaimana yang telah ditegaskan dalam al-Qur’an surat an-Nisa ayat 1 Allah swt telah berfirman:

“…dan dari pada keduanya (Adam dan Hawa) Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.”

Oleh karena itu, sebagai laki-laki saja atau sebagai perempuan saja bukanlah merupakan suatu keutamaan. Sebagai seorang laki-laki tidaklah dapat berbangga karena ia sebagai seorang laki-laki, atau sebagai orang perempuan tidaklah dapat berbangga karena ia sebagai perempuan. Karena nilai keutamaan bukanlah pada gender, melainkan nilai kesempurnaan hanyalah keimanan dan ketakwaan yang dimiliki seseorang laki-laki maupun perempuan. Dan untuk mencapai derajat tersebut tidak disyaratkan haruslah laki-laki. Para ahli mistik (irfan/tasawuf) mengatakan lelaki sebagai perwujudan sifat keperkasaan (jalaliyah) Allah swt dan perempuan sebagai perwujudan sifat kelembutan (jamaliyah) Allah swt. Keberlangsungan dunia memerlukan pada keperkasaan dan kelembutan. Ini dalam ajaran Islam. Saya telah membaca bahwa dalam salah satu firqoh (sekte) dari agama Hindu yang menjelaskan bahwa seorang perempuan tidak dapat mencapai kesempurnaan kecuali melalui proses reinkarnasi menjadi seorang laki-laki. Selama ia masih perempuan maka tidak akan dapat mencapai kesempurnaan.

Pada masa lampau sebelum Rasulullah SAW hadir didunia, dearajat wanita amat sangat terpuruk. Wanita hanya dibuat sebagai pelengkap penderita, sebagai pemuas nafsu lelaki yang diperlakukan sangat tidak hormat. Hingga akhirnya ISLAM memberikan wacana baru dengan tatanan yang lebih baik dan mengangkat derajat kaum wanita. maka bersyukurlah para wanita telah diangkat derajatnya oleh Allah melalui Rasulullah SAW.

Islam feminis: Kami telah bersyukur, dengan datangnya agama Islam derajat kami telah diangkat. Namun perlu SangOtak ketahui pula, siapa yang telah merendahkan derajat wanita pada zaman Jahiliyah dan sebelum kedatangan Islam, dan memperlakukannya secara sewenang-wenang bak hewan? Jawabannya ialah para laki-laki juga. Tentunya tidak semua lelaki. Akan tetapi para lelaki yang jahiliyah, dan jelas jauh dari ajaran agama yang benar. Oleh karena itu, Islam terkhusus Rasulullah saww telah menyelamatkan para lelaki juga dari kehidupan hewani, yang telah semena-mena memperlakukan para perempuan, hanya sebagai pemuas nafsu, menjadikan perempuan sebagai manusia derajat kedua. Bersyukurlah para lelaki yang telah diselamatkan perlakuannya oleh Allah melalui pengutusan Rasulullah saww. Dan tirulah perlakuan beliau terhadap perempuan. Bukan hanya sekedar merasa bangga diri karena Rasulullah adalah lelaki. Beliau diutus untuk segenap manusia, lelaki maupun perempuan.

Masih ingatkah kalian tentang kisah para istri Rasulullah SAW yang antara lain Siti Khodijah yang selalu support suaminya berjuang dijalan Allah. Apakah Siti Khodijah diam diri dirumah ? tidak, beliau penyandang dana dari perjuangan Rasul dalam berdakwah. Beliau seorang business woman yang handal. Akan tetapi beliau tidak pernah lupa bahwa beliau adalah seorang istri yang harus mengabdikan dirinya untuk suaminya. Beliau tidak pernah lupa untuk selalu mengsupport suaminya. Beliau tidak pernah membantah apa yang diperintahkan Rasulullah. Beliau ini adalah contoh seorang wanita karir yang “sempurna” menurut saya.

Islam feminis: Sangat benar, dan sangat setuju. Namun ada satu point yang perlu diketahui jangan dilihat dari satu sudut saja dong. Masalah mengabdi bukan monopoli seorang istri. Sebagaimana istri harus mengabdi kepada suami, seorang suamipun dianjurkan untuk mengabdi kepada seorang istri. Pahala dan balasan pengabdian bukan monopoli seorang istri. Seorang suami pun jika ia berkhidmat kepada seorang istri maka akan mendapatkan balasan. (lihat hadis-hadis Rasul tentang hal ini dalam blog islamfeminis -Mis-understanding antara kewajiban dan anjuran bag-3)

Bagaimana dengan kondisi saat ini, yang mana digembar – gemborkan emansipasi wanita, dimana dikatakan wanita sejajar dengan kaum pria sampai – sampai lupa bahwa mereka itu punya tanggung jawab, punya kewajiban yang harus ditunaikan dengan baik. Kemandirian seorang wanita membuat wanita itu lupa akan kodratnya, merasa bisa menjadi superior hingga menganggap remeh seorang lelaki hanya karena derajat, status sosial ekonomi, golongan darah dan lain sebagainya. Mereka lupa bahwa yang dianggap remeh dan rendah adalah sosok yang harus mereka taati, patuhi, dan hormati sebagai seorang suami.

Islam feminis: Kami kira, gerakan emansifasi wanita yang (berlebih-lebihan) paranoidisme yang sedang gencar sekarang ini, dikarenakan ketertindasan yang menimpa para wanita dalam sepanjang sejarah. Andaikan mereka bisa bergerak dan beraktifitas secara alamiyah, tidak mungkin muncul reaksi seperti ini. Seperti anak kecil yang selalu dikekang segala gerak-geriknya, ketika menghirup udara kebebasan ia akan melakukan apa saja yang selama ini tidak bisa lakukan yang terkadang lepas kontrol, apabila tidak ada yang membimbing secara benar. Seolah-olah ingin balas dendam, mengeluarkan apa saja yang ada dalam hatinya. Seperti yang dikatakan Sigmun Freud. Walaupun saya seratuspersen tidak menerima teorinya tentang kasus tersebut.

Kami kira, tuntutan untuk sejajar dengan laki-laki dalam pengetahuan, beraktifitas, karier tidaklah salah, selama tetap berada pada koridor yang benar dan tidak bertentangan dengan kodrat wanita sebagai perwujudan kelembutan. Seperti, angkat besi, binaragawati dan pekerjaan berat lainnya yang tidak sesuai dengan fisik dan kejiwaan perempuan tidaklan perlu ikut-ikutan seperti laki-laki. Namun kalaulah jadi seorang direktur, menteri, dokter, peneliti dan aktifitas lainnya tidaklah disalahkan. Jika berbicara berdasarkan agama Islam, Islam pun tidak melarang perempuan untuk berkarier dan beraktifitas, dengan catatan tetap harus menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga. Tidak selayaknya keutuhan keluarga menjadi korban karier. Dan ini semua perlu adanya kerjasama yang baik antara suami dan istri. Mungkin seorang istri di luar rumah ia sebagai seorang direktur perusahaan, yang membawahi beratus bahkan mungkin beribu orang. Namun ketika di dalam rumah terdapat kepala rumah tangga yaitu suami yang senantiasa dihormati sebagai apapun statusnya di luar rumah. Namun perlu dicatat seorang suami yang bijaksana bukanlah seorang suami yang semena-mena terhadap istri. Akan tetapi ia menjadikan istri sebagai partner kerja di dalam kehidupan berumah tangga.

Seperti pepatah mengatakan “Wanita itu terbuat dari tulang rusuk laki – laki”. Dilihat dari karakteristik tulang rusuk adalah bengkok, jika diluruskan akan patah akan tetapi jika dibiarkan akan tetap bengkok “Kasihan”. Inilah salah satu tugas para Lelaki untuk meluruskan tulang rusuknya yang bengkok tanpa harus mematahkannya.

Islam feminis: Tentunya, sumber yang paling jelas bahwa ‘perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki’ adalah Kitab Perjanjian Lama (Taurat) dan hadis-hadis Israiliyat. Dalam Kitab tersebut setelah Tuhan menciptakan Adam dan menempatkannya di surga, dibawah ini potongan isi kitab Perjanjian Lama berkaitan dengan masalah penciptaan Hawa:

Tuhan berfirman: “Tidak baik manusia (Adam) sendirian. Maka Kami harus menciptakan baginya teman yang sepertinya dirinya…dan Adam memberikan nama kepada seluruh hewan dengan nama yang sekarang mereka miliki…Namun Adam belum menemukan baginya teman yang mirip dengannya. Lantas Tuhan melemparkan rasa tidur yang nyenyak kepadanya (menidurkan Adam), maka tertidurlah Adam. Lalu Tuhan mengambil (mengeluarkan) tulang rusuk dari tulang-tulang rusuknya dan kemudian dipenuhinya tempat tersebut dengan daging. Dan kemudian Tuhan membuat wanita (Hawa) dari tulang rusuk yang diambil dari Adam, dan menghadirkannya di hadapan Adam. Setelah Adam melihatnya lantas ia berkata; “Ini tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku…”.

Berdasarkan di atas Hawa diciptakan ketika Adam tidur, dan Tuhan mengambil tulang rusuk dari Adam ketika ia tidur.

Namun dalam al-Qur’an tidak ada satpun ayat yang menyatakan secara jelas bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk. Hanya para penafsir Al-Qur’an sebagian mengatakan “Tercipta dari tulang rusuk“, sebagian “dari esensi dan jenis Adam itu sendiri yaitu tanah atau esensinya sebagai manusia”. Dengan mengatakan hadis yang menyatakan wanita (hawa) diciptakan dari ‘tulang rusuk Adam’ adalah hadis Israiliyat yakni hadis yang berasal dari ajaran Yahudi dan dimasukan ke Islam yang dibawa oleh orang-orang Yahudi yang telah masuk Islam yang aktif meriwayatkan hadis-hadis palsu yang diambil dari ajaran Yahudi, seperti pribadi yang bernama Ka’bul Akhbar pada zaman khalifah Umar bin Khatab. (Silahkan lihat di blog kami –Wanita, budaya dan keadilan gender (3)- pendapat para mufasir tentang ayat penciptaan Hawa)

Jadi anda tidak perlu repot-repot ‘meluruskan tulang rusuk anda yang telah berkurang’. Apabila SangOtak menerima tulang rusuknya telah berkurang karena terambil untuk penciptaan perempuan, maka perempuan itu ialah ibu, istri, anak, dan saudari anda sendiri. Tidak perlu mengasihani mereka (anggota keluarga anda itu) dan kami. Sepertinya SangOtak kecewa terhadap para wanita yang berkarier terus lupa diri, lantas semuanya dipukul rata (generalisir), “Seperti inilah semua perempuan!”. Bukan dengan cara seperti ini anda mengingatkan dan menyadarkan para perempuan, karena dengan cara arogansi akan menambah permasalahan menjadi parah. Peringatkanlah para perempuan yang menurut anda lupa diri dan lupa kodratnya itu dengan cara yang baik dan benar, serta berilah solusinya. Ingat, orang yang bijak adalah bukan hanya sekedar pinter kritik tapi tak bisa kasih jalan keluarnya. Ini solusi kami terhadap cara anda.

Tidak sedikit para Lelaki memanfaatkan dalih – dalih seperti ini untuk kembali mengulang masa kejayaan Jahiliyahnya dimana mereka memuaskan hawa Nafsunya kepada para Wanita. Dengan dalih harus mentaati sang suami, bertingkah polah semaunya sendiri tanpa mengindahkan aturan yang berlaku sampai terjadi KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan yang menjadi korban adalah WANITA.

Islam feminis: Apa yang dapat dibanggakan wahai para lelaki dari zaman jahiliyah! Orang muslim kok mau mengamalkan ajaran jahiliyah. Menurut kami, yang pengetahuannya terbatas, untuk menyelesaikan masalah seperti ini harus di lakukan kerjasama antara laki-laki dan perempuan. Selain itupun karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam, maka sudah semestinya para ulama memberikan pengetahuan islam tentang kehidupan rumah tangga, dan tentunya kepada kedua belah pihak baik calon istri maupun calon suami ataupun sudah berkeluarga. Selama ini yang kami dengar dari pengajian-pengajian tentang rumah tangga dari dulu sampai sekarang hanya yang dititikberatkan pada kewajiban perempuan.

Padahal dalam berumah tangga ada tugas bersama yang harus diketahui oleh pihak istri maupun perempuan. Banyak para istri yang tidak mengetahui yang sebenarnya mana kewajibannya, dan mana yang bukan tapi terjadi campur aduk. Walaupun kehidupan berkeluarga bukanlah hanya berlandaskan pada hak dan kewajiban saja. Tapi lebih dari itu perlu adanya pengorbanan kedua belah pihak. Istri hendaknya mengerti kondisi suaminya, begitupula sebaliknya. Pada suatu saat istri yang harus mengalah dan berkorban demi keberlangsungan keluarganya. Atau sebaliknya. Bukannya egoisme yang berkuasa dalam kehidupan berumah tangga.

Kami kira, jika kedua pasangan memiliki pengetahuan pembekalan agama yang benar tentang kehidupan berumah tangga, maka tidak akan pernah terjadi KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Seorang laki-laki yang memahami dengan benar ajaran Islam tidak akan pernah memukul istrinya, begitu juga seorang istri jika memahami dengan benar ia tidak akan membangkang kepada suaminya, kecuali dalam hal yang telah dilarang Allah swt untuk melakukannya, itupun ditolak dengan cara yang baik dan benar. (cobalah praktikan usulan kami, bukan dengan cara yang malah membikin masalah semakin keruh)

Sebenarnya Lelaki itu bersifat setia dan wanita cenderung tidak setia. Kita ulas di posting berikutnya.

Islam feminis: Jangan-jangan SangOtak untuk membuktikan hal di atas cuma memakai dasar ‘reka-reka dan kira-kira’ lagi, yang tidak jelas sumber dan dasarnya.

Tambahan:

-Kenapa Hawa dinamakan Hawa? Karena ia merupakan ibu para Makhluk hidup (maksudnya manusia). Karena Hawa berasal dari akar kata ‘Hayun’ yang artinya hidup.

– Adam dinamakan Adam, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis dari Imam Shadiq ia berasal dari akar kata: ‘Adim’ yang artinya bagian permukaan tanah.

Hal-hal yang membuat keotentikan isi Perjanjian Lama dipertanyakan di antaranya:

· Nabi Nuh as diceritakan minum-minuman dan telanjang di hadapan anaknya.

· Nabi Lut as diceritakan berzina dengan anak perempuannya.

· Tuhan telah lupa.

· Tuhan telah bergulat dengan Nabi Daud as dan kalah, dll.

Silahkan tela’ah sendiri dan bandingkan isinya dengan kitab suci al-Qur’an, niscaya anda akan lebih menyaksikan keagungan al-Qur’an.

[Euis D (Penanggungjawab islamfeminis), mahasiswi Pasca Sarjana Jurusan Tafsir Qur’an]


Responses

  1. sebelom koemen serius,,: mbak!! keren beraatt!!!!

    mungkin yang bikin itu mikir gini gara gara sekarang lagi musim feminisme yang kesannya over banget,, (lagi lagi, ga mungkin ga ada sebabnya kan mbak,,)

    “Apakah Tuhan seperti makhluknya, ketika melakukan sesuatu maka manfaatnya akan kembali kepada si pelaku?”

    Ma suka kalimat yang ini,,🙂 kalimat dari ayat itu ga bisa dibalik gitu aja, ya,, karena Allah ga butuh sama makhluknya, (termasuk ga butuh untuk disembah,, yang butuh sama Allah kan manusia,,)

    “Masalah mengabdi bukan monopoli seorang istri. Sebagaimana istri harus mengabdi kepada suami, seorang suamipun dianjurkan untuk mengabdi kepada seorang istri. Pahala dan balasan pengabdian bukan monopoli seorang istri. Seorang suami pun jika ia berkhidmat kepada seorang istri maka akan mendapatkan balasan”

    Yang ini Ma juga suka, kalo kita bisa nempatin posisi dengan baik dan bisa jadi panter yang baik, masalahnya bisa teratasi ya mbak,,

    sekali lagi,, KEREENN!!

    ——————————
    Muslimah:
    kalo kita bisa nempatin posisi dengan baik dan bisa jadi panter yang baik, masalahnya bisa teratasi ya mbak,,

    Benar Mbak, karena banyak para wanita yang berkarier namun tetap memiliki keluarga yang harmonis, anak-anak yang tidak kekurangan kasih sayang… banyak buktinya deh. kenapa para wanita lainnya tidak dapat mempraktikannya seperti itu? karena hal itu bukan suatu hal yang mustahil.

  2. Wah,,anung takjub banget lhow..

    “Bagaimanapun juga, makhluk tidak dapat melebihi penciptanya”

    oh ya, anung pernah baca dimana gitu..
    bahwa kalo perjanjian lama itu isinya dah diotak-atik ma yahudi..kaya ini:

    “Tuhan telah bergulat dengan Nabi Daud as dan kalah”

  3. salut deh..maju terus islam feminis!!!

    ———————-
    muslimah;
    Terima kasih…

  4. 🙂 Saya suka dengan gaya bahasa anda yang cukup banyak mengulas dasar 2x dari paparan saya. Terima kasih telah memberikan dasar hukum dari tulisan saya. Dan memang kondisi ini yang sebaiknya banyak disadari oleh para manusia, tidak peduli dia laki-laki atau wanita.

    Tentang dasar hukum Tulang rusuk …
    http://otaklelaki.wordpress.com/2007/04/17/wanita-tercipta-untuk-lelaki/#comment-9
    Saya kutipkan disini sebagai pengetahuan kita bersama dan saya memang tidak mempelajari Taurat, karena Taurat memang tidak untuk saya pelajari hanya saya imani saja bahwa itu dulu salah satu kitab yang Allah turunkan dan sekarang tidak terjaga kemurniaannya jadi saya tidak akan menjadikannya sebagai dasar hukum.
    “dari ibnu abbas dan selainnya : kemudian diambillah satu rusuk dari rusuk2nya adam dari sisi kirinya dan adam sedang tidur sehingga Allah ciptakan dari rusuk itu isterinya (Hawa) maka Allah jadikan dia agar tenang dengannya … ”
    Kira – kira begitu .. untuk persisnya silahkan searching ya🙂

    —————————–
    Muslimah:
    Terima kasih juga…
    Sudah saya katakan dalam tulisan bukan tujuan saya untuk berperang melawan laki-laki, atau menabuh genderang anti laki-laki. Karena suami saya, bapak saya, saudara, dan paman saya juga laki-laki, kebetulan saya belum dikarunia anak-anak laki-laki, insyaAllah Allah mengaruniakannya dan saya mencintai dan menghormati mereka semua. saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya tahu dan pelajari selama ini, siapa tahu dapat memberikan pencerahan terkhusus bagi saya sendiri dan umumnya buat semuanya baik laki-laki maupun perempuan. emang pada realitanya laki-laki dan perempuan satu sam lain saling membutuhkan.
    sekali lagi saya ucapakan terima kasih dan juga minta maaf.

  5. Allah menciptakan setiap hal berpasangan, ada malam ada siang, ada panas ada dingin, ada laki-laki ada perempuan, ada surga ada neraka, ada cinta ada benci, ada sakit ada sehat, ada baik ada buruk, ada kanan ada kiri, ada pahala ada dosa….

    ada lagi yang mau neruskan?🙂

    ——————————-
    Muslimah:

    Saya setuju dengan anda bahwa Allah swt menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Namun yang menjadi persoalan adalah apakah ‘keburukan’ juga masuk kategori sesuatu sehingga ia adaah hasil ciptaan-Nya juga? Mari kita bahas lebih lanjut:

    Memang Allah swt menciptakan sesuatu berpasang-pasangan sebagaimana Allah swt telah berfirman: “Dan segala ‘sesuatu’, Kami ciptakan berpasang-pasangan” (Adz-Dzariyat: 49) Namun kita harus perjelas dahulu apa maksud dari ‘sesuatu’ tadi. Dalam kajian ilmu ontology disebutkan bahwa sesuatu adalah eksistensi riil yang bersifat obyektif. Adapun obyek abstrak secara esensial tidak dapat disebut sebagai ‘sesuatu’. Kecuali jika kita menggunakan bahasa masyarakat umum di luar pembahasan ilmiah akademis. Hal-hal seperti kiri-kanan dan atas-bawah adalah hal abstrak yang dihasilkan dari konsekuensi logis dari sesuatu yang riil. Contoh: Allah swt tidak menciptakan atas-bawah, yang diciptakan Allah swt adalah Bumi dan Awan. Bumi yang berada di bawah sedang Awan berada di atas.

    Allah swt swt adalah Dzat Yang Maha Sempurna. Kesempurnaan Allah swt bersifat absolut sehingga tidak ada ruang sedikitpun buat kekurangan, sekecil apapun bentuk kekurangan yang lawan dari kesempurnaan tadi. Buruk adalah kekurangan lawan dari baik yang merupakan kesempurnaan. Dan berdasarkan keabsolutan kesempurnaan Tuhan maka meniscayakan bahwa ia bukan dari Allah swt. Hanya kebaikan saja yang datang dan bersumber dari Allah swt. Atas dasar itu (QS Aali Imran:60) Allah swt berfirman: “al-Haqqu min robbika” (kebenaran itu dari Tuhan-mu). Dalam penggalan ayat lain (QS Aali Imran:26) Allah swt berfirman: “biyadikal Khair” (Di tangan Engkau-lah segala kebajikan). Kebenaran dan kebaikan adalah wujud nyata dari kesempurnaan. Atas dasar itu Allah swt dalam ayat lain (QS al-An’am:12) berfirman: “kataba ‘ala nafsihi ar-Rahmah” (Dia telah mentapkan atas diri-Nya Kasih Sayang). Dengan kasih sayang Allah swt maka Ia menciptakan hal-hal yang baik buat makhluknya. Berdasarkan ini semua sebagai bukti bahwa Allah swt tidak menciptakan sesuatu yang bersifat buruk dan jelek. Karena jika Allah swt menciptakan keburukan dan kejelekan maka hal itu akan bertentangan dengan kesempurnaan absolut Tuhan dan ayat-ayat al-Quran tadi. Kalaupun ada yang secara zahir jelek, maka itu hanya menrut pandangan kita yang berilmu dangkal saja, yang melihat sesuatu hanya dari sudut padang tertentu saja, tidak melihatnya secara universal. Dan terbukti sebagian dari keburukan yang kita sangka belum tentu buruk menurut orang lain. Hujan yang turun buruk buat orang yang punya pabrik krupuk tapi baik buat seorang petani umpamanya. Ini ringkasan dari pembaasan baik-buruk berkaitan dengan Allah swt yang sering dibahas dalam kajian filsafat agama. Sebagai penutup mari kita renungkan ayat 79 dari surat an-Nisa’ dimana Allah swt berfirman: “Apa saja kebaikan (nikmat) yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja keburukan (bencana) yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi”.

  6. “Wanita tercipta untuk Lelaki”

    yups… that’s right🙂

    ———————
    Muslimah:

    Trus lelaki diciptakan untuk siapa? Anda pasti bisa bayangkan jika dunia ini tercipta tanpa perempuan bukan, sebagaimana jika dunia hanya dipenuhi perempuan saja? Allah swt sangat adil…

  7. terima kasih telah memberikan pencerahan lewat postingan ini dan postingan lainnya …

    wanita tidak diciptakan dengan derajat yg lebih rendah dari laki-laki …

    sekali lagi terima kasih …🙂

  8. Women was made from the rib of man

    She was not created from his head to top him,

    Nor from his feet to be stepped upon,

    She was made from his side to be close to him,

    From beneath his arm to be protected by him,

    Near his heart to be love by him.

  9. bukan islamnya yg bermsalah, tapi
    1. para pemeluknya dan
    2. interpretasi yg dilakukan

    banyak bagian dari bahasa anda, sifatnya reaktif dan agresif. sayang sekali.

    ——————–
    Muslimah:

    Reaksi tiada akan mungkin ada tanpa ada aksi, sedang agresif kadang diperlukan dalam beberapa kesempatan. Tidak selamanya reaktif dan agresif itu mesti disifati dengan negatif. Selama dalam koridor hal-hal rasional dan tidak bertentangan dengan teks agama dan realita maka saya rasa itu boleh-boleh saja…Tidak perlu disayangkan mas..

  10. selalu Ma ulang ulang,, berjuang mbak,,!!

    —————–
    Muslimah:

    Terima kasih selalu mengulang-ngulang. Emang lagi perang…he…he…he
    Makasih juga atas spiritnya.

  11. […] memang bukan orang yg bijaksana dalam menyikapi hal ini seperti tanggapan buat “the cursed brain” ini … Di artikel-artikel tersebut, dia memang tidak […]

  12. Yap terus berjuang, wanita nga’ boleh kalah donk sama yang laki-laki. Salut deh. Salam kenal.

  13. Kalau Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk pria yang bengkok…itu namanya Tuhan yang lagi kurang kerjaan…😀

  14. (Untuk Mas Alief…)

    Kalau boleh, saya ingin menambahkan lagi, yaitu ada kanan dan ada kiri, ada atas dan ada bawah, ada gelap dan ada terang…ada Jalal (keagungan) dan ada Jamal (keindahan)… Kemudian ada kenabian (kebenaran) dan ada keimaman (keadilan)… ada pria dan ada wanita…

    Mas Alief..anda tidak mungkin bisa mempercayai atau mengimani sesuatu tanpa mengetahui sesuatu yang anda imani itu. Mustahil anda beriman tapi tidak mengetahui…Dan di dalam Islam, mengimani tapi tidak disertai dengan pengetahuan itu bukan iman, tapi dzan atau prasangka…

    Jika kita mengaku beriman kepada Al-Qur’an kemudian ia mengajak kita untuk mengimani kitab-kitab sebelumnya, maka tugas kita adalah mengetahui isi kitab-kitab tersebut, sehingga keimanan kita terbangun berdasarkan pengetahuan dan bukan dzan…

    Perlu diketahui bahwa tak ada satu ayatpun di dalam Al-Qur’an yang mengatakan bahwa Alkitab saat ini salah 100%…sebagaimana tak ada satu ayatpun di dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa ia benar 100%…

    Nah untuk mengetahui apa yang hendak disampaikan Al-Qur’an mengenai (perubahan seperti apakah yang ada di dalam) kitab-kitab tersebut, maka kita harus membacanya dan mempelajarinya…

    Di ayat 4:1, Al-Qur’an secara jelas menegaskan bahwa Hawa as diciptakan dari esensi lahiriah yang sama dengan Adam as, yaitu debu atau tanah…

    Hakekat manusia adalah ruh dan bukan pria maupun wanita, karena jender hanya manifestasi lahiriah ruh di alam kemajemukan…Keduanya setara dan sejajar. Pria merupakan manifestasi nama-nama Keagungan Ilahi, sedangkan wanita adalah manifestasi dari nama-nama Keindahan Ilahi, dan masing-masing eksisten memiliki kualitas dan keunggulannya.

  15. coba baca ini dan mohon ditafsirkan, artikel tentang kesetaraan jender ini menarik untuk di teliti sebab dari sinilah muncul semua perbedaan itu dan saya juga tertarik mengenai pembahasan ini

    http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Jurnal/Jender1.html

  16. saya jadi ngerti perempuan itu,,, yang mula2 saya sangat meremehakan diri saya sendiri sebagai seorang muslum,,,,

  17. Buah terlarang menurut versi yg pernah sy dengar adalah maaf(buah zakar pada laki,buah dada pada wanita)Adam&Hawa dilarang mendekati pohon(menampakkan aurat diantara mereka)apalagi memakan(melakukan hubungan suami istri)sebab surga hanya kekal didiami setelah pengadilan terakhir.Iblis telah dikeluarkan dari Surga sebelum Adam ditempatkan disana.Bisikan syaitan(ketika nafsu mengalahkan akal)dimana manusia dibekali nafsu dan akal saat diciptakan lain halya dengan malaikat.Wallahu a’llam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: