Oleh: islam feminis | Mei 15, 2007

Dibalik Keagungan Imam Khomaeni (2)

imam-khomeini.jpg

Pada suatu hari, saya duduk di samping ibu mertuaku (istri Imam Khomaeni). Imam Khomaeni berkata: “Khonum (yang dalam bahasa Indonesia artinya ialah ibu) sudah minum obat? Atau jika belum saya ambilkan air untuk minum obat. Sekarang sudah waktunya minum obat”. “Belum, saya belum minum obat. Biar saya sendiri yang mengambil air untuk minum obat” kata ibu mertuaku.

——————————————

Dibalik Keagungan Imam Khomaeni (2)

Pada suatu hari, saya duduk di samping ibu mertuaku (istri Imam Khomaeni). Imam Khomaeni berkata: “Khonum (yang dalam bahasa Indonesia artinya ialah ibu) sudah minum obat? Atau jika belum saya ambilkan air untuk minum obat. Sekarang sudah waktunya minum obat”. “Belum, saya belum minum obat. Biar saya sendiri yang mengambil air untuk minum obat” kata ibu mertuaku.

Saya sebagai mantunya (Fathimah Thaba’thaba’i, istri Ahmad Khomaeni .red) yang tahu diri lalu bangkit dari duduk untuk mengambilkan obat untuk ibu mertuaku. Lalu sambil tersenyum saya berkata: “Malam ini bapak yang mengambilkan air untuk ibu, dan besoknya adalah giliran ibu yang mengambilkan air untuk bapak…”. Itulah kehidupan pribadi agung Imam Khomaeni yang sangat begitu perhatian kepada keluarga, walaupun hal tersebut kelihatannya masalah kecil.

[ED, sumber: Yek Sagir az Hezor, bagian ‘Wawancara Mantu Imam Khomaeni (Dr, Fathimah Thabathaba’i) tentang Imam Khomaeni’]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: