Oleh: islam feminis | April 20, 2007

Katakan, “Aku Cinta Padamu”

cinta-suci.jpg

Pasangan suami istri sudah sewajarnya ingin mengetahui hal ini, terkhusus istri yang akan merasa senang disaat yang dicintainya menunjukkan kecintaan kepadanya. Islam telah memberikan tips agar tetap mesra dan harmonis, meskipun usia perkawinan telah lama. Salah satu trik untuk menunjukkan rasa cinta kepada pasangan kita ialah dengan mengucapkan, “aku cinta padamu”. Ungkapan “aku cinta padamu” suami kepada istrinya tidak akan menurunkan kewibawaan suami.

———————————————————–

Katakan, “Aku Cinta Padamu”; Tips Islami agar Keluarga tetap Harmonis

Pasangan baru, karena baru memulai kehidupannya maka serasa dunia hanya milik mereka berdua. Segala indah bagi kedua pasangan tersebut Sebagaimana halnya awal-awal pernikahan disebut sebagai ‘bulan madu’ karena terasa manis bagaikan madu. Kedua pasangan masih belum menyaksikan kekurangan satu sama lain. Perselisihan muncul ketika pasangan suami istri sudah saling mengenal kekurangan dan kelebihan masing-masing.

 

Ketika sudah saling mengenal akhlak, kepribadian dan kebiasaan masing-masing. Dikarenakan kebiasaan satu sama lain yang saling berbeda, maka muncullah perbedaan pendapat yang mungkin sesekali akan memancing pertengkaran pasangan suami istri. Dan akan mengurangi keharmonisan dan kehangatan hubungan keluarga. Cinta dan kasih sayang yang akan terus menjadikan rumah tangga semakin penuh kehangatan dan harmonis. Hal ini harus dilakukan oleh kedua belah pihak suami maupun istri. Pasangan suami istri pasti ingin mengetahui apakah pasangannya masih tetap mencintainya atau tidak? Apakah dengan bertambahnya usia pernikahan rasa cinta akan pudar atau tidak? Aku ingin tahu apakah pasanganku masih mencintaiku atau tidak? Begitupun ia ingin mengetahui aku masih mencintainya atau tidak?

 

Pasangan suami istri sudah sewajarnya ingin mengetahui hal ini, terkhusus istri yang akan merasa senang disaat yang dicintainya menunjukkan kecintaan kepadanya. Islam telah memberikan tips agar tetap mesra dan harmonis, meskipun usia perkawinan telah lama. Salah satu trik untuk menunjukkan rasa cinta kepada pasangan kita ialah dengan mengucapkan, “aku cinta padamu”. Ungkapan “aku cinta padamu” suami kepada istrinya tidak akan menurunkan kewibawaan suami dan merendahkan harga diri suami.

 

Trik dan anjuran semacam ini telah disinyalir dalam beberapa hadis berikut ini:

Rasulullah bersabda: “”Seorang hamba yang semakin bertambah imannya kepada Allah SWT, maka kecintaan kepada istri pun akan semakin bertambah”. (Bihar-Anwar, jil 103, hal 228)

Rasulullah bersabda: “Ungkapan manis suami kepada istrinya “aku cinta padamu” maka tidak akan pernah sirna dari hati perempuan”. (Wasa’il Asyi’ah, jil 14, hal 10, hadis ke-9).

Imam Shadiq berkata: “Apabila engkau mencintai seseorang maka katakanlah (aku cinta padamu), karena menunjukkan dan mengungkapkan rasa cinta akan menambah hubungan kalian semakin erat”. (Ushul-Kafi, jil, 2, hal 644)

Walaupun usia perkawinan Anda telah usang. Namun rasa cinta dan kasih sayang anda berdua tidak akan pernah usang dan lapuk ditelan waktu. Jangan ragu katakan kepada pasangan Anda ‘Aku cinta padamu’…’Aku cinta padamu’…’aku cinta padamu’…

(Euis D, Roz-e Esyq; once hamsaron-e jawon boyad bedonat, hal 10-11)


Responses

  1. Aku cinta padamu…. Weh tapi aku masih single…🙂 Gapapa deh…

  2. “aku cinta padamu” … betapa kuatnya makna dan akibat yg bisa dihasilkan frase tsb …

    terima kasih …🙂

  3. Iya nih, bener..
    Kami sampai saat ini, Alhamdulillah juga masih sering saling mengungkapkan: “I Love U”….

  4. kalau suami bilang pada seorang istri-nya, aku cinta padamu, sedangkan suami ini adalah pelaku poligami (punya istri-2 lain, baik permanen maupun mut’ah), apakah ucapan suami ini benar-2 berarti & dapat dipercaya oleh istri tersebut?

  5. @ Suluh

    Untuk yang sudah menikah, agar dipraktekkan dalam kehidupan berumah tangganya…tidak ada kata lambat (atau lebih baik lambat dari pada sama sekali tidak dilakukan). Sementara untuk yang masih single, semoga dapat dijadikan bekal dalam mengaruhi kehidupan berumah tangganya pada waktu yang akan datang.

    @ Jurig

    Betul.
    Terima kasih juga

    @ sitinurbaya

    Wah selamat deh…! Semoga selalu istiqomah.
    Terima kasih

    @ mutiara

    Itu kembali kepada pribadi sang suami. Kita disini khan berbicara tentang hukum pada umumnya. Adapun jika terdapat sesuatu yang keluar dari perkara ini maka itu merupakan permasalahan lain. Selain itupun bisa saja seorang suami berpoligami dengan tujuan lain yang tidak bertentangan dengan kecintaan terhadap istri pertamanya. Misal ia menikah lagi dengan cara pernikahan permanene dengan tujuan untuk menolong janda beranak, atau menikah mut’ah karena kebutuhan mendesak akibat jauh dari istri yang ia cintai. Atau tidak menutup kemungkinan juga sang suami memang berbohong mengatakan hal itu. Yang jelas syari’at Islam mengajarkan kita untuk menghukumi sesuai dengan zahirnya. Ungkapan “I LOVE YOU” termasuk hal yang zahir. Satu poin penting yang patut kita perhatikan ialah tidak selayaknya cepat memvonis sesuatu yang belum jelas.
    Terima kasih

  6. kalo suami bilang “mending di madu apa di racun ”
    aduh…….. pusing deh jawabnya???

  7. Im Soryy. Jarang lo muslim yg taat romantis mengenal cinta. Makanya aku bilang ke temen muslim ga perlu pake taat. Bagaimana hukumnya bergaul dengan pemeluk agama lain? Haram, Halal? Makan dari piring & perkakas bekas pake Non Muslim, najis ya? Aduuhhh serem banget kalo smua ciptaan tuhan dianggap najis.

    ———————————————-

    Islam Feminis:
    Sejak kapan ketaatan menghalangi keromantisan? Apakah romantis harus didemonstrasikan di depan publik? Apakah anda telah melakukan survei sehingga sampai pada kesimpulan tersebut?

    Maaf, kalau boleh tahu apa agama anda? Kalau Kristen, katolik/protestan…

    Apakah agama anda tidak pernah mengaggap ciptaan Tuhan najis, jadi semuanya suci dan bersih? Dari mana anda tahu bahwa Islam menyatakan bahwa semua najis sedang anda belum tahu apa itu Islam…pemvonisan yang tergesa-gesa.

    Lihat dan pelajari sejarah Nabi Islam (Muhammad SAWW) berkaitan dengan hidup bersosial di Madinah yang terdapat orang Yahudi dan Nasrani di sana.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: