Oleh: islam feminis | Juni 2, 2007

“Jika ia tidak dapat melihat-ku, namun saya dapat melihat-nya”

 

ya-zahra.jpg

“Apabila ia tidak dapat melihat-ku (buta), namun saya dapat melihat-nya (tidak buta) dan ia dapat mencium aroma-ku”.

—————————————–

“Jika ia tidak dapat melihat-ku, namun saya dapat melihat-nya”

Pada suatu hari, seorang lelaki buta setelah mendapat izin dari Imam Ali as lantas masuk ke dalam rumah. Di kala itu, Rasulullah saww melihat Sy. Fathimah Zahra as langsung bangkit dan mengenakan hijab (menutup seluruh auratnya). Menyaksikan hal itu, lantas Rasulullah saww bersabda: “Puriku, laki-laki ini tidak dapat melihat (buta)”. Sy. Fathimah Zahra as menjawab: “Apabila ia tidak dapat melihat-ku (buta), namun saya dapat melihat-nya (tidak buta) dan ia dapat mencium aroma-ku”. Seusai mendengar jawaban putrinya kemudian Rasulullah saww bersabda: “’Aku bersaksi bahwa engkau adalah belahan jiwaku”. [Biharul-Anwar jil 43 hal 91, Mustadrak al-Wasail jil 14 hal 289, Riyahin asy-Syari’ah jil 1 hal 216, Ahqaqu-alHaq jil 10 hal 258 dinukil dari Cesyme dar Bastar (tentang analisa seluruh segi kehidupan Sy. Fathimah Zahra as hal 287]

[ED]

 


Responses

  1. Benar – benar teladan…..

  2. assalamualaiki ya sayyidatunnisa il alamiin.ya wajihatan indallah isyfailana indallah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: