Oleh: islam feminis | Mei 22, 2007

Selamat! Hari ini, Hari Perawat

Hari ini ialah tanggal 5 Jumadil-Awal dalam tanggalan Hijriyah Qomariyah. Lantas apa hubungannya antara “hari perawat” dengan tanggalan ini? Pada hari ini telah lahir seorang wanita besar dan agung yang patut menjadi contoh bagi para wanita pada khususnya dan bagi kaum pria pada umumnya.


————————————————

Selamat! Hari ini, Hari Perawat

Hari ini ialah tanggal 5 Jumadil-Awal dalam tanggalan Hijriyah Qomariyah. Lantas apa hubungannya antara ‘hari perawat’ dengan tanggalan ini? Pada hari ini telah lahir seorang wanita besar dan agung yang patut menjadi contoh bagi para wanita khususnya dan bagi para laki-laki pada umumnya. Siapakah dia? Dia adalah Sy. Zainab al-Kubro putri dari pasangan manusia suci Sy. Fathimah Zahro dengan Imam Ali bin abi Thalib.

Kecerdikannya, sehingga pada usia kanak-kanak beliau telah memahami konsep kontradiksi dualisme pada Tuhan, ini dapat dilihat pada percakapan beliau dengan ayahnya. Kefasihannya (orator ulung) dalam berpidato, mengingatkan orang-orang akan pidato ayahnya yang merupakan orator ulung (Kumpulan khutbah, hikmah dan surat Imam Ali yang syarat dengan kefasihannya dapat dilihat dalam kitab “Nahjul-Balaghah (Puncak Kefasihan)” karya Sayyid Ridho). Keberaniannya di hadapan penguasa zalim yang tidak segan-segan akan membunuh orang yang melawannya. Ketegeran dan ketabahannya dalam menghadapi musibah yang dihadapi, yaitu pembantaian yang terjadi di hadapan matanya. Ibadahnya yang tidak pernah mengenal sikon, lebih jelasnya dapat saudara / saudari lihat tentang kepribadian beliau pada katagori profil yang berjudul “Dan Dia-lah Sayyidah Zainab Kubro”.

Dengan tetap menjaga kenasionalisme-anku sebagai warga negara Indonesia yang sangat aku cintai, terkadang terdapat tokoh yang keberadaannya tidak mengenal batas geografis dan teroterial. Sy. Zainab al-Kubro merupakan tokoh meta-geografis, tokoh agung yang kepribadiannya dapat dicontoh oleh seluruh manusia dengan berbagai ras dan dimana saja berada. Imam khomaeni merupakan tokoh yang sangat menghargai kaum Hawa telah menjadikan hari kelahiran beliau sebagai ‘hari perawat’. Oleh karena itu, pada hari ini di Iran diadakan berbagai acara untuk mengenang jasa-jasa para perawat. Mulai dari pemutaran film tentang perawat, interviu, penobatan perawat teladan, menanyakan kepada pemerintah tentang perlindungannya terhadap para perawat dan ucapan selamat untuk para perawat.

Kenapa hari lahir Sayyidah Zainab al-Kubro? Apa sisi kesamaan antara keduanya? Pada tragedi Karbala, sewaktu orang-orang yang diperintah oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) membantai semua anggota keluarga Rasulullah yang berada di tanah Karbala. Mereka membunuh semua keluarga Rasul yang menyertai Imam Husen (cucu Rasulullah dan saudara Sy. Zainab al-Kubro), mulai dari bayi yang berumur 6 bulan (bernama Ali Ashgar yang kehausan, namun ketika Imam Husen memperlihatkan bayi yang menjerit-jerit karena kehausan kepada musuh, para musuh malah memanah bayi tersebut dan panah telah menancap tepat ditenggorokan bayi, yang menyebabkan bayi tersebut mati syahid.

Semua laki-laki dibunuh, mulai dari bayi, remaja, dewasa dan Imam Husen yang kala itu berusia 63 tahun. Mereka tidak menyisakan seorang laki-laki pun kecuali Ali Aushat yaitu Imam Ali Zainal Abidin (salah satu putra Imam Husen), yang kala itu sedang sakit parah. Sayyidah Zainab merawat beliau, bahkan ketika para musuh hendak membunuhnya Sayyidah Zainab menghadangnya. Selain itupun beliau menjadi ketua rombongan para tawanan yang diarak dibawa keliling dari kota Karbala, Kuffah (sekarang Najaf) sampai ke Syam (Suriah). Karena salah satu tugas Sayyidah Zainab al-Kubro kala itu ialah merawat Imam Ali Zainal Abidin yang dengan hikmah Tuhan beliau sakit, sehingga garis keimamahan terus berlangsung maka pada hari kelahiran beliau dijadikan sebagai hari perawat. Dalam hal baik bukankah tidak ada salahnya kita belajar dari yang lain?

Bagi yang ingin mengenal beliau lebih jauh maka dapat merujuk pada buku:

  1. Bathlatu Karbala (pahlawan Karbala) karya penulis handal Dr. Aisyah binti Syathi yang berasal dari Mesir.
  2. Sayyidah Zainab minal Mahdi ilal Lahdi (Sy. Zainab dari lahir hinggga wafat) karya Ayatullah Muhamad Qazwini.

“Selamat atas para perawat dimanapun berada”.

“Senyuman, ketelatenan yang selalu engkau tunjukkan pada para pasien”

“Jasa-jasamu akan selalu dikenang”.

Mari kitapun mengucapkan selamat kepada para perawat Indonesia, semoga mereka selalu bersabar dalam menjalankan tugasnya.

[Euis Daryati]

About these ads

Responses

  1. Wah..di dunia Islam ada perawat terkenal ya (wah jadi bangga!)..saya pikir hanya ada satu perawat wanita yang paling mahir, yaitu Jung Geum. satu-satunya perawat wanita yang dapat menjadi Tabib agung pada masa kekaisaran Korea. thanks infonya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: