Kini kutahu siapakah dirimu
Engkau jelmaan cahaya Tuhan
Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan
Engkau lambang kebesaran Tuhan
—————————————————-
Untuk-mu Ya Fathimah Zahra as
Bunga bersemi menyibak harum wewangi di sela tiupan angin
Bunga Muhamad pun menebar harum di tengah persada bumi
Perkebuanan Mustofa kini menjadi tempat berlindung yang alami
Siapakah engkau di balik fenomena ini?
Kaulah Kautsar telaga surgawi
Aliran sungaimu menghilangkan haus dahaga
Menghirupmu membawa berkah,
Berkah dalam menelusuri sebuah hakikat
Di alam fana yang penuh tanda tanya
Engkaulah bungaku dan penyelamatku
Penyelamat umat yang mengikutimu
Engkaulah kebunku dan pelindungku,
Pelindung dari sengatan panas yang akan membakarku
Hari demi hari kucoba,
Tuk telusuri sejarahmu
Kuhayati setiap tragedy dan peristiwa yang menimpamu
Tuk mengenal sosok dirimui
Tuk mengenal kepribadianmu
Demi langkahku mencari ridho kekasihmu
Kini kutahu siapakah dirimu
Engkau jelmaan cahaya Tuhan
Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan
Engkau lambang kebesaran Tuhan
Engkau dapatkan syafa’at Tuhan
Engkau universitas ilmu Tuhan
Engkau symbol kesempurnaan Tuhan
Engkau Az-Zahro kekasih Tuhan
Az-Zahro Ummu Abiiha…
Pembela sang ayah Rasul pilihan
Mencintaimu mencintai Tuhan
Membencimu membenci Tuhan
Akupun siap tuk berkorban,
Demi kekasih Tuhan
Oh ternyata…
Hamba yang berlumuran dosa ini,
Telah mengagumimu ya Zahro…
Layakkah diri ini mencintaimu?
Kududuk termenung di kegelapan malam nan sunyi
Kumenangis atas segala dosaku,
Tuk sesali semua kekhilafanku
Kuambil secarik kertas dan sebuah pena
Kucoba tuk melukiskanmu dengan kata-kata,
Di lembaran tak berharga ini
Dan kutulis sebuah puisi “Untukmu ya Fathimah Zahra”
Sebagai salah satu perwujudan cinta suciku padamu
[Hayati Muhamad]

[...] 17th, 2007 Sesungguhnya Wanita Muslimah, dalam Islam, sangatlah dimuliakan, MAHAL, Wanita Islam dimuliakan dan mahalnya melebihi Mutiara. [...]
Oleh: Mengapa Kaum Wanita Telanjang? « hamba on April 17, 2007
at 4:35 am
Assalamualaikum wr wb
Trekbek nya ga muntjoel tuch
Oleh: abdulsomad on April 17, 2007
at 6:17 am
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
02:02.03-06-06
fallen star
ku hanya terpana saat kupandang bintang jatuh
lidah kelu sekujur tubuh kaku lumpuh
ingin kuraih jilbab putihmu… tanganku terlalu berjelaga dengan noda dosa, tangan pendosa pencuri mengambil yang bukan haknya, tangan pezina penjamah hawa yang bukan mahramnya, tangan berlumur darah, tangan yang kelak akan dibakar api neraka
ingin kupanggil namamu… lidahku terlalu menebarkan bau busuk aroma tembakau dan khamr, lidah pendusta pengumbar omong kosong belaka, lidah penghasud milik seorang pengecut, lidah tukang fitnah ahli ghibah pemakan daging saudaranya mentah-mentah, lidah yang kelak akan dibakar api neraka
logika terkuci…benak yang kotor penuh pikiran jahat busuk penuh intrik licik
hati mati…sunyi sepi dari dzikir pada ilahi robbi tenggelam dalam kubangan pesona duniawi tak hiraukan janji surgawi adzab ukhrowi
aku pun menangis dengan air mata dari mata hina penikmat aurat terbuka, mata yang kelak akan dibakar api neraka
dengan lidah kelu tubuh kaku
dari seorang pendosa
kepada makhluk mulia berparas bidadari teramat indah mewah nan megah (semoga juga) ahlu jannah
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Oleh: sophie on Juli 7, 2007
at 2:32 am
Assalamualaikum……….
mungkin saya adalah sebagian orang yang butuh kesejukan beribadah dan bermasyarakat dalam hidup……
Saya suka buat puisi tapi kadang ada rasa malez untuk numpahin semuanya diatas kertas..
Oleh: Lienda debora on Agustus 3, 2007
at 3:16 am
fathimahku
fathimah……
bagaimana
jika memandang fathimah
dengan tutupan yang berkubang
bagaimana memandang fathimah tanpa ulasan penuh pencerapan
bagaimana kita akan menjadi noktah dalam pungkas jalan?
bergetar dada
bergetar karsa
berdentang seluruh isapan hidup
dalam simpuh rasa malu
tersipu……
andai semua
membaca siapa dia
mencermati bagaiamana dia
mema’nai arti dia
andai
penuh artilah wanita itu
penuh harga lah ia
dan pasti zahra’ menaungkan senyum baginya
Oleh: hamba allah on Januari 10, 2008
at 11:06 am
[...] islamfeminis.wordpress.com [...]
Oleh: Untukmu Ya Fatimah Zahra as. « Sayyidah Fatimah as. on Mei 9, 2008
at 2:12 pm